
Semua orang didalam rumah James sudah terbaring di tempat tidur masing-masing. Aktivitas dan kegiatan hari ini tidak cukup melelahkan fisik, akan tetapi sangat memberatkan bagi jiwa. Semua kalut dengan pikiran masing-masing. James sebenarnya mau menceraikan Tiara segera tapi apa bisa dikata, status warga negara yang berbeda akan menyulitkan baginya.
Clarissa memutuskan kembali ke Swedia, dia pun sudah membeli tiket usai keluar dari studio James tadi. Baik barang bawaan Clarissa dan Tiara semua sudah tersusun rapi.
Meski yang lain sudah pulas dalam tidurnya, James masih bermain sosmed-nya sejenak sebelum tertidur. Tidak lama kemudian, sebuah notifikasi di akun sosmednya berbunyi, tampak Isabella menandai akunnya dalam salah satu postingan.
"Daaaammmn!! Apa maunya nih bocah. Bisa hancur aku kalau dia kayak gini terus," James menjambak rambutnya sendiri. Ia hampir frustasi, segera ia atur nafasnya yang naik turun demi menahan emosi...
Bella memasukkan foto bucket bunga mawar warna pink yang James kirimkan saat ulangtahunnya sebulan yang lalu. Foto yang dia ambil saat bunga itu diterimanya tapi baru di upload beserta suratnya yang isinya di blur meninggalkan nama pengirimnya saja.
Yaaiyaalah di blur, ucapannya happy birthday doang~~~
Tapi sengaja ia memberikan caption yang seakan-akan bunga itu baru ia terima detik itu jugaaa...
Ahhh, cewek emang banyak dramanya.
*Belum juga sehari udah kangen aja. Thank you baby*
James langsung menghubungi Bella saat itu juga, ngantuknya hilang dalam sekejap. Hatinya bergemuruh, salah sendiri gak bilang sama Bella kalau dia mau kenal 'lebih' dulu dibanding buru-buru berpacaran. Sebenarnya karena dia suami Tiara juga sih jadi masih bimbang.
📲 "whats wrong?" James langsung ngomong begitu Bella menjawab telponnya.
📲 Nothing...
📲 Let me go..
📲 Excuse me?? bukannya kamu janji mau memanjakan aku. Ayolah gak usah banyak mikir. Repot amat..
📲 Aku bukannya gak mau. Aku cuma minta kasih aku waktu.. aku lagi banyak pikiran belum lagi mommy-ku habis kecelakaan, album baru belum record.. Percuma kita berhubungan kalau aku sedang sibuk...
"alasan apa yang aku berikan ini.. pasti dia nolak.. yakin dah..." batin James.
📲 Asal kamu bisa pegang janji kamu, aku akan nunggu.. tapi postingan yang tadi aku gak akan hapus!
📲 Okey. Cukup ya setelah ini gak perlu ada drama kaya gini lagi. Tolong ngertiin aku...
"untung aja dia nerima" batin James lagi.
Panggilan berakhir dan satu jam kemudian James tertidur usai berkelana dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
.
.
.
Semua sudah berkumpul diruang depan untuk melepas Clarissa Ben dan Tiara yang hendak pergi ke bandara. Tentu James tidak akan mengantar, yakali mau muncul disana usai semalam Bella memporak-porandakan akun sosmednya.
Clarissa tumben no komen?
Kali ini ia membiarkan saja, sedang dalam fase tidak ingin bertengkar dengan anaknya. Dia mau lihat dulu langkah apa yang akan diambil James setelah itu baru dia memikirkan tindakan berikutnya. Jiwa emak-emak pasti akan muncul dengan sendirinya nanti.
Tiara pun tak ambil pusing soal itu. Ia sudah melihat postingan Bella pagi tadi usai sarapan. Perjalanan panjang kembali ke Jakarta akan menguras tenaganya jadi sekarang masa bodoh untuk hal yang tidak pasti seperti mengurus hal pribadi suaminya meskipun secara penuh ia memiliki hak untuk itu.
"Sudah cek semua barang kamu? Jangan sampai ada yang ketinggalan," tanya James pada Tiara.
Ada angin apa dia berkata lembut seperti ini? Clarissa dan Tiara saling pandang dan terheran melihat James. Tidak lain dan tidak bukan, dia sedang menutupi rasa bersalahnya pada Tiara karena kecerobohan Bella semalam.
Dengan situasi sulit seperti detik ini, meminta maaf gengsi, membicarakan sudah gak ada waktu, dia ambil jalan tengah untuk sok perhatian dengan Tiara.
"Udah aku cek, mudah-mudahan gak ada yang ketinggalan. Kalaupun ada artinya aku harus kembali kesini lagi," jawan Tiara tersenyum simpul.
Seorang pelayan datang membawa jaket tebal khas musim dingin dari kamar James, tadi dia meminta untuk diambilkan, tidak ada yang tau untuk apa.
Clarissa dan Ben makin heran dengan tingkah James. Tapi yasudah artinya sedikit James ada niat untuk memperhatikan hal kecil seperti itu.
Saat sudah memakaikan jaket dengan sempurna, James berbisik ke arah Tiara.
"Blackcard yang aku kasih kemarin pakai seperlunya ya, jangan boros,"
Karena kecilnya suara James, Ben dan istrinya tidak bisa mendengar apa yang dikatakan James.
Tiara diam saja, tidak mengangguk ataupun menggeleng.
Supir sudah siap didepan pintu rumah dan ketiga orang yang akan ke bandara diminta segera masuk ke dalam mobil.
Clarissa dan Ben sudah berada di dalam mobil tapi Tiara tak kunjung begerak. James bingung kenapa istrinya tidak bergerak dari tempatnya.
"James," panggil Tiara.
__ADS_1
"Ya"
"Mmmm....." Tiara bingung gimana mau menyampaikan maksudnya.
James menaikkan sebelah alisnya sambil menunggu Tiara berkata lagi...
"Bolehkah aku memelukmu?" Tiara memejamkan matanya dan sedikit berteriak saking gugupnya..
James makin heran. Dia terbiasa dipeluk secara tiba-tiba oleh banyak orang tapi kini cewek didepannya yang memiliki hak penuh atas dirinya malah meminta izin dulu bahkan wajahnya sampai memerah karena menahan malu. Sungguh tidak masuk akal baginya. Dia sungguh tak tahu tradisi budaya timur tidak seperti kehidupannya yang bisa sebebas itu untuk ekspresif kepada orang yang baru dikenal.
Ada etika dan norma bagi budaya timur untuk bertindak mesra dengan lawan jenis terlebih orang yang baru dikenal.
Tiara mencoba berbicara seperti itu pada James sebagai bentuk keinginannya memeluk seorang idola. Tidak lupa 'kan Tiara punya mimpi untuk bisa berteman dengan James. Ternyata Tuhan menjawab doanya beberapa hari lalu, dikasih bonus spesial lagi yaitu jadi sepasang suami istri.
James yang mendapati keadaan itu sempat bengong dan terkejut. Ia pun bingung harus menjawab apa.
"Kenapa kau bertanya?" jawabnya.
"Maaf," ucap Tiara yang semakin bingung dengan jawaban James. Akhirnya ia menarik kopernya dan hendak menuju ke pintu karena ia merasa suaminya tidak mengizinkan.
"Kenapa kau keluar? Katanya mau peluk?" sahut James.
Langkah kaki Tiara terhenti. Ia menoleh sedikit dengan ragu-ragu laluu ......
BUGH...
James yang melayangkan pelukannya pada istrinya tersebut. Pelukan yang sangat dalam.
Hangat.
Itu yang Tiara rasakan saat James memeluknya. Cukup lama. James pun tidak melepaskannya sampai Tiara menegurnya.
"Sudah James, aku mau ke mobil," ucapnya.
James langsung melepaskan pelukannya. "Sorry"
Tak ada perkataan lagi diantara mereka setelah ituuu ....
"Bye James," ucap Tiara dalam hati sesaat mobil yang ditumpangunya meninggalkan halaman rumah James.
__ADS_1
BERSAMBUNG .....
Nyesek udah pasutri tapi hubungannya terbatas banget yaa benar-benar kaya idola&fans....