Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
75. Latihan Grebek Orang


__ADS_3

Nathan dan Kira seperti sedang digrebek melakukan hal mesum oleh Rendy. Mereka menatap Rendy yang menutup kedua matanya dengan tangannya dengan dramatis.


Nathan menatap kesal sekretarisnya itu. Buru-buru dia menutupi tubuh Kira dengan selimut. Dia tidak mau Rendy melihat tubuh aduhay Kira itu walaupun tubuh Kira jauh dari kata seksoy tapi tetap saja. Patut berhati-hati dengan Rendy, si sekretaris sialan itu.


"Dasar, t*lol! Asal masuk aja, ketuk dulu kek!" Gerutu Nathan, kesal. dia melempar bantal kearah Rendy saking kesalnya.


Rendy menjauhkan tangannya dari matanya. Dia menyengir seperti orang yang tidak berdosa sambil mengangkat kedua jarinya diudara. "Sori, brow. Gue sengaja sih. Abis gue takut terjadi apa-apa sama nona manis karna suaminya cemburu buta. Mangkanya langsung gue gerebek aja." Kata Rendy, tidak ada rasa bersalah dikata-katanya yang membuat Nathan makin kesal dengannya.


"Aduh, punya sekretaris tapi gak berakhlak! Asal buka pintu orang aja, emang lo polisi?!" Omel Nathan.


"Pengennya sih dari kecil gitu sih. Eh malah salah servis jadi sekretaris lo. Anggap aja tadi latihan buat grebek orang." Jawab Rendy. Sumpah demi apapun wajahnya itu ingin sekali dipukuli sakin menyebalkannya.


Jawaban Rendy justru membuat Kira ingin ngakak. Bukan cuma jawaban yang tidak masuk akal juga ekspesinya yang sangat sangat patut untuk ditertawakan. Sungguh, bagi Kira Rendy itu lebih lucu dari pelawak mana pun.


"Sumpah ya, kenapa juga gue jadiin lo sekretaris." Nathan heran dengan dirinya sendiri.


"Karna gue ganteng, soleh dan juga rajin menabung dong!" Sahut Rendy.


"Gak nyambung, goblok!" Ketus Nathan. "Kalo tadi gue lagi nganu gimana? Asal ngerebek orang aja lo!"


"Sori, sori yaelah. Gue khawatir sama lo, gara-gara mauren nunjukin foto ke lo. Lo jadi marah kemarin sama nona manis. Kan kasihan, b*go."


Nathan melirik Kira yang menatapnya dengan penuh tanda tanya. Kenapa juga Rendy harus membahasnya didepan Kira sih. Dia mau ngompor-ngompori atau gimana sih.


"Mauren? Kenapa sama Mauren?" Tanya Kira pada Nathan dan juga Rendy. Dia butuh penjelasan.


Kan. Kan! Kira pasti mikir macem-macem lagi dan ini semua gara-gara eneng eh salah gara-gara Rendy kutu kupret.


"Enggak, sayang. Dia gila mangkanya ngomong asal." Kata Nathan pada Kira.


"Heh, enak aja gue gila!" Rendy tidak terima. "Jadi gini nona, si bego ini nih," Rendy menunjuk Nathan yang melototinya. "Dia langsung darah tinggi pas Mauren kasih tau foto nona pelukan sama lelaki lain dikantor." Jelas Rendy.


Nathan menggerutuki Rendy dalam hati.


Kira menghebus nafasnya. "Udahlah. Itu cuma kesalahan pahaman kan? Jadi, jangan diperpanjang lagi." Kira tersenyum pada Nathan dan juga Rendy.


Nathan tidak percaya. Betapa beruntungnya dia mendapatkan Kira sebagai istrinya.


Begitupun Rendy. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kira. "Sungguh beruntungnya kau Nathan mendapatkan dia sebagai istrimu." Rendy bertelepati dengan Nathan.


"Benar, beruntung sekali aku mempunyai istri seperti dirinya."


"Eh? Kenapa natap aku begitu?" Tegur Kira ketika kedua orang itu menatapnya dengan mulut menganga.


"Tidak apa-apa nona." Entah kenapa Rendy melihat sosok Kira sebagai bidadari yang jatuh dari selokan.


"Udah ah. Sana lo pergi jauh-jauh dasar bujang lapuk! Gue mau dimandiin nih sama bini gue." Usir Nathan sedikit norak-norakin Rendy.

__ADS_1


Rendy menatap Nathan datar. Mau tak mau dia harus pergi walau cara pengusirannya tidaklah manusiawi.


Seperginya Rendy, Nathan menatap Kira dengan tatapan mendambah.


Kira yang ditatap begitu langsung mengangkat kedua alisnya. "Kenapa?" Tanyanya. "Udah sana mandi gih." Suruh Kira.


"Mandi bareng yuk." Ajak Nathan. Dia turun dari ranjang dan langsung mengendong Kira tanpa pesetujuan dari Kira.


Setelah itu apa yang terjadi hanya mereka yang tau.


Readers gak usah kepo, ya! -Nathan.


...****************...


"Non, non gak papa kan?" Tanya bi Tati, dari matanya memancarkan kekhawatiran yang kentara. Mungkin saja bi Tati mengetahui pertengkarannya dengan Nathan dan patut saja dia khawatir begitu.


Kira tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Gak papakan kok, bu. Tadi malem cuma pertengkaran kecil aja." Jawab Kira.


Bi Tati menghela nafas lega. "Syukurlah, bibi kira terjadi apa-apa sama kalian berdua." Kata bi Tati.


"Gak papa, bu. Tenang aja, sekarang Nathan juga udah bersikap kayak biasanya. Liat aja tuh." Ucap Kira, matanya menunjuk kearah Nathan yang tengah main game online dengan Raka, Vano dan Rendy. Dan mereka sedang bercekcok sekarang. Mereka beradu mulut satu sama lain.


Bi Tati terkekeh melihat tingkah anak asuhnya itu. Sungguh, perilaku dan kebiasaan Nathan tidak berubah sama sekali sedari kecil. "Dia gak pernah berubah." Gumam Bi Tati namun masih dapat didengar oleh Kira.


Kira menatap bi Tati dengan kerutan dikeningnya. "Maksud ibu?" Tanya Kira merasa penasaran dengan cerita masa kecil suaminya itu.


Kira tersenyum mendengarnya. Dia membayangkan bagaimana menggemaskannya Nathan kecil. "Ada kok, bu yang berubah. Dia nyebelin." Kira tertawa.


Bi Tati ikut tertawa. "Emang sih ya. Tapi cuma sama non kok, den Nathan jadi nyebelin."


"Mangkanya aneh kan bu?"


Merasa ditertawai seseorang, Nathan menoleh kearah Kira dan bi Tati yang duduk dimeja makan menyaksikannya yang tengah bermain game disofa bersama ketiga makluk asral itu.


Melihat Nathan menoleh, Kira melewekkan lidahnya kearah Nathan yang dimana membuat Nathan tersenyum dan membalas dengan memberikan ciuman jarak jauh.


"Yeehhh, malah romantis-romantisan sama Kakak gue lagi. Lanjut ngegame woi!" Tegur Raka membuat Nathan langsung melanjutkan bermain game lagi.


"Bawel!" Balas Nathan kesal.


...****************...


"Kak, kapan sih kakak lahirannya?" Tanya Raka, penasaran.


Kira yang tengah membuat susu hamilnya menoleh ke Raka. Dia menaikkan kedua alisnya. "Kenapa emangnya?"


"Ya, aneh aja, kok gak lahir-lahiran sih? Atau emang anaknya gak mau keluar ya karna orang tuanya gak ada yang bener." Ucap Raka seperti orang tidak berdosa sambil mengosok-gosok dagunya seperti tengah berpikir.

__ADS_1


Kira mendengar itu langsung menghadiahi Raka jeweran. Entahlah dia merasa kesal saja Raka bilang begitu. Masa iya dia dibilang gak bener?


"Siapa yang gak bener?"


Raka mengaduh kesakitan. "Aduh, duh aduh duh duh aduh, Kak, sakit tau!"


"Lagian kalo ngomong gak pernah disaring dulu!" Omel Kira. Dia melepaskan jewerannya ditelinga Raka.


Raka cemberut, dia memegangi telinganya yang memerah karna jeweran Kakaknya itu.


"Mau dibikin susu gak?" Kira menawari. Memang setiap malamnya Raka selalu memintanya membuatkan susu.


"Yaudah deh, aku juga haus nih." Jawab Raka menyentuh lehernya sendiri.


Kira tersenyum. Dia pun membuatkan juga susu untuk Raka tapi bukan susu ibu hamil, ya!


"Kak," panggil Raka.


"Apa?" Sahut Kira.


"Kakak kayaknya bahagia ya sama si babi itu." Kata Raka.


Sontak Kira berhenti memasukkan susu bubuk kedalam gelas yang ingin ia buatkan untuk Raka. Dia menatap Raka dengan kedua alis terangkat.


"Kenapa?" Tanya Kira heran.


Raka menggeleng sambil menyengir kuda. "Gak papa sih. Keliatan aja, kakak bahagia sama si babi itu."


Kira tersenyum. Dia langsung memeluk Raka. Entah kenapa kedengarannya suara Raka terdengar sedih dan penuh kekhawatiran akan dirinya. Dan dia bahagia karna itu. "Gak usah khawatir. Aku bahagia kok." Ucap Kira.


Raka membalas pelukan Kira, sudah lama kira-kira Raka tidak memeluk Kira karna adanya Nathan jadi dia tidak punya peluang untuk berpelukan dengan Kakaknya itu. Dan dia merindukan itu.


"Gara-gara si babi itu, aku jadi jarang ganggu kakak, dan itu bikin aku gedek." Ujar Raka.


"Heh, setiap hari juga kamu selalu gangguin aku ya!"


Raka tertawa. Dia melepaskan pelukan itu. "Buatin cepet dong, kak. Aku mau lanjut main nih." Kata Raka.


"Iya bawel. Udah dibuatin minta buru-buru."


"Abis kakak lelet banget bikin susunya. Mentang-mentang ibu hamil bikin susu lama, hu'uh."


"heh! ngajak berantem?"


"Cepet kak!"


...****************...

__ADS_1


MAAF BUAT READERS SEKALIAN, DUA MINGGU INI AKU GAK UP KARNA ADA KENDALA, TERUS JUGA SERING SAKIT-SAKITAN TAPI TENANG BUKAN COVID KOK. MAAF YA PASTI NUNGGUIN, AUTHOR BARU BISA NGELANJUTINNYA SEKARANG, SEMOGA GAK PADA MINGGAT YA!!


__ADS_2