Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
[02] Nathan Alberic Melio


__ADS_3

Namanya Nathan Alberic Melio, pemilik dari generasi ketiga GM Groups. Wajah yang tampan dengan rambut yang ditata seperti artis korea itu membuat para Wanita-wanita berlomba-lomba untuk menarik perhatian dari tuan muda itu. Bukan hanya tampan dan kaya raya, Nathan juga dikenal sebagai random dan aneh karna sikapnya berubah-ubah. Terkadang dia menjadi tengil dan pecicilan, terkadang juga dia menjadi dingin seperti kutub es.


Namun siapa sangka tuan muda yang terkenal playboy itu tertarik pada Gadis penghantar minuman di bar? Gadis yang menjawab namanya Udin itu sukses membuat Nathan tertarik apalagi saat Gadis itu menolak menemaninya saat di bar, itu semakin membuat Nathan tertarik dengan Gadis itu padahal semua Wanita yang bersamanya tidak ada yang membuatnya tertarik sama sekali.


"Lo mikirin siapa sih?" tanya Rendy, sekretaris sekaligus kaki-tangan Nathan yang sedang menyetir di bangku pengemudi. Rendy adalah sahabat Nathan sedari kecil jadi wajar saja dia tidak sopan berbicara pada atasannya.


Nathan berdecak. Dia tidak menjawab pertanyaan dari Rendy, dia tetap menatap keluar jendela. Ayolah dia sedang malas berbicara.


"Gue denger dari klien kita tadi malam, lo mabuk berat. Kenapa lo? Ada masalah?" ucap Rendy membuat Nathan mendengus kesal.


"Berisik lo!" ketus Nathan, enggan menjawab pertanyaan Rendy barusan.


Rendy terkekeh kecil. "Jangan-jangan lo kepikiran dia lagi?" tebak Rendy. Nathan berdecak pelan membuat Rendy tertawa pelan karna dugaannya itu benar. "Udah ketebak deh."


"Perlu lo tau, dia itu--" belum menyelesaikan perkataannya Nathan lebih dulu menyela.


"Gak usah sok tau lo!"


"Tau dong, gue kan tau semua tentang lo, ahayy," goda Rendy.


Nathan memutar bola matanya malas. "Najis banget."

__ADS_1


"Durhaka lo jadi teman!" Rendy mengerucut bibirnya.


"Gak peduli!"


"Sialan!" gerutu Rendy. Ya, maklumlah dia harus banyak-banyak bersabar dan harus kuat mental menghadapi tuan muda yang random itu.


"Oiya, nanti ada meeting coy jangan lupa." kata Rendy, mengingatkan Nathan.


"Hm," Nathan hanya berdeham.


"Sabarkan hambamu ini ya Allah menghadapi makhluk random ini,"  gumam Rendy dramatis.


Nathan yang mendengarnya hanya mendengus, dia masih menatap keluar jendela, berharap ada yang menarik di jalanan besar itu. Hingga akhirnya matanya mengkap seorang Gadis yang menarik perhatiannya sedang duduk di tepi jalan dengan wajah kusut.


Gadis itu yang menyadari sebuah mobil berhenti di hadapannya langsung was-was, takut dirinya akan di culik seperti di film-film. Gadis itu memeluk kantung plastik berwarna putih berisi mie instan erat-erat, takut di jambret pikirnya.


Nathan membuka kaca mobil satunya, dia menurunkan kacamata hitamnya sampai hidung, menatap Gadis itu yang masih duduk di tepi jalan sambil memeluk kantung plastik erat-erat.


"Kamu mengenalku?" tanya Nathan kepada Gadis itu.


Gadis itu menggeleng, dia menyipitkan matanya. "Anda mengenal saya emangnya?" Gadis itu bertanya balik.

__ADS_1


"Udin, si penghantar minuman kan? Aku harap kamu mengenalku."


Memang menghantar minuman di bar adalah pekerjaannya lalu dari mana Nathan tahu pekerjaannya padahal Kira tidak ingat Pria tersebut.


"Kenapa bisa anda kenal saya kalo saya tidak kenal dengan anda?" mata Kira memicing, dalam otaknya dia terus bertanya-tanya siapakah pria itu sampai bisa mengenalinya hingga sebuah ingatan terlintas di pikirannya. Pria itu adalah Pria yang memintanya menemaninya tadi malam di bar. Iya, dia Pria itu!


"Oh anda, Pria yang tidak punya sopan santun asal menyentuh orang sembarangan ya?!" Kira bangun dari duduknya, mendekati kaca mobil itu sambil menunjuk-nunjuk Nathan yang menunjukkan wajah tengilnya.


Di bangku kepengemudi Rendy tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Gadis itu. Entah apa yang membuat Nathan tertarik pada Gadis itu padahal tidak ada yang spesial dari Gadis itu.


"Asal anda tau ya, saya emang jelek, tubuh saya pun gak ada bagus-bagusnya tapi anda sudah melecehkan saya jadi saya harap anda ganti rugi kalo tidak mau saya laporkan."


Nathan menganga tidak percaya.


Kira menodongkan tangannya di depan wajah Nathan. "Ganti rugi mana," pintanya.


Melihat wajah Nathan tidak bergeming, Kira memutar bola matanya. "Oke, karna saya lagi laper banget plus harus pulang cepat, anda saya biarkan kali ini." kata Kira lalu pergi meninggalkan mobil mewah Nathan yang masih terparkir di sana.


Nathan menutup kaca mobilnya ketika melihat punggung mungil Kira menghilang, wajahnya di tekuk. Rendy yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana lucunya Gadis itu dan Nathan.


"Jalan!" titah Nathan dengan wajah ditekuk.

__ADS_1


Begitu Nathan memberi perintah, Rendy pun kembali menyalahkan mesin mobilnya. Rendy masih tertawa.


__ADS_2