Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Kuat Sehat


__ADS_3

📩 "Mommy udah di parkiran nih," pesan dari Clarissa saat menjemput menantunya di hotel. Mereka akan ke tempat James mengeluarkan jiwa bintangnya di atas panggung kampung halamannya kali ini.


Tiara yang membaca pesan tersebut bergegas ke mobil Clarissa yang kini sudah ada 3 orang didalamnya. Clarissa, Ben dan seorang supir.


"ckckck.. selalu saja gak hati-hati," tegur sang mertua melihat Tiara grasuk-grusuk saat keluar dari lobi karena buru-buru.


Tiara nyengir ditegur begitu sama mommy dari lelaki kesayangannya. Mobil yang mereka gunakan kini adalah mobil tipe sedan, hingga tanpa mereka berempat sadari sedari berangkat dari rumah, bagasi mobil sudah diselundupkan tas berisi bom oleh seorang sindikat yang mengetahui alamat Ben dan Clarissa sebagai orangtua James.


Keluarga James adalah incaran satu-satunya karena hanya mereka yang akan memasuki venue acara tanpa di periksa berbagai macam protokol, x-ray atau detector stick seperti yang dilakukan kepada puluhan ribu penonton nanti malam.


Swedia, kampung halaman James. Tentu keluarganya akan datang, berbeda dengan keluarga Hans, Mark dan Matthew yang tidak berada disana jadi sama sekali tidak akan hadir.


"Mau beli makan lagi nggak? kamu cuma makan cake doang tadi.. nanti kita pulangnya malam loh, susah kalau lapar disana nggak ada makanan," tawar Clarissa dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Tiara.


"Yaudah.. kita beli snack aja ya. kasian disana banyak sepupu James yang masih anak-anak juga hadir,"


.


.


Melewati bagian depan arena, Tiara mulai tidak tega banyak fans yang membuka tenda untuk menunggu pintu masuk dibuka, belum lagi ada yang menggigul, memakai jaket sampai tiga lapis, disana cuaca sedang puncak dingin-dinginnya. Melihat itu semua hati Tiara merasa makin teriris.


Dia ingat dulu jaman susah-susahnya jadi mahasiswa dengan uang beasiswa yang jauh dari kata cukup. Belum lagi awal-awal bekerja gaji belum mencakupi segala kebutuhan.


Sesampainya di parkiran melalui jalur khusus, Tiara turun dan langsung diajak Clarissa ke tribun VVIP.


"Duluan aja my, aku ketemu sama Bas dulu ya," pamitnya.


📲 "Apa la..." omongan Bas terhenti saat istri artisnya menyela.


📱 "Temui aku didekat mobil,"


tuutt.ttuutt....


"Yatuhan James bisanya kau memperistri orang seperti istrimu sekarang," dumel Bas yang menjadi saksi sejarah perjalanan cinta Tiara dan James.


"Kenapa?" tanya Bas dengan muka datarnya.


"Bawa ponsel James nggak? bukain bank mobilenya dongg.. pliss... aku ada pesen makan untuk fans-fans didepan yang pake tenda-tenda itu?" pinta Tiara tabpa merasa bersalah.


"Hah??" Bas bingung.


"Iya sudah pokoknya bukain kode mobile bank-nya. Makanannya udah otw Bas,"


Pengen Bas segera melempar Tiara sekarang juga ke .... (mana aja deh). wkwkw...

__ADS_1


"Nih," Bas menyodorkan ponsel James dan segera mengirimkan sejumlah total belanjaannya dari 3 gerai yang berbeda...


500 kotak ayam goreng, 500 kotak spagetti, 1.000 loyang pizza dan 2.500 burger, 100 kotak air mineral...


"Done Bas...," ucapnya sambil cekikikan membayangkan bagaimana nanti reaksi James.


"Mana tau banyak sedekah, mempermudah jalan untuk memiliki anak.. Menyenangkan orang kan dapat pabala tak terkira," batinnya sambil mengelus perutnya.


"Masuklah, aku akan ditemanin pengawal disini," usirnya.


Bas pun masuk untuk menyiapkan kebutuhan James, sedangkan pengawal yang ditinggalkan untuk menjaga Tiara memang pengawal yang sudah diakui kepercayaannya oleh James.


"Itu datang pesananku, sir. Panggil temanmu, bantu aku membagikan ini ke depan," ajaknya dengan wajah sumringah.


AAAHHH


TIARAA THANK YOU SO MUCH


thank you


thank you


thank you


Dari backstage James memantau kegiatan istrinya didepan sana dengan tersenyum bahagia. Kalau sedang tidak 'on camera' ternyata Tiara bisa juga bertindak lembut. Bas dan salah satu pengawal bekerja sama untuk merekam adegan Tiara untuk dikirimkan pada James.


Ketika sudah ludes, Tiara kembali masuk dan tidak lupa dia meminta pada fans untuk hati-hati dan jaga kesehatan.


Disisi lain, seorang pria berperawakan seperti crew konser sedang mengutak-atik bagasi mobil Clarissa. Setelah berhasil dibuka, ia mengambil tas ransel dan memasuki arena untuk mengambil posisi yang pas.


📩 "Kembalilah ke tribun bersama Mommy," perintah James.


📨 "OTW. I love you," balas Tiara.


Ketika Tiara masuk dan menghampiri mertuanya, dja tidak sengaja bersentuhan dengan lelaki yang membawa ransel, sampai Tiara hanya meminta maaf namun lelaki itu menatap punggung Tiara yang sudah meninggalkannya dengan tersenyum licik.


"Dari mana semua ini?" Clarissa bingung dengan tangan Tiara yang banyak membawa makanan untuk sepupu dan keponakan James.


"Beli dong.. ayo dimakan," ucapnya seraya membagikan itu pada keluarga James yang hadir disitu sekitar 15 orang.


Pintu masuk dibuka. Ribuan orang sudah masuk. Satu jam lamanya menunggu setting alat music dan soundsystem.


Hingga keluar star 4 orang membawakan lagu hits mereka. Usai lagu kedua, James menerima waktu sambutan sebagai tuan rumah dari ketiga temannya. Ucapan bahagia, syukur, bahagia, terus ia ucapkan pada fans, orangtuanya, keluarga dan istrinya.


Lelaki yang membawa ransel tersebut sudah meninggalkan tasnya di dekat tribun VVIP dan segera berjalan keluar.

__ADS_1


Yup...


Ransel berisi bom yang sebentar lagi akan meledak...


Alunan musik terus menggema hingga masuk lagu ke 5,


BOOOMMMM


DUAARRRRR


DUARRRRRR


Ledakan bom yang mematikan lebih dari 200 orang dan lebih dari 1.000 terluka. Tiara yang berada di tribun VVIP lantai 2 pun terkena lemparan besi yang berterbangan dan mengenai sudut dahinya hingga ia berdarah.


Beberapa keluarga James pun terluka namun masih sadar diri.


"BABY" Clarissa.


"TIARA" Tom dan Denada.


James yang sadar lokasi keluarga besarnya segera meloncatkan bagaikan kutu lompat atau atlit parkeour yang lincah nan lihai menggerakkan tubuhnya melangkahi beberapa pembatas panggung.


Hans pun terkena serpihan ledakan yang melukai tangannya.


"HONEY," teriak James sambil berlari ke arah Tiara yang sudah tidak sadarkan diri.


James segera menggendong istrinya dan meminta Tom berlari ke backstage mencari Bas dan siapkan mobil. Menunggu ambulans akan lama dan mengantri.


"Baby bertahanlah," mohonnya sambil berjalan ke arah mobil.


"Tidak usah ke rumah sakit. Bawa ke rumah saja, telpon uncle Ryan," saran Clarissa untuk memanggil adiknya yang berprofesi sebagai dokter.


Semua keluarga sepakat. James juga. Untuk apa ke RS kalau ujung-ujungnya lambat juga ditangani.


"Gimana dok?" tanya James masih dengan khawatir. Meskipun unclenya tapi James masih hormat dengan memanggil dok.


Ryan menghela nafas sambil menepuk pundak James.


"Besyukurlah, anakmu bisa bertahan dengan mommy-nya. Perhatikan dia, sepertinya dia kelelahan dan kurang nutrisi. Untuk usia kandungan, besok kau bawa ke klinik uncle ya, disana ada sepupumu Kenny yang sudah jadi dokter spesialis kandungan,"


"Anakku? Tiara hamil?" tanya James tidak percaya dengan apa yang dikabarkan unclenya...


Unclenya hanya mengangguk dan membuat semua keluarga James menjatuhkan airmata bahagia....


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2