Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
69. Cewek Spesial Raka


__ADS_3

"Raka," panggil seseorang dikoridor sekolah membuat Raka yang ingin masuk ke kelasnya harus berhenti.


Raka mengangkat sebelah alisnya ketika orang itu berjalan ke hadapannya. Orang itu yang ia tahu adalah juniornya yang songong tapi kenapa tiba-tiba dia memanggil Raka? Ada gerangan apa junior itu memanggil Raka?


"Apa lo?" Kata Raka, dia melotot galak pada seniornya yang memutar bola matanya malas.


"Yaelah gitu amat. Tenang gak mau ngajak baku hantam kok." Kata pemuda itu yakni adalah junior Raka.


Raka mendengus. Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Menatap sengit juniornya itu. Siapa pun mau itu senior atau junior, Raka akan mengajak ribut dengannya. Gak tau kenapa rasanya Raka ingin saja mengajak ribut orang-orang mungkin karna dia gabut.


"Terus lo mau apa?" Tanya Raka tidak sabaran.


Pemuda itu mengambil sepucuk surat yang terlipat rapi dari saku celananya lalu memberikannya kepada Raka.


Raka menyerngitkan dahinya menatap sepucuk surat itu lalu menatap pemuda itu lagi. "Apa nih? Surat cinta? Wah, diam-diam ternyata lo suka ya sama gue? Ya amphunn, tapi sori ya lo bukan tipe gue." Ucap Raka.


Pemuda itu berdecak. "Najis. Gue juga milih-milih kali kalo mau belok masa iya gue demen sama manusia sialan kayak lo? Idih najis." Pemuda itu bergidik bahu.


"Terus ini apa? Dari siapa? Dikasih duit gak gue kalo baca surat ini?" Raka menyepret wajah pemuda itu dengan surat yang ia pegang.


Lagi-lagi pemuda itu berdecak sambil mengusap wajahnya. "Dari seseorang. Gak kenal gue." Jawab pemuda itu.


Kedua alis Raka terangkat. "Siapa?" Tanya Raka dengan penasaran.


"Dibilang gue gak kenal. Tapi kayaknya gue pernah ngeliat mukanya deh. Kayaknya dia yang sering bareng lo." Ujar pemuda itu makin membuat Raka penasaran.

__ADS_1


"Ciri-cirinya?"


"Hemmm, cewek kurus rambutnya panjang terus punya senyuman yang lebar. Dan katanya dia, dia itu teman dekat lo."


Tunggu? Punya senyuman yang lebar? Atau jangan-jangan itu dia? Tidak mungkin, kenapa dia memberi surat ini kepadanya?


Melihat Raka langsung terdiam, pemuda itu menepuk bahu Raka menbuat Raka tersadar.


"Itu cewek spesial ya bagi lo?" Tebak pemuda itu dan Raka diam. "Ketebak deh dari muka lo."


"Bacot! Udah sana pergi!" Usir Raka dengan wajah galak.


Pemuda itu menatap Raka kesal. "Makasih kek, udah dianterin juga. Tau gitu gue bakar aja suratnya." Sindir pemuda itu.


Seperginya pemuda pembawa surat itu, Raka berjalan ke kursi panjang dikoridor lalu duduk sambil menatap nanar surat yang ia pegang.


Dengan perlahan Raka membuka surat itu dengan hati-hati. Dia menatap tulisan yang ada didalam surat itu. Tulisan seseorang yang sangat berharga dihatinya lalu membaca surat itu dengan teliti.


Begini isi suratnya kawan-kawan.


Untuk Raka Hermansyah...


Hai, Raka atau Raher, kamu masih inget kan nama panggilan yang aku kasih ke kamu. Raher, nama kepanjangan kamu yang dibuat menjadi singkat tapi aku entah kenapa suka kalo manggil kamu dengan sebutan itu walau sebelumnya kamu nolak aku panggil begitu... Raka, kamu sehat kan? Maaf baru bisa ngasih kabar tapi lewat surat begini. Jadul sih, tapi mau gimana lagi?


Hari ini hari kelulusan kamu kan? Selamat ya! Wah, aku harap aku bisa datang memberi selamat buat kamu secara langsung tapi aku terlalu malu menunjukkan wajah ini. Aku malu sama kamu, Raka. Pasti sekarang kamu benci sama aku ya?

__ADS_1


Raka berhenti sejenak membaca surat itu lalu menggelengkan kepalanya. Dia tidak membencinya sama sekali tidak. Lalu dia kembali membaca surat itu lagi.


Aku cuma mau bilang makasih ya, udah mengijinkan aku jadi teman kamu walau dulu kamu gak suka banget sama aku. Dan maaf udah mengecewakan kamu, sungguh aku benar-benar minta maaf... Bisakah kamu memaafkan aku, Raka? Aku berharap kamu memaafkan aku yang kotor ini...


Raka, maaf memberitahu kamu tentang ini walau sama sekali tidak berguna. Aku akan pergi jauh dari jakarta besok. Aku berharap kita akan bertemu lagi, tapi disaat kita bertemu lagi aku harap kamu sudah menemukan gadis yang sangat kamu cintai. Aku mau ngeliat kamu bersama gadis yang kamu cintai dan jangan lupa ya undangannya suatu hari nanti.


Haha, maaf ya aku banyak nulisnya, banyak yang pengen aku ceritakan sama kamu tentang semua yang aku jalani tapi selembarannya habis.. huftt..


Gak tau mau nulis apa lagi. Pokoknya terimakasih atas semuanya dan juga maaf...


Fighting untuk kelulusan kamu. Sukses terus ya!


Salam...


Raka mengusap airmatanya yang jatuh tanpa izin. Untung saja tidak ada orang dikoridor sekarang jadi tidak ada yang melihat Raka yang tengah menangis setelah membaca surat itu.


Kemana kamu akan pergi? Bisakah kita bertemu untuk terakhir kalinya? Raka ingin melihat wajah gadis itu sekali saja. Tapi itu tidak mungkin.


Raka melipat kembali surat itu dan memasukkannya kedalam saku baju seragamnya lalu dia berdiri kembali ketujuan awalnya, masuk kedalam kelasnya.


...****************...


Raka adalah the real sadboy.


Beri komentar kalian tentang Raka, hiks....

__ADS_1


__ADS_2