Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Ketemu Bella?


__ADS_3

Bandara Arlanda Stockholm


"Tir," panggil Erina ketika membuka pintu mobil. Demi kenyamanan seluruh garis keturunan Bobby Homkins, maka James memutus hanya supir yang turun untuk menjemput Erina di depan pintu keluar sementara ini.


"Sudah buruan masuk..," pinta Tiara.


Erina terlihat lusuh. Mungkin setelah perjalanan panjang... eh eh tapi kan ni kejadian baru 15 jam yang lalu, gimana dia bisa sampai di Stockholm secepat ituu?


*Flash back on


Begitu bom meledak, semua sosial media dan pemberitaan begitu ramai meng-up segala informasi. Video-video yang sempat terekam dari kamera fans pun tak elak berhamburan dimana-mana.


Erina keluarga yang cukup berada dan sekarang dia lagi di Cairo, Egypt usai melakukan perjalanan umroh bersama saudara dan sepupunya. Umroh plus holiday tentu dengan harga yang berbera dari harga umroh biasa.


"Bom? Bandnya Hans?" gumamnya ketika membuka aplikasi album foto online. Terus saja dia scroll ke bawah dan menemukan foto Hans yang terkena serpihan pecahan kaca dan mengenai tangannya hingga darahnya bercucuran.


Selang beberapa menit, muncul pula foto tangan Hans dari akun resmi band mereka yang memperlihatkan luka di tangannya cukup memerihkan yang melihatnya.


Tiga tempat berbeda dengan jarak tidak begitu jauh terdapat pecahan kaca yang menancap di tubuhnya, beragam, ada yang 2 cm, 3 cm mungkin dan kedalaman 1-2 cm yang mengharuskan dirinya mendapati jahitan di ketiga tempat, satu di bahu, dan dua di lengan. Erina berduka dengan kondisi Hans sekarang dan memaksa dia untuk mengambil langkah yang terbilang nekat.


"Dek, aku ke Swedia ya tempat Tiara. Aku harus kasih dia dukungan, suaminya baru saja di bom saat konser," bohong Erina izin pada adiknya.


"Kami gak apa-apa sih kak.. Visamu gimana?" seluruh keluarga Erina tau bagaimana pertemanannya dengan Tiara dari SMP. Sehingga dengan mengatasnamakan Tiara keluarganya tidak mencurigai apapun. Apalagi waktu menjelang akad nikah, Tiara yang menemukan Erina di rumah pohon.


"Kakak udah hubungi temen kakak yang kerja di Kemenlu, mereka punya relasi dengan Dubes Swedia di Jakarta. Aman, mudah-mudahan," terangnya tanpa malu-malu. Ordal shayy...wkwk


"Yaudah. kapan kakak berangkat.. Biar kami antar,"


"2 jam lagi,"


"APAAA??" kaget adek dan sepupu Erina yang lain..


"Sudah-sudah. buruan yuk, sebelum kita didapat nih sama ketua perjalanan umroh kita," kata Erina sambil bergegas.


Hampir 5 jam dia berada di udara menuju London dan transit disana untuk meneruskan penerbangan menuju Stockholm.


Perkara nominal, jangan bicara dengan Erina, dirinya memang sudah kaya dan papanya termasuk orang terpandang di kota kecilnya lahir dan tumbuh. Belum lagi kerjaannya sekarang cukup mapan, meski dulu masih besaran gaji Tiara di Jakarta tapi setidaknya dia menikmati gajinya seorang diri, beda Tiara yang masih harus mengirimkan kedua orangtuanya. Maka dia tidak kesulitan dan tidak banyak mikir ke Swedia sendiri.


Ini juga soal hati, yang ke Sydney waktu itu dia pakai uang Hans karena Hans yang kirim, maka dia menolak untuk pakai uang pribadinya karena hatinya masih ragu dengan Hans, sekarang kan Hans selalu menyatakan cinta sama dia tiap hari, meski masih ada keraguan setidaknya Erina sudah cukup yakin dengan perasaannya sekarang. Luka gagal menikah membuatnya menjadi pribadi lebih kuat lagi.


"Langsung ke RS atau istirahat dulu?" tanya James pada Erina.


"RS aja," jawabnya.

__ADS_1


"Sedih amat elu.. Bentar juga sembuh tuh idola elu," gombal Tiara pakai bahasa Indonesia.


"Kok bisa sih, siapa yang sejahat itu.. Elu gak apa-apa kan?" Erina baru sadar ada perban kecil di ujung dahi sahabatnya. Dari tadi pikirannya kurang fokus sehingga tidak fokus dengan keadaan sekitar. James dan Tiara memahami itu. Mereka tahu persis Erina mencintai Hans namun tak bisa bersatu karena persoalan yang sensitif.


"Udah gak usah mikir gue.. Fokus aja sama niat elu datang sini.. rela-relain.. untung ponsel gue gak hilang jadi bisa angkat telpon elu yang minta jemput mendadak," kata Tiara sambil mengusap punggung sahabatnya dan dijawab anggukan oleh Erina.


*Flash back off


Sesampainya ruangan Hans dirawat, tentu melewati lift khusus karena RS ini menyediakan ruangan paviliun dengan harga 3 kali lipat dari ruang VVIP sehingga jarang ada orang bisa masuk kesana. Pun ini diambil manajemen sebagai langkah agar Hans dapat tindakan yang cepat, karena dibawah sana ratusan orang harus ditangani dari semalam.


Segitu banyaknya korban hanya bisa dibawa ke 4 RS yang terjangkau dari lokasi acara. hmmm...


Ceklek.


"Hans, are you oke? Aku mengkhawatirkanmu.. Tolong bangun Hans... aku akan melakukan apapun asal kau mau bangun.." histeris Erina sambil memeluk Hans yang terbaring lemah.


"Termasuk menikah denganku?" sahut Hans dengan senyum jahilnya...


Dia sudah tau dari James kalau Erina datang dan mereka sudah dalam perjalanan ke RS, seketika ide usil muncul dibenaknya yang mau pura-pura tidur. ih geli.


DEG..


Erina menatap Tiara dengan masih memeluk Hans untuk meminta pertolongan yang dijawab Tiara dengan gelengan lemah dan tatapan mata yang cuma Erina bisa memahaminya. Maklum ikatan mereka sangat erat, komunikasi lewat mata saja sudah bisa saling mengerti maksud satu sama lain. Duh, untung aja posisinya Erina dan Tiara bersebrangan jadi mata mereka bisa bertemu kan tanpa ada yang mengetahuinya.


Erina tidak menjawab dan mengulur pelukannya.


Hans diam, yaa sedikit kecewa dengan sikap Erina..


"Dia baru saja sampai dari Cairo untuk menjengukmu tapi ini balasan yang kau kasih sama dia? ck. sini rin mending kamu istirahat aja ke hotel," James yang mengerti situasi sementara memihak pada Erina.


"Sorry Rin," ucapnya yang menyadari kesalahannya akibat sindiran James.


"Sudah gak apa-apa.. kamu sudah makan belum? aku suapin yaa," tawar Erina lagi.


"Kamu ke hotel dulu ya istirahat.. Ntar malam balik sini lagi," pinta Hans.


***


"Sayang jangan beritakan kehamilanku yaa.. Aku menikmatinya tanpa direcoki banyak pihak," kata Tiara saat mereka baru saja memasuki kamar di rumah Ben yang rahasia dari publik itu.


James memahami hal itu, tidak banyak pengaruh dari luar akan membuat Tiara tidak banyak pikiran dan efeknya akan menyehatkan janin. Calon anak mereka.


"Okeyy.. Nanti kita bilang ke mommy sama Tom yaa. Daddy juga belum tau bentar aku telpon daddy.. Kamu udah bilang ke bapak, belum?"

__ADS_1


"Udah dari WA tadi waktu di bandara menunggu Erina. gak ke kelurga besar.. bapak ibu sama Yura saja, aku juga udah minta mereka untuk diam aja," katanya lagi.


"Yasudah.. yang penting kamu sehat terus sama anak kita, udah lebih dari cukup..."


"Kok kamu nggak ngidam yang muntah-muntah gitu yaa?" heran James.


"Lebayy.. Gak semua ibu hamil seperti itulah. Mendingan aku masih milih-milih makanan, masih suka nangis tiba-tiba, lah keluarga sama temenku ada yang hidupnya normal nan seakan-akan tidak hamil,"


"Oh yaa?"


"Mungkin anak ibu calon anak pengertian. Tau papi sibuk banyak konser jadi gak mau buat ibu menderita sendirian yaa, nak." ucap Tiara lembut sambil mengusap perutnya dan melihat ke arah perutnya.


James tersenyum melihat tingkah istrinya..


"Sayang, Hans seriusan tuh sama Erina? Kok aku serem sih lihat dia jail kayak tadi.. Dia yang paling playboy diantara kalian 'kan?" tanya Tiara tiba-tiba kepikiran Hans.


Belum juga James menjawab...


"Tapi aku takut, Erina kelihatannya cinta banget sama Hans. Udah diapain ya dia? Hans masih suka bobo manja sama wanita wanita gak sayang?"


"Bad Issues... hah," James membuang nafas kasar. Semua orang tau Hans memang playboy, beberapa kali ganti pacar yang tentu disana pacar notabane-nya dibawa ke ranjang.


"Yang dulu emang gitu by, sekarang Hans sudah berubah.. Ya semenjak ketemu sama Erina.. Aku juga berharap mereka bisa bersatu, sebelum Hans tidak bisa menahan hasratnya. Bahaya lagi itu," ucap James tulus.


"Kita bisa apa sekarang?" Tiara jadi galau.


"Gak boleh bicara soal religi kalau bicara soal perasaan, kalau emang pengetahuan soal religinya baik, pasti mereka tau benar dan salahnya perintah serta larangan.. Aku harap salah satu ada yang menyadarinya secepat mungkin," kata Tiara sambil menyandarkan kepalanya bahu James dan langsung memeluk James.


"Kita gak bisa mengintervensi mereka.. Cukup mendengarkan kalau mereka cerita lalu arahkan," jawab James sambil mengusap lembut rambut Tiara.


Ting..


Pesan masuk ke ponsel James.


📩 "Tour vakum 2 minggu karena kesehatan Hans yang kurang baik. Setelah itu tour akan dipindahkan ke Amerika dan Amerika Selatan.. Sebagian Eropa yang belum disambangi, akan di reschedule setelah dari Amerika,"


"Kamu gimana? Sepertinya mommy gak izinin kamu ikut lagi deh.." tanya James yang juga tau Tiara ikut membaca pesan mengejutkan itu.


"Kalau kamu ketemu Bella gimana? Apalagi kalau kamu mau tralala trilili terus gak ada aku disamping kamu," sahut Tiara dengan mata berkaca-kaca...


BERSAMBUNG .....


Pengalaman hamil tiap orang berbeda.. Author emang gak mau mikir ngidam hamil yang kebanyakan membayangkannya saja membuat takut sendiri, apalagi sampai mengalaminya.. wkwk... jadi disini author ambil pengalaman keluarga dan temen-temen yang waktu hamil tampak biasa saja, tidak muntah, tidak makan ini itu permintaan aneh-aneh...

__ADS_1


Let it flow....


Yang terpenting ibu dan janin sehat, terawat dan diberi kasih sayang sama orang-orang terdekatnya. Cukup...


__ADS_2