Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
48. Candu


__ADS_3

Sepulang dari kantor Nathan langsung memasuki Mension nya ketika turun dari mobilnya, dia tidak pulang bersama Rendy karna musuhan katanya, jadi dia pulang dengan menyentir sendiri mobilnya.


Saat berjalan menuju tangga, Nathan melihat Raka yang terdiam melamun di ruang keluarga. Merasa penasaran dengan Raka yang tiba-tiba berubah menjadi kalem itu, Nathan pun mendekatinya dan berniat menjahilinya.


"Woi, bocah tengik. Kenapa lo?" tegur Nathan ketika melewati Raka menoyor kepalanya dan duduk di sofa single berhadapan dengan Raka yang duduk di sofa panjang.


Raka memutar bola matanya. "Ribet lo! Ganggu orang aja!" celetuk Raka.


"Ye, sadar diri dong, lo aja sering gangguin gue sama Kakak lo." balas Nathan.


"Emang itu tujuan gue ada di rumah ini, gangguin lo!" ketus Raka dengan wajah songongnya tentunya.


"Untung aja lo adik ipar gue, kalo gak udah gue habisin lo." Nathan berdecak.


Raka menyeringai menantang. "Cih, lo pikir babang Raka takut sama lo? Gak ada sejarahnya lort takut sama minion." ucap Raka membuat Nathan tertawa meremehkan.


"Kenapa bisa Kira punya adik kayak lo? Heran gue? Kakaknya galak, Adiknya selengean. " cibir Nathan.


"Jangan heran, kalo kekuatan gue sama Kakak di gabungin, bisa buat semesta gempar, loh!"


Nathan mengangkat sebelah sudut bibirnya. "Sekarang sekutu Kakak lo itu gue, karna gue suaminya. Jangan percaya diri deh." celetus Nathan.


Raka malah memicingkan matanya sambil tersenyum meledek Nathan. "Suami-suami tapi gak bisa naklukin istri. Parah." ledek Raka sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Yeee, enak aja! Kemarin malam gue udah berhasil naklukin Istri gue, buktinya kemarin malam gue ngambil mahkotanya." bangga Nathan, membusungkan dada.


Raka berdecak tidak percaya. Apa kah benar Kira sudah memberikan mahkotanya kepada Pria brengsek ini? Sulit di percaya Kira melakukannya.


"Bohong lo ya!" tuduh Raka, dia merasa tidak percaya saja Kira memberikan mahkotanya kepada Nathan walaupun Nathan adalah suami sah Kira.


Nathan tersenyum meremehkan, dia menyisir rambutnya yang terbelah dua ke belakang membuat Raka kesal melihat tingkahnya. "Tanyakan saja pada Kakak mu." jawab Nathan berbangga diri.


"Ckk, ckk, curiga gue. Lo pelet Kakak gue ya!" tuduh Raka yang makin menjadi-jadi, dia menunjuk-nunjuk Nathan


Mana mungkin Nathan melakukanya, toh dia sudah mempesona membuat Kira jatuh hati padanya. Lagi pun dia tidak suka bermain kotor apalagi sampai memelet Kira walaupun awalnya dia berencana begitu, hehehehe.


Mata Nathan melotot karna tuduhan Raka itu. "Gue udah mempesona plus seksi mana mungkin gue ngelakuin itu, gile kali." sarkah Nathan.


"Bisa aja, berhubung Kakak gue cantiknya nauzubillah." kata Raka tanpa berdosa.


"Gue aduin Kakak lo, loh!" ancam Nathan.


"Emang gue takut?" Raka memasang wajah santai.

__ADS_1


Perdebatan antar adik ipar dan kakak ipar itu langsung terhenti ketika melihat Vano melewati mereka dengan pakaian rapi seperti akan pergi.


Seperti biasa ketika Adik-Kakak itu berinteraksi pasti saling melempar tatapan dingin satu sama lain. Raka menatap Nathan dan Vano secara bergantian. Entah kenapa dia makin penasaran dengan mereka.


"Mau kemana kamu malam-malam begini, hah?!" kata Nathan dengan nada tinggi.


Vano menyeringai sinis. Apa peduli Kakaknya itu? Nathan dan Ayahnya sama saja, sama-sama brengsek dan juga sama-sama tidak pernah memahaminya dan itu membuat Vano muak.


"Kenapa?" bukannya menjawab dia hendak mau pergi kemana, Vano malah bertanya dengan nada dingin dan juga dengan satu alis terangkat.


Nathan menghebus nafasnya. "Kakak tanya kamu mau kemana malam-malam begini?" untuk pertama kalinya Nathan berbicara tanpa wajah dingin dan tidak dengan bentakan.


Raka hanya menyimak dan memperhatikan kedua orang itu saja sambil menikmati cemilan yang ada di meja di depannya. Seakan di depannya ada film drama yang langsung ia saksikan di depan mata.


"Aku juga tanya, kenapa?" balas Vano, belum menjawab kemana ia akan pergi.


Sungguh Nathan benar-benar geram dengan sifat keras kepala Vano. Dia ingin mencoba mengerti Vano mulai dari sekarang karna tanpa perlu di katakan dengan mulutnya, Nathan sangat menyayangi Vano.


"Vano, jangan bersikap kekanak-kanakan." ucap Nathan kepada sang adik.


"Aku? Jadi duta sampo lain?" sambar Raka, mencairkan suasana yang ada, yang malah membuat Adik-Kakak itu kompak memberikan tatapan tajam kepadanya.


"Harusnya Kakak tanyakan dulu pada diri Kakak, apa Kakak sudah bersikap layaknya orang dewasa?" balas Vano sengit kemudian dia beranjak pergi dari sana. Tidak mempedulikan Nathan yang marah padanya dan meneriaki namanya dengan lantang. Karna dia membenci semua orang, tidak ada yang mengertinya, sama sekali tidak ada.


Perdebatan dengan Adiknya membuat sakit kepala Nathan kambuh. Kepalanya sekarang berdenyut-denyut. Dia butuh obat penenang. Nathan memasuki kamarnya, dan matanya langsung menemukan Kira yang sedang merapikan pakaian kerjanya di sana.


Seketika senyumannya terlukis di bibirnya, melihat bagaimana sempurnanya Kira sebagai istrinya. Tanpa ia sadari denyutan di kepalanya sudah mereda karna hanya melihat wajah Kira yang begitu cantik fokus merapikan pakaian kerjanya.


Dengan cepat Nathan langsung mendekati Kira yang sudah berdiri di depan lemari memasukkan baju-baju yang sudah ia ia rapikan dan menggantungkan bajunya satu persatu ke dalam lemari.


Tanpa menunggu lama lagi, Nathan langsung memeluk Kira dari belakang membuat Kira terpekik terkejut, dia sudah menduga Nathan lah yang memeluknya jadi dia kembali memasukkan baju-baju Nathan ke dalam lemari.


"Baru pulang?" tanya Kira membuat Nathan yang menaruh dagunya di atas bahu Kira mengangguk spontan.


"Kenapa? Apa kamu merindukan suami seksimu ini?" goda Nathan membuat Kira mencubit lengan yang memeluk perutnya erat.


"Jangan kepedean!" cibir Kira.


"Jujur aja, aku tau kok kamu rindu sama aku. Sama aku juga rindu sama kamu." lagi, Nathan menggoda Kira.


Pipi Kira seketika memerah. Cuma hanya dengan kata-kata itu Kira jadi bersemu?


"Apaan sih!"

__ADS_1


Nathan tertawa di bahu Kira. "Cieee salto eh salting!" goda Nathan lagi.


"Jangan ngada-ngada ya!" ketus Kira.


Nathan tertawa lagi. Tangannya dengan iseng menyelusup ke dalam lingerie Kira dan ******* lembut dada Kira yang tidak terbungkus bra. Dimana membuat Kira berdeham supaya Nathan berhenti memainkan gunungnya namun siapa sangka Nathan makin menjadi-jadi, bibirnya menyentuh leher jenjang Kira, memberinya kecupan-kecupan singkat tapi berhasil membuat Kira merasakan sesuatu.


"Nathan!" peringatan Kira, dia mencoba menahan suara laknat itu karna Nathan sudah memainkan puncuk gunungnya, melintir dan mencubitnya gemas. "BERHENTI NATHAN!" bentak Kira.


"Berhenti apanya?" tanya Nathan berpura-pura tidak tahu.


Tidak tahan lagi, Kira pun akhirnya mencubit paha Nathan dengan kencang hingga Nathan menjauh darinya sambil meringis kesakitan.


Kira berbalik badan, menatap Nathan tajam dan dia melipat kedua tangannya di dada. "Mau aku pelintir burung kamu!" ancam Kira membuat Nathan bergidik ngeri. Baginya Kira sangat menakutkan.


"Jangan dong, nanti kalo terjadi apa-apa sama burung ku gimana? Nanti gak bisa buat kamu ngeluarin suara manjah itu lagi dong?" kata Nathan dengan wajah tidak berdosa membuat darah Kira naik.


"NATHAN!" geram Kira. Saking naik darahnya menghadapi Nathan, akhirnya Kira merangkak ke ranjang, menidurkan tubuhnya mendiami Nathan.


Nathan menatap Istrinya yang meringkuk di ranjang itu. Dahinya mengkerut, apa Istrinya sedang merajuk sekarang? Ya Tuhan, benar-benar menggemaskan.


"Hei, kamu merajuk?" tanya Nathan mengikuti Kira berbaring di ranjang di sebelah Kira yang membelakanginya.


Kira tidak menjawab. Dia tidak menghiraukan Nathan.


"Jangan merajuk dong, nanti jeleknya nambah loh! Terus makin buruk, loh!" kata Nathan membuat Kira sangat jengkel tapi seberusaha mungkin Kira tidak menghiraukannya.


"Kira, cantik tapi boong, jangan ngambek begitu dong. Ayo kita buat tuyul-tuyul yang lucu-lucu kayak semut." rujuk Nathan, dia memeluk Kira dari belakang.


"Gak! Udah sana jauh-jauh, gak usah dekat-dekat!" galak Kira.


"Lah kok gitu sih? Aku kan lagi kepengen." rengek Nathan.


Kira berdecak kesal. "Gak ada! Kamu pikir aku apa, gak malam gak pagi selalu di gagahi!"


"Ya, salah kamu kenapa kamu bikin aku candu."


"Emang aku peduli? Udah lah sana ganti baju, aku capek mau tidur!" Kira menyingkirkan lengan Nathan dari perutnya.


Nathan cemberut. "Jahat sekali kamu, menzolimi suami yang tidak bersalah ini." ucap Nathan dramatis.


Kira menoleh ke belakang, dia memberikan tatapan tajam pada Nathan yang langsung beringsut. "Udah sana ganti baju!" titahnya.


Dan langsung di patuhi Nathan. Gimana pun Nathan itu ciri-ciri suami takut Istri. Nathan langsung berjalan ke ruang ganti dengan lemas karna tidak ada jatah malam ini.

__ADS_1


Kira terus memandangi Nathan yang memasuki ruang ganti dengan wajah cemberut dan langkah lemas. Rasakan itu! Biar saja, itu hukumannya karna menyebalkan. Kira tersenyum, dia bahagia mempunyai suami yang penurut seperti Nathan atau memang Nathan yang terlalu takut padanya atau gimana yang terpenting dia gemas melihat suaminya.


__ADS_2