
Di meja makan, hanya ada Kira, Raka dan Vano saja yang menikmati makan malam karna keadaan Nathan belum sangat membaik jadi dia sekarang ada di kamarnya. Entah apa yang dia lakukan di kamar, Kira pun tidak tahu.
"Kak, apa Kak Nathan udah baikan?" tanya Vano dengan kekhawatiran yang sangat kentara.
Raka yang melihat Vano khawatir pada Kakaknya tersenyum jahil, pasalnya semenjak dia tinggal di Mension Nathan, Vano itu orangnya cuek bebek. Nyapa Nathan aja gak pernah apalagi ngobrol, tapi melihat Vano khawatir begitu membuatnya tertarik.
"Ciwweee yang khawatir sama Kakak." kata Raka, menggoda Vano.
Vano berdecak dan melempar tatapan tajam kepada Raka yang tersenyum jahil padanya. "Diam ya! Gue gak ngomong sama lo!" ketus Vano.
Kira langsung menjitak kepala Raka yang kebetulan duduk di sebelahnya membuat Raka terpekik. "Emangnya salah kalo adik khawatir sama Kakaknya, hah?!" bentak Kira.
Vano tersenyum meledek Raka yang menatapnya tajam. Rasakan itu! Kira ada di pihaknya sekarang.
"Vano, udah kok bahkan sekarang dia pasti lagi main game online di kamar." jawab Kira menjawab pertanyaan Vano sebelumnya.
"Sakit kok main game." cibir Raka untuk Nathan yang tidak mungkin bisa mendengarnya.
"Heh, sadar diri! Kamu aja kalo sakit bukan cuma main game, nonton film dewasa juga sampe-sampe ketiduran." cibir Kira.
Wajah Raka memerah. "Gak kok! Kakak boong ya! Tuh kan keliatan jeleknya."
Kira memukul tangan Raka yang menunjuk-nunjuk wajahnya. "Tuh kan benar, keliatan mukanya merah." Kira menunjuk wajah Raka yang memerah itu.
"Kakak mah!" rengek Raka.
Vano tersenyum tipis, tidak ada yang melihatnya. Karna Raka dan Kira sibuk bertengkar sampai tidak melihat kalau Vano sedang tersenyum sekarang.
Kira tertawa melihat wajah kesal Raka, dengan sengaja dia mencubit pipi Raka gemas.
...****************...
"Hallo, Kiraaaku, muahh;*" Nathan memberi kecupan jarak jauh kepada Kira yang baru saja masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makan malam untuk Nathan.
Kira memutar bola matanya, dia berjalan mendekati Nathan yang terduduk menyender di ranjang dengan ponsel di tangannya, Kira yakin Nathan sedang bermain game online.
__ADS_1
"Udah makan malamnya?" tanya Nathan ketika Kira duduk di sebelahnya dan menaruh nampan itu di pahanya. Nathan memperhatikan gerak-gerik Kira.
"Udah lah, buktinya aku udah kesini bawain kamu makan malam lagi." jawab Kira, menyuapi Nathan makan malam itu.
Nathan langsung menyuap suapan Kira, dia tersenyum-senyum saat Kira menyuapinya. Entah kenapa dia begitu senang Kira perhatian dengannya.
Melihat Nathan tersenyum-senyum begitu, Kira menampar pipi kanan Nathan pelan dengan tangan kirinya karna tangan kanannya ia gunakan untuk memegang piring berisi makanan.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Kira hardik, dia menyuapi Nathan lagi.
"Cuma lagi mikirin tubuh polos kamu tanpa memakai baju, seksi gak ya?" Nathan memasang wajah yang siapa saja ingin mendaratkan pukulan di wajahnya.
Dua detik kemudian Kira menampar Nathan lagi, kali ini cukup kencang sampai Nathan menceberutkan wajahnya sambil mengelus pipinya. "Mes*m banget ya otak kamu!" cetus Kira.
"Mes*min istri sendiri gak papa kali, dari pada mes*min.."
"Mes*min siapa, Heh?!" nada bicara Kira meninggi.
Nathan menggeleng polos. "Gak kok, gak mes*min siapa-siapa kecuali kamu." jawab Nathan setengah merayu.
Nathan menatapi Kira yang berjalan ke ruang ganti, dia memanyunkan bibirnya.
Lima belas menit kemudian, Kira menyembulkan kepalanya dari pintu ruang ganti. Nathan yang sedang bengong menelisir kamarnya langsung terkejut melihat Kira hanya kepalanya saja di ruang ganti hampir dia jantungan karna mengira Kira adalah hantu pala buntung.
"Kamu membuat kakanda terkejut saja adinda." ucap Nathan memengangi dadanya.
Kira memutar bola matanya. "Kenapa baju tidurku di ganti lingerie semua?" tanya Kira.
Nathan pura-pura kaget. "Masa sih? Perasaan aku gak pernah nyuruh Rendy ganti baju tidur kamu loh!"
"Tuh kan! Pantes aja sekretaris Rendy tadi kesini bawa banyak bingkisan, ternyata itu suruhan kamu karna mau ganti semua baju tidur aku?!"
Nathan menggeleng sambil menyengir. "Gak kok, hehehe."
"Kamu ya nyebelin banget! Trus aku harus pakai apa sekarang?!" kata Kira setengah frustasi.
__ADS_1
Bayangkan saja baju tidurnya di ganti lingerie seksi semua sama Nathan dan lagi baju sehari-hari yang sering ia pakai semuanya kotor belum dia cuci.
Nathan mengangkat kedua bahunya. "Ya gak tau, pakai aja sementara." jawab Nathan santai.
"Kamu ini?!" Umpat Kira. "Awas aja ya!" ancamnya lalu menutup kembali pintu ruang ganti.
Nathan terkekeh geli melihatnya. Dia tidak sabar melihat Kira keluar dari ruang ganti memakai lingerie. Tidak sia-sia dia menyuruh Rendy melakukannya.
Tak lama kemudian, Kira keluar dari ruang ganti dengan memakai lingerie seksi berwarna pink, wajah Kira memerah karna dia malu sekaligus merasa risih memakai baju tersebut. Seberusaha mungkin dia menarik-narik lingerie itu sehingga menutupi pahanya namun usahanya sia-sia karna lingerie yang ia pakai modelnya sama semua, pendek-pendek. Kalau aja ia tidak terpaksa memakai itu, dia tidak akan memakai baju memalukan itu .
Nathan yang melihat Kira keluar dari ruang ganti langsung menatap Kira tidak berkedip sesekali dia menelan ludahnya susah payah melihat betapa seksi dan cantiknya Kira memakai lingerie itu.
Kira berjalan menghampiri Nathan yang masih menatapnya tidak berkedip. Wajahnya benar-benar merah sekarang. Sesampainya dia di ranjang, Kira mengambil bantal dan mendaratkannya ke wajah Nathan karna dia risih terus di tatap seperti itu.
"J-jangan liatin aku begitu bisa gak sih?!" bentaknya.
Nathan menetralkan perasaannya, dia mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. "Siapa yang liatin kamu, gak ada tuh." sahut Nathan.
Kira menidurkan tubuhnya di ranjang. Mulai sekarang dia akan tidur bersama Nathan karna dia merasa tidak pantas saja seorang Istri pisah ranjang dengan suaminya. Kira langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
Nathan pun sama, ia merosotkan tubuhnya. menidurkan tubuhnya. "Kira," panggilnya.
Kira yang masih malu hanya berdeham.
Sret!
Nathan memeluk Kira dari belakang dimana membuat jantung Kira berdisko secara dadakan. "Have a dream, Kira," gumam Nathan.
Tidak tahu lagi bagaimana jantung Kira sekarang. seperti ingin putus dari porosnya saking kencangkannya detak jantungnya. Tangan kekar Nathan itu memeluk perutnya dan juga nafas Nathan yang berada dilehernya membuatnya tidak karuan. Apakah dia bisa tertidur malam ini? Namun tidak bisa dipungkiri, Kira merasakan nyaman luarbiasa dipeluk Nathan seperti ini.Pelukan ini berbeda dari lainnya.
...****************...
VOTE!
LIKE!
__ADS_1
KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA!