
Dua hari berlalu, Tiara akan masuk ke kantor hari ini. Pagi Jakarta hari ini sungguh cerah secerah masa depan Tiara °mimpi dulu aja kali-kali jadi nyata°. Sempurna ! Tidak ada satupun yang kurang dari persiapannya menuju kantor hari ini.
Selama dua hari hanya ia habiskan dengan berberes barangnya setelah dari liburan, sisanya guling-guling di kasur. Setiap satu jam sekali dia membuka kontak James untuk memberikan ucapan kecil seperti selamat pagi atau selamat siang lalu di hapusnya dan malu untuk mengirim.
Malu dan ragu kalau James berpikir aneh-aneh.. Elah belum juga nyoba, gak asyik ah Tiara.
Tapi sesuai dengan tekadnya hari ini, nanti saat jam makan siang dia sungguh-sungguh akan mengirim selamat pagi pada James. Drama dulu yaakaan. Dia memasang alarm di ponselnya sebagai peringatan untuk kirim pesan pada suaminya. (London-Jakarta selisih 6-7 jam jadi disesuaikan aja ya)...
Yakali mau perhatian sama suami pakai alarm. Namanya istri rasa gadis, bukan sekedar status tapi aktivitasnya juga akan berjalan sebagaimana ia belum menikah dulu.
Pekerjaan gak ditinggal cuti aja kayak busa deterjen banyaknya apalagi yang sudah ditinggal pergi selama dua minggu. Jadi kalau sudah Tiara bergelut sama dokumen maka siap-siap aja, kesehatan dirinya sendiri aja dia sering lalai.
Waktu berlalu, pekerjaan hari ini yaitu mulai menyelesaikan apa yang sudah ditinggalkan cukup lama hingga tiba waktunya berbunyilah alarm dari ponsel. Seketika Tiara sadar dan dia langsung gugup.
"Mau ngasih ucapan selamat pagi ke suami gue sendiri loh ini kok lemes.. lebih baik hadapi boss killer di kantor daripada kaya gini!! Ancol apa gue udah suka sama dia? Yakali, jutek gitu kalau ngomong gak semanis diatas panggung. Astaga kenapa gak gue rekam ya waktu dia kasarin gue terus kirim ke media," batin Tiara..
Nah kan cewek mah gitu, tujuannya simpel prosesnya kaya lagi bangun menara 100 meter.
"Udah nekat aja nekat. Belum tentu juga ketemu lagi dalam waktu dekat," gumamnya sendiri sambil terkekeh.
📨 Morning James...
"Udah ngirim gini kok jhijhique sendiri ya. Apaan umur segini pikir malu baru juga ngadepin brondong 2 tahun. Sama orang lain juga elu kalo bicara semena-mena. Giliran sama idola-suami elu sok jaim!" masih bergulat dengan batin.
Tiara masih dalam dilema untuk menerima realita kehidupannya. Mau buka hati salah, mau tutup hati juga barangkali ada kemungkinan dia benar-benar bisa bersatu dengan James. Hingga teman kantornya yang belakangan ini suka cari perhatian sama dia datang untuk ngajak makan siang.
"Ngapain kamu bicara sendiri?," tanya Ditto muncul dari belakang meja Tiara.
"Bikin kaget aja elu. Gak ada bicara sendiri. salah lihat elu," elak Tiara.
"Yuk turun ke kantin,"
Akhirnya mereka berdua turun dan makan berduaan di kantin. Yes. Perempuan dengan perasaannya yang mungkin sudah ditetapkan untuk selalu drama terhadap apapun nyatanya mampu menghilangkan selera makan Tiara hingga ia hanya mengaduk makanannya tanpa dimasukkan ke mulut. Karena apa?
__ADS_1
Karena dia makan berduaan dengan laki-laki lain padahal statusnya ialah istri yang tak dianggap. Tapi tetap istri sah 'kan..
"Kalo ada masalah tuh cerita. Jangan bengong aja, kayak gak punya temen aja," celetuk Ditto.
"Jangankan temen, suami aja gue punya," ingin rasanya Tiara mengucapkan kata itu pada Ditto saat itu juga.
"Kenyang gue, tadi pagi sarapan banyak," bohong Tiara.
"Mubazir 'kan jadinya makanan kamu. Kalau gak mau dimakan gak usah diambil. Ada apa sih? Gak biasanya juga kayak gini.." desak Ditto.
Males deh Ditto kepo yaa...
"Jangan banyak bicara elu selama makan. Buruan makan ntar jam makan berakhir nih," pinta Tiara.
...****************...
Di sudut kota lain James sedang kerepotan berkemas barang-barangnya untuk dibawa kembali ke LA. Proses rekaman mereka sementara akan dipindahkan kesana dan manajemen studio baru memberitahukan dua jam yang lalu kalau mereka harus sampai di bandara satu jam dari sekarang. Tiket mereka sudah ada dan waktu keberangkatannya sungguh membuat James dan teman-temannya kesal.
"Besok-besok kalau kasih kabar kayak gini lagi, aku totally berhenti jadi artis. Enak aja aku yang kerja, aku yang repot, mereka yang terima uangnya," omel James pada Bas sambil memasukkan bajunya ke dalam tas.
Ponsel James berbunyi dan menampilkan notifikasi di layar depan. Bas yang berada di dekat ponsel James langsung menoleh dan mengecek. Wajar hubungan seperti itu bagi artis dan asistennya.
"Siapa nih hubungi kamu. Kodenya +62. negara mana tuh?" tanya James sambil memberikan ponsel James.
James yang tadinya asyik berkemas dan mengomel langsung berhenti dan sempat berpikir siapa yang akan menghubungi dia dari negara asing. Takut dong kalau nomor pribadinya sampai bocor.
"Sini," sambil merampas ponselnya dari tangan Bas.
Hatinya nampak kaget tapi ia bersikap biasa aja karena ada Bas.
"Godddd kenapa aku lupa save nama gadis itu... Pasti mommy yang kasih. Hancur karir aku kalau sampai Bas tau," batinnya.
"Gak tau nih dari mana, udah biarin aja," sahut James cuek setelah selesai menyimpan nomor Tiara dengan nama kontak 'Team-LA" singkatan dari Tiara Maheela. Cari aman cuy anggap aja LA itu Los Angeles menurut James.
__ADS_1
Seperti yang sudah teman-teman ketahui, James tidak membalas. Cukup dibaca sesaat setelah itu lanjut getting ready buat ke bandara segera.
Bukan artis namanya kalau tidak ada drama dalam keadaan apapun. Kini semua anggota band, Arnold dan Evans berada di executive lounge bandara. Ada pertentangan dari mereka berempat kepada kedua rivalnya yang suka semena-mena itu.
Mereka awalnya sudah menyepakati kalau proses penulisan lagu serta rekaman diambil di London, selain memang base label mereka, juga dekat dengan keluarga dibandingkan dengan Amerika.
"Tidak bisa seperti ini. Janji adalah janji, kau sudah melanggar Vans," kesal Hans.
"Kami bisa saja tapi kesana tapi selama kami disana jangan minta yang aneh-aneh seperti tindakan bodohmu kemarin yang minta hubungan Bella James di resmikan," terus Mark.
"Kalian tenang saja, semua sudah diatur. Proses rekaman disana akan dibantu sama tim kita yang sudah tidak diragukan kemampuannya. Mungkin dua bulan bisa selesai dibanding estimasi awal kita yang 4 sampai 5 bulanan." sahut Evans.
James diam dan tidak mau ikutan berdebat. Membiarkan teman-temannya yang adu mulut dengan dua orang serakah didepannya. Perdebatan terus berlanjut hingga informasi pesawat yang mereka tumpangi meminta penumpang untuk masuk pesawat.
Semua sudah berada di pesawat kecuali Evans dan Arnold. Mereka cuma mengantar saja. Sesampainya di mobil mereka tertawa terbahak-bahak. Rencana mereka akan membuahkan hasil.
**Flash back on
Dua hari yang lalu Evans dan Arnold mendatangi Direktur mereka meminta agar band yang di naunginya melakukan rekaman di Amerika saja. Alasannya selama di London mereka tidak efektif bekerja menulis lagu sehingga terkesan lamban sedangkan masa rilis makin dekat sedekat mata kanan dan mata kiri.
Mereka mengatakan selain lamban, di perusahaan cabang mereka di Amerika juga banyak tim yang berpotensi sehingga bisa membantu mereka selama proses rekaman jadi memudahkan dan menyingkat waktu. Kualitas musik juga dipastikan lebih baik.
Realistis sih, kan di Amrik banyak artis besar pasti circle-nya juga orang-orang hebat. Sehingga direktur mereka percaya dan temakan bujuk rayu kedua orang serakah itu. Ia pun menyetujui hal ini.
*Flashback off*
Bukan tanpa sebab, sedetik kedatangan mereka maka akan menjadi berita heboh. Kalian tidak lupa dengan keberadaan paparazzi di bandara LAX 'kan?
Dan hal ini akan disambut baik dengan Bella yang haus akan popularitas dengan James. Dengan begitu maka 99,9% kemungkinannya Bella akan lebih sering bertemu dengan James dan meramaikan kolom berita gosip media-media....
See? Mereka makin bebas menekan James untuk merealisasikan kemauan mereka !! JAMES-BELLA MEMADU ASMARA!!
BERSAMBUNG......
__ADS_1
Tiara lagi nih jadi korban perasaan!!!