Terpaksa Menikah Dengan Artis

Terpaksa Menikah Dengan Artis
Fans Kamu !


__ADS_3

Seketika suasana menjadi awkward akibat ulah Edward kepada Tiara. Sepupu mereka yang lain serta Hans bingung dengan ekspresi James dan Tom yang memancarkan aura 'ingin menghabisi mangsa'.


Tiara menarik tangannya secara keras dari pegangan Edward dan berjalan cepat ke meja mertuanya.


"Menarik" batin Edward sambil menyeringai memikirkan sesuatu.. serem dehh....


"Siapa dia? kenapa sangat akrab denganmu Tom dan sekarang dia sedang ngobrol sama onty Clarissa?" tanya Felicia sepupu James yang duduk disamping Denada.


"Dia teman Mommy yang menyelamatkan Mommy saat di tikam bulan lalu. Kau sudah tau 'kan soal itu," sahut Tom yang dijawab 'ohh' saja oleh Felicia.


"Tapi kenapa kalian tidak suka aku mendekatinya? Bukankah itu bagus memiliki teman dari negara berbeda?" tanya Edward.


"Syiiiiddd" batin James. Dia tau bukan itu maksud Edward. Memiliki banyak teman bagi Edward itu agar banyak yang menjadi pilihan buat dibawa ke atas ranjang. Maklum, diantara mereka bersepupu, dialah yang paling kaya dan yang paling manja. Makanya hidupnya salah arah.


"Tidak perlu repot-repot kau mau kenalan sama dia. Dia jauh, akan sulit juga bagimu kedepannya (ajak Tiara tralalatrilili)," jawab Tom dengan senyum mengejek.


Maklum pembahasan frontal seperti itu


sudah lumrah bagi muda-mudi di negara bagian barat sana. Jadi dibahas ditengah umum pun tidak masalah. Syukur Tiara sudah pindah ke meja Clarissa yang naasnya satu meja dengan Roland.


"Pasti ada apa-apa. Muka Tom dan James seperti menyimpan sesuatu. Aku harus cari tahu," sebut Edward dalam hati.


.


*Dimeja Clarissa yang selisih tiga meja dari meja James.


"Kenapa sayang? Kok kesini?" tanya Clarissa pada menantunya.


"Kurang nyaman aja disana onty," sahutnya sambil menarik kursi tepat disamping Clarissa.


"Onty kenal sama dia?" tanya Roland.


"Iya dia temanku, teman James dan juga temannya Tom," sahut Clarissa singkat.


"Kok bisa Onty berteman dengan wanita cantik gini. Kenal dimana emangnya?" kepo Roland... Aahh Roland mah, awas hipertensi Clarissa dan Ben naik karena ulahmu gengges menantu mereka.


"Jangan banyak tanya kamu," suara bariton Ben mengagetkan semua yang duduk dimeja itu.


"Kalau gitu bisa dong aku punya nomor hp kamu?" Roland masih kekeuh usaha dan memberikan ponselnya pada Tiara.


"Roland bersikaplah yang baik, yang sopan," Clarissa segera mengatakan itu sebelum Tiara menolak Roland dan akan di cap orang sombong oleh anggota keluarga lainnya. Tiara tersenyum kaku dan bersyukur mertuanya menyelamatkannya.


📨 "Jaga istrimu. Bahaya dimana-mana. Kita satu hotel dengan dia, kamu dilantai 5 dan dia dilantai 2"

__ADS_1


Isi pesan Clarissa kepada James. Dia segera memberi peringatan pada James usai melihat gelagat tidak baik dari Roland maupun Edward yang tidak sengaja Clarissa lihat saat merangkul Tiara ketila hendak befoto bersama tadi.


Karena situasi sudah tidak kondusif, belum lagi Tiara bedrest setelah perjalanan panjang dan masih ada satu acara lagi malam nanti, Clarissa memutuskan untuk pulang dulu.


Dan ternyata James, Hans, Denada serta Tom pun ingin kembali ke hotel dulu untuk beristirahat. Ohiya kenapa ada Hans? Apa dia tidak sibuk rekaman juga?


Hans yang meminta ikut dengan James ke Italia karena mereka berdua memang sudah sangat akrab, apalagi Hans menganggap Clarissa sebagai ibunya juga.


Tapi mereka tidak ceroboh.. James dan Hans menyewa bodyguard swasta yang berperan layaknya orang biasa tapi tidak pernah berada jauh dari mereka. Malah kalau bodyguard dengan pakaian hitam-hitam terkesan sombong dan lebay.


Mereka semua kembali ke hotel dengan mobil berbeda.


Tiara jalan dengan agak cepat dan mengambil air mineral botol yang ada di meja lobby. Segera dia duduk di salah satu sofa dan meneguk sampai habis. Nafasnya naik turun mengingat perlakuan Roland dan Edward tadi sehingga emosinya tertahan.


James dan Hans pun berjalan memasuki lobby. Melihat Tiara yang termenung dan nafas yang tidak teratur James merasa kasihan. Dia dilema, mau terus ke kamar atau menunggu Tiara. Tapi kalau menunggu apa alasannya dengan Hans.


"Kau mau menghampiri dia dulu?" tanya Hans saat melihat James memperhatikan Tiara cukup lama.


"Aaa..mmmm...," James kaku saat kedapatan dengan temannya.


"Yuk ku temani," ajak Hans.


Belum juga lagi mereka sampai didepan Tiara, suara seorang gadis menggelegar diseluruh ruangan lobby yang meneriakkan nama Tiara dengan panggilan sayangnya 'tirtir'.


Yup. Dia adalah Erina. Sahabat seperjuangan dari kampung halaman yang juga sedang berkunjung ke Italia karena habis menang undian liburan gratis dari sabun cuci piring ternama.


Langkah James dan Hans tertahan melihat interaksi kedua sahabat itu. Mereka saling pandang dan memutuskan kembali ke kamar saja. Tiba-tiba .....


"Hans" panggil Erina.


Hans tersenyum, maklum Hans adalah anggota band yang paling populer diantara mereke berempat. Memiliki paling banyak fans dan mantan yang wow-wow. Tapi sebenarnya Hans juga sedikit pemalu dan mudah tersentuh, tidak bisa di godain.


"Boleh foto gak?" tanya Erina malu-malu.


"Hai come on" Hans langsung merangkul Erina. "Siapa namamu?" tanyanya pada Erina.


"Erina,"


Hans tampak berusaha menyebutkan nama Erina.


"Panggil baby kalau kau kesulitan," goda Erina.


*Bluusssshhhh*

__ADS_1


Wajah Hans memerah seketika. Dia hanya tersenyum tanpa merespon. Sungguh Hans tidak punya persiapan melawan kata-kata Erina.


"Rin stop..." Tiara memperingatkan.


"Okey,"


"Gak apa-apa. Hans seneng kok," sambung James merayu Hans.


Makin merah sajaaa wajah Hanssss di serang Erina dan James...


Akhirnya pamitlah James dan Hans untuk kembali ke kamar. Rinrin dan tirtir ngobrol bentar di lobby saling nanya berapa lama, ngapain aja selama di Itali, janjian jalan bareng.


"Ngapain kau pakai kebaya? ngondangan?" tanya Erina.


"Iyooooo.." jawab Tiara. Akhirnya dia menjelaskan kepada Erina tentang bagaimana ia mengenal Clarissa, persis seperti yang ia ceritakan ke Olla waktu itu.. Minus pernikahannya dengan James.


"Sudah kah kau berfoto sama James? Idolamu eeehhh," ceplos Erina. Duuhh untung James udah pergi dari situ.


"Belum. Nanti ajalah," Tiara menjawab tidak semangat.


"Kenipung?" cocok si Erina emang sama Roland. Tukang kepo...


"Malas ajaaa eikee,"


"Bohonggggg.. Apa perlu aku yang bilangkan sama James?" Erina menggoda.


"Gilingg kau. Aku juga bisa sendiri. Orang aku tadi duduknya deketan sama mereka di tempat undangan," sewot Tiara.


Pucuk dicinta ulam pun tiba. James kembali melewati lobby untuk mengambil barangnya yang ketinggalan di mobil.


"James," panggil Erina.


James menoleh dan berjalan ke arah mereka.


"Jangan macam-macam Rin," bisik Tiara.


"Temanku nih fans beratmu, peluk dulu dia seperti Hans tadi memelukku," Erina meminta dengan senyum-senyum mengolok.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Mau gak James peluk istrimu ? Wkwk


__ADS_2