
20 menit sebelumnya, James sedang asyik bercengkrama di ruang ganti sambil mengeringkan dirinya dari keringat yang membasahi hampir seluruh tubuh bagian atasnya. Crew, make up artis, hair stylist yang disiapkan manajemen untuk mengurus penampil band tersebut juga ada di ruangan tersebut untuk menunggu detik-detik memberikan James surprise ulang tahun.
Tetapi, ternyata Tuhan berkata lain. Sementara asyik bercerita yang dipenuhi kekeluargaan dan rasa saling menyanyangi satu sama lain dari seluruh crew, tawa mereka yang beberapa detik lalu pecah seketika hening ketika Bella masuk ke ruang tersebut.
Yuhu.. Bella ternyata sudah membohongi James yang mengatakan dia akan segera kembali ke LA usai mereka bertemu. Kedatangan Bella benar-benar merusak suasana kehangatan mereka dan berakhir dengan perginya mereka satu per satu dari lokasi kejadian karena sudah tau Bella orang yang ‘busuk’.
Sekarang di ruangan itu tersisa 3 orang, asisten wadrobe yang sedang memasukkan pakaian James dkk ke koper, dan dua lagi asisten MUA yang menyimpun peralatan mereka usai digunakan.
Mereka berlima merasa kikuk berada di ruangan yang sama. Namun namanya sudah menjadi tradisi barat yang tidak terlalu suka ikut campur urusan orang lain akhirnya ketiga orang tersebut sangat fokus dengan pekerjaannya.
“Bodo amat. Yang penting tour kelar dan gak lama fee cair,” ucap salah satu dari mereka untuk menyemangati kedua temannya.
“Ada apa kau kemari?” James sudah lelah sahabat, baru banget loh dia turun panggung usai menghibur belasan ribu penonton selama hampir 2 jam.
“Happy birthday James,” ucap Bella yang langsung menyambar bibir James dan memberikan ciuman panas. ******* demi ******* terus dia lakukan agar James mau menerima ciumannya.
Namanya juga hasrat mau gimana lagi. James juga sudah lama tyduck akhirnya menerima ciuman Bella dengan memasukkan lidahnya kedalam mulut Bella juga. Bella yang ‘tahu’ kode dari balasan James langsung mendorong James ke dinding tanpa melepas ciumannya. Duh susahnya yang professional. Ganas yaa, mak?
James sudah terhimpit ke dinding dan Bella sesekali melepaskan ciuman mereka untuk mengatur nafas. Sungguh binal permainan Bella kali ini bahkan tubuhnya sudah sangat menempel dengan tubuh James dengan pakaian yang kurang bahan. Kalau imajinasinya author sih dress sepanjang 50 cm aja yang menutup bagian dada dan paha atasnya. Gaun tanpa lengan gitu, seksi kan.
Saat sedang asyik-asyiknya bertukar air liur, tampak James juga sudah sangat menginginkan hal itu, bersamaan pula dengan masuknya Bas beserta Tiara yang sudah membawa kue dan kado ditangan kirinya.
Alhasil, Tiara shock. Pasti. Dia hanya temundur selangkah dengan lusuh dan menjatuhkan kuenya tanpa ia sadari.
Air matanya juga sudah mengalir bebas membasahi pipinya yang sedikit chubby.
Bas yang melihat hal itu langsung menangkap tubuh Tiara yang semakin melemah. Sadar dengan kehadiran orang lain disana, James langsung menghentikan pergulatan tounge and lips nya dan langsung menoleh.
Kini matanya sudah bertatapan dengan bola mata hitam Tiara yang dibanjiri air mata, bukan mata air.
Dia pun tak kalah shock dan hendak beranjak ke arah istrinya namun Tiara hanya bisa temundur saat James melangkahkan kaki kedekatnya. Dengan tatapan yang tidak putus, Tiara menggelengkan kepalanya lemah sebagai kode untuk James jangan mendekat.
“Tir, aku …..”
Belum lagi James meneruskan kata-katanya kini Tiara langsung berlari meninggalkan ruangan itu. Untung aja masih ingat jalan keluar yaa, Tir. James yang hendak menyusul pun sadar sedang banyak orang asing disana, apalagi ada Bella. ‘kan hubungannya dengan Tiara belum boleh di up ke publik sebagai suami istri.
“Kau….” Ucap James dengan marah dan menunjuk Bella dengan jari telunjuknya. Saking memuncaknya emosi hingga tidak ada lagi kata-kata yang bisa James ucapkan pada mantan pacaranya itu.
Dia langsung keluar ruangan untuk ke ruangan lain dan meminta Bas untuk menyusulnya. Ada hal penting sekarang yang harus Bas tangani, diluar dari tugasnya sebagai asisten James.
“Susul wanita tadi dan minta dia untuk bertemu denganku. Aku akan berada di Jalan Asean Blok C5 dengan mobil van. Ada yang mau aku bicarakan dengan dia.” Perintah James singkat.
“Siapa dia? Apa hubungan kalian?” Tanya Bas penasaran, karena dia melihat gadis yang sama juga dekat dengan Clarissa saat mereka bertemu di bandara London waktu itu.
“Setelah kau menjalankan tugasmu kali ini dengan baik, aku akan menceritakan semuanya,” kata James langsung berlalu meninggalkan Bas yang keheranan.
__ADS_1
***
Bas akhirnya menemukan mobil Tiara dan langsung memasukinya tanpa izin untuk duduk disamping supir.
“Aku asistennya James. Dia memintaku untuk mengantarkanmu bertemu dengannya,” sebut Bas.
Tiara terdiam, tidak ada lagi yang bisa dia jawab karena sedang ngobrol dengan pikirannya sendiri. Tubuhnya lemah. Baru juga terbang 6 jam dari Indonesia, sampai-sampai langsung disambut pengkhianatan suami sendiri.
“Tidak ada lagi yang bisa dipertahankan,” pikirnya sambil menggenggam kado yang akan dia berikan untuk James. (AKKKKK SEDIHHHHHH)..
Kini mereka sudah sampai di lokasi yang dimaksud James. Dia sudah menunggu didalam mobilnya. Sedangkan Bas langsung turun untuk membukakan Tiara pintu mobil agar berpindah ke mobil James. Jadi mereka hanya ngobrol berduaan di mobil, di waktu dini hari dan lokasi mencekam karena sangat-sangat sepi. Tampaknya James mengenal TKP ini dengan baik.
Pintu mobil James pun sudah terbuka dan dia tengah duduk didalam mobilnya sambil melihat nanar ke arah istrinya yang hendak masuk.
“Cuek aja sudah.” Tiara menguatkan dirinya sendiri. Meski hatinya sangat rapoeh.
Tiara masuk dan langsung duduk di kursi samping James. (model tempat duduknya seperti Alphard gitu ya yang kursi tengahnya Cuma 2 dan berjarak memberikan ruang diantara kedua kursi).
Mobil hening seketika. Sangat-sangat hening, semua mengatur perasaannya sebelum memulai percakapan. Yang akhirnya James memutuskan untuk berbicara duluan.
“Kenapa kau datang?” tanyanya dengan nada sangat dingin.
Tiara langsung mencoba untuk menoleh ke arah James. Dia berusaha menepis segala ketakutannya saat mata bertemu sepersekian detik lagi. Dan.
“Maafkan aku, Tir. Maafkan aku yang sudah menyakitimu.” Batin James ketika melihat bola mata istrinya. Istri yang tak pernah di jamahnya.
Tiara menarik nafasnya dalam sebelum berbicara.
“Aku Cuma mau memberikan ini,” kata Tiara sambil memegang botol bening sebesar botol sirup obat batuk yang dimulut botolnya dililit dengan tali makram berwarna biru langit.
Ditengah botol juga tertulis ‘Happy Birthday’ dengan warna senada tali makram. Didalamnya terdapat belasan kapsul berwarna biru langit juga yang berisikan isi hati Tiara baik selama sebelum menikah maupun sesudah menikah.
“Kalau berkenan bukalah satu hari satu kapsul,” pinta Tiara. Kapsul belasan tersebut disesuaikan dengan tanggal ulang tahun suaminya sendiri.
James menerima kado dari istrinya dengan berkaca-kaca. “Ada lagi?” yang dimaksudkan apa ada yang mau dibicarakan Tiara lagi. Dia menggeleng pelan dan sadar diri lalu beranjak dari kursi untuk keluar mobil.
Sesaat sebelum ia meneruskan langkahnya untuk kembali ke mobil lain, dia kembali berbalik untuk melihat wajah James dan,
“Happy birthday James!” ucapnya lembut sambil tersenyum dan menutup pintu mobil.
Begitu ia membalikkan tubuhnya, seiring juga air matanya turun deras membasahi pipinya.
Sesegukan. Itulah Tiara kini, tidak ada satupun orang yang mengerti perasaannya sekarang. Sedih tiada tara. Menikah dengan James, merubah pandangannya tentang perasaan, cinta bukan perkara harus memiliki, tetapi saling memberi dan menerima.
Ia memberikan James perasaan sayangnya sebagai istri kepada suami sekalipun James meminta mereka berjauhan, bukan berarti dia tidak bisa menjalankan tugasnya pada James ‘kan.
__ADS_1
“James, ini hari Jumat jangan lupa potong kuku kamu.”
“Jangan terlalu lelah James. Kalau kamu sakit nanti fans kamu sedih.”
Misal Tiara melihat update terbaru dari sosmed suaminya ia langsung nge-chat,
“Ganteng banget suami aku pakai baju seperti ini,”
“James itu yang dandanin kamu siapa? Aku cemburu loh kamu bisa sedekat itu dengan wanita lain,”
Begitulah kebanyakan notifikasi yang selalu di terima James di ponselnya selama dia menikah. Berbeda dengan pesan dari Bella yang Cuma mau diperhatikan dengan posesif. Mana James mau menuruti Bella, yakali ada pacar tapi suka seenak-enaknya aja. Bahkan bertanya apa James sudah makan atau belum saja Bella tidak pernah. So, Bye Bella.
Meski James hampir tidak pernah membalas chat dari istrinya, namun Tiara bisa ‘menerima’ segala perlakuan buruk James terhadap dia. Gak nyakitin fisik sih, gak merusak telinga juga dengan kata-katanya tapi tetap aja menderita batin ‘kan. Tetapi Tiara tetap tulus menjalaninya sampai waktu yang tidak ditentukan kapan ia bisa terus bertahan.
Sedangkan dari dalam mobil, saat Tiara sudah menutup pintu dan berbalik, James membuang tubuhnya kasar ke sandaran kursi mobil dengan air mata yang sudah turun dari ujung matanya yang terpejam.
Tangannya mengepal pelan sambil memukul dahinya sendiri. Pikirannya berkecamuk.
Andai saja dia punya keberanian, dia akan turun dan segera memeluk istrinya untuk meminta maaf. Tapi sekarang, dia merasa terlalu jijik dengan dirinya sendiri karena sudah melukai orang seperti Tiara apalagi sampai Tiara harus menyaksikan hal tak layak didepan matanya beberapa menit lalu.
“Syiiddd” James menumpahkan emosyinya dengan menumbuk kursi mobil supir didepannya. Untung aja empuk.
.
Ditengah perjalanan menuju ke hotel yang sudah Clarissa siapkan,
“Mari carikan aku hotel lain saja pak,” pinta Tiara yang sedang memikirkan suatu rencana.
BERSAMBUNG ……….
Author speechless, kemarin banyak yang penasaran…
Makasih semuaanya, makasihh banyak. Sampai nggak nyangka ada juga yang bisa menikmati novel author ini yang menurut author masih jauh dari kata bagus.
Author Cuma menuliskan halu gak karuan atas dorongan teman-teman author yang suka author ceritain dan mereka menyarankan untuk dituangkan aja dalam bentuk karya.
Yaudah ketemu sama NT jadi coba-coba aja. Ekspetasinya, mau ada yang baca syukur, kalau gak ada juga, ya ini sebagai seru-seruan aja.
Makanya update, waktunya nggak karuan kannnn… wkwkwk.. sowwrriiyyy….
Meski kalian yang suka masih bisa dihitung pakai jari tangan, tapi terharu karena gak nyangka sama sekali.
BTW, ini halu 5-7 tahun yang lalu jadi lupa part detailnya adeeuuhh.. maaf yak, tapi inti ceritanya kayak gitu sebagian besar cuma kadang ada part atau moment yg ter-'miss'..
Sekali lagii makasih banyak all..
__ADS_1
All the love, C❤