Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
23. Kira Cemburu


__ADS_3

Sesuai janji Nathan kemarin, akan menggantikan cemilan Kira yang ia makan kemarin. Sekarang Nathan dan Kira berada di mall tepatnya di super market di dalam mall. Kira yang tidak pernah berbelanja ke mall tidak mengerti caranya berbelanja di sana. Dia bahkan sempat tawar menawar dengan pegawai yang menjaga toko.


Nathan yang melihat Istrinya kebingungan berbelanja di mall hanya terkekeh geli. Kira benar-benar norak baginya. Mana ada orang yang tawar menawar di mall dan lagi dia berdebat dengan pegawai di mall itu karna harganya kemahalan.


Kira mengambil banyak cemilan di ranjang yang Nathan dorong, dia asal masukan apa saja. Pikirnya berbelanja banyak tidak akan membuat Nathan bangkrut kan?


Nathan melipat tangannya di atas ranjang belanja dorong, menatap Kira yang tengah mengambil makanan dan minuman dan memasukkannya ke dalam ranjang. Saat ingin memasukkan makanan dan minuman ke dalam ranjang belanja Kira terus menatap Nathan.


"Apa?" tanya Nathan saat Kira menatapnya.


"Saya udahan aja belanjanya." kata Kira, dia melihat keranjang belanjanya yang sudah penuh.


Nathan mengangkat kedua alisnya. "Yakin? Gak mau belanja lagi?" tanya Nathan. "Uang aku tak terhingga loh!" lanjutnya, pamer.


Kira menggeleng. "Gak, yang saya butuhkan udah dibeli jadi saya tidak mau berbelanja lagi."


"Beneran gak mau belanja lagi?" Tanya Nathan sekali lagi. Padahal dia suka saat Kira berbelanja menghabiskan uangnya tapi ia tahu bahwa Kira bukan Wanita matre yang gila harta.


Kira menggangguk yakin. Dia tidak membutuhkan apa-apa lagi, jadi untuk apa dia menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak berguna?


"Yaudah, kita ke kasir." Nathan mendorong ranjang belanja itu menuju kasir, di sebelahnya ada Kira yang berpegangan diujung bajunya seperti anak kecil yang takut kehilangan ayahnya.


Setelah membayar semua belanjaan Kira di kasir, Nathan dan Kira keluar dari super market. Nathan menenteng semua belanjaan Kira. Sudah tampan, mau menenteng belanjaan istri tanpa rasa malu benar-benar suami idaman kata Ibu-ibu yang melihat Nathan dan Kira.


"Mau makan dulu gak?" tanya Nathan, menatap Kira di sebelahnya.


"Gak usah lah,"


"Hadeehh, udah kurus juga gak tau diri banget. Makan yang banyak biar berisi, kan kalo montok enak di anuin-nya, akhhh!" ucap Nathan diakhiri dengan jeritan karna Kira mencubit perutnya.

__ADS_1


Kira menceberutkan bibirnya. Kenapa semua orang selalu mengomentarinya. Entah dari wajah atau pun tubuh padahal bagi Kira, fine-fine aja tuh.


Nathan tersenyum jahil. "Cie cie yang ngambek dibilang kurus. Padahal emang kenyataannya." ledeknya membuat Kira naik darah.


Dengan kesal Kira berjalan duluan meninggalkan Nathan dibelakangnya dengan menghentak-hentakan kakinya kesal. Menyebalkan!


"Hati-hati loh ada penculik mending kalau penculik kalau penjahat gimana, mau di culik terus di mutilasi? Ih kalo aku mah gak mau!" teriak Nathan walau tidak terlalu kencang.


Seketika langkah Kira terhenti. Wajahnya yang tadi marah langsung ciut ketakutan. Apalagi saat melihat seorang Om-om yang menatapnya dengan cepat Kira berlari kebelakang dan bersembunyi dibalik punggung Nathan dimana membuat Nathan tertawa kencang.


Kira yang tidak terima ditertawai Nathan seperti itu langsung mencubit pinggang Nathan hingga membuat Nathan memberhentikan tawanya dan menarik tangan Kira agar berjalan sejajar dengannya.


"Mangkanya jangan sok-sokan jalan duluan, dengerin kata suami jangan ngebantah itu kata mamah Kakah." omel Nathan yang membuat Kira menyengitkan dahinya.


"Mamah Kakah siapa?" tanya Kira bingung.


"Itu, adiknya mamah Dedeh." jawab Nathan, ngawur.


Sekarang banyak yang menatap mereka berdua. Seperti mereka berdua adalah pusat perhatian semua pengunjung mall. Apalagi saat Kira mencubit perut Nathan saat menertawakannya benar-benar pasangan yang serasi itu pun tidak dari pandangan semua pengunjung karna kebanyakan mereka mencibir Kira.


"Eh, tuan muda, kebetulan bertemu di sini." kata seorang wanita cantik yang tiba-tiba menghalangi jalan Nathan dan Kira. Wanita itu dengan tidak sopan nya bercepaka-cepiki dengan Nathan yang diam saja padahal jelas-jelas ada Kira di sebelah Nathan.


Entah kenapa melihat Wanita itu mencium pipi Nathan, Kira tidak terima. Ada perasaan aneh yang hadir dihatinya. Apa dia cemburu?


Nathan seketika memasang wajah datar. Dia menggenggam tangan Kira erat. Sedangkan Kira memandang wanita dihadapannya itu dengan kedua alis terangkat. Siapa wanita cantik itu, kenapa seperti sudah akrab dengan Nathan? Atau memang sok akrab saja melihat Nathan tidak meresponnya dari tadi.


Tatapan wanita itu yang tadinya menatap mendamba Nathan beralih ke Kira yang menatapnya dengan kedua alis terangkat. Wanita itu menatap Kira dengan tatapan menghina namun setelahnya dia langsung berakting seperti dewi. "Apa dia kekasih barumu? Wah cantiknya, kamu hebat sekali memilih pasangan Nathan." pujinya walau Kira tahu itu hanya akting saja.


"Dia istriku." Jawab Nathan datar.

__ADS_1


"Istrimu?" Wajah wanita itu terlihat terkejut dengan jawaban Nathan lalu menatap Kira dari atas ke bawah dengan tatapan sinis. "Ah, benar dugaanku. Pilihan mu sepertinya sangat tepat ya, Nathan."


"Apa dia beneran istrimu?" Tanya wanita itu sepertinya meragukan Kira sebagai istri Nathan.


"Iya, saya memang Istrinya, kenapa ada yang salah dengan saya?" bukan Nathan yang menjawab pujian Wanita itu tapi Kira yang menjawabnya dengan nada ketus.


Nathan melihat Kira seperti itu, tertawa geli dalam hati. Apa Istrinya sekarang sedang dalam mode cemburu? Akh, hati Nathan bagai berbunga-bunga sekarang.


Wanita itu tertawa renyah seperti mengejek Kira. "Aduh, kamu ini lucu ya? Pantas saja Nathan menikahimu." ucapnya dengan maksud mengejek Kira.


"Pantas? Tentu saja. Aku sangat di cintainya dan tentu saja pantas di nikahinya. Bukan begitu, sayang?" Kira memasang wajah tidak suka. Dia sengaja memeluk lengan Nathan didepan Wanita itu. Tidak peduli nantinya Nathan akan menggodanya atau meledeknya habis-habisan sekarang dia benar-benar tidak suka terhadap wanita itu yang sok sangat kenal dengan suaminya.


Jantung Nathan seakan ingin copot dari porosnya mendengar Kira memanggilnya dengan panggilan sayang. Nathan membeku di tempat.


"Benarkan sayang?" Kira menatap Nathan dan Nathan langsung menganggukinya.


Wanita itu mengibaskan rambut gelombangnya. "Tapi sayang ya, Nathan itu Playboy jadi omongannya--" belum menyelesaikan perkataannya Kira sudah lebih dulu memotongnya.


"Emangnya Playboy tidak bisa tobat?" potong Kira sinis.


Astaga, Kira membelanya habis-habisan. Segitu cemburunya kah Kira kepadanya?


"Aku tidak bilang begitu, loh!"


"Tapi saya tau apa maksud dari kata-kata anda!"


Wanita itu menatap Kira sinis, kalau saja Nathan tidak ada di sebelah perempuan itu dia sudah dari awal membalas perkataan perempuan itu.


"Ah, Nathan sudah lama kita tidak berbincang-bincang, bisakah kita makan bersama?" kata Wanita itu kepada Nathan.

__ADS_1


"Tentu, tapi bersama istriku." jawabnya dimana membuat Wanita itu kesal setengah mati tapi dia menutupinya dengan tersenyum terpaksa kepada Nathan dan tentunya kepada Kira juga.


__ADS_2