Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
59. Kencan Romantis


__ADS_3

Malam ini, dengan dress merah maron, Kira dibawa ke restoran yang pernah ia datangi sebelumnya. Yah, tempat dimana mereka berkencan pertama kalinya disana. Restoran milik Nathan.


Kesan kencan pertama mereka adalah menyebalkan karna waktu itu Kira dibuat sebal, marah oleh Nathan berbeda dengan sekarang, mungkin ini kencan romantis yang pertama dalam hidup Kira.


Saat sudah berada diruang VVIP, bukan ruangan yang hanya boleh ditempati Nathan seorang. Yang dimana ruangan itu, ruangan terbuka diatap resto.


Nathan menekan tubuh Kira dengan lembut agar terduduk di kursi. Pemandangan di ruang VVIP berlangsung ke arah laut dan ruangan itu juga tidak tertutup. Banyak bunga-bunga dan lilin-lilin yang menggelilingi mereka juga menemani mereka, sangat romantis bukan?


Kira tersenyum bahagia. Ini pertamanya dia berkencan romantis seperti ini dan dia sangat bahagia. Dia menatap Nathan yang duduk disebelahnya, mata mereka langsung bertemu.


"Kamu cantik." Pujian yang tertahan sedari tadi akhirnya keluar juga dari mulut Nathan, Nathan membelai wajah Kira dengan lembut.


Pipi Kira memanas. Baru kali ini dia dipuji begitu dan itu sangat terkesan baginya apalagi yang memujinya suaminya sendiri.


"Kamu baru aja muji aku?" Tanya Kira, dia masih kurang percaya saja kalau barusan Nathan memujinya karna biasanya kan Nathan selalu mengatainya.


Nathan tersenyum tipis. "Emang kamu gak mau dipuji suami kamu sendiri, hm?"


Pipi Kira makin memanas. "Bukan begitu. Biasanya kan kamu ngatain aku, dan ini baru pertama kalinya kamu muji aku." Kata Kira malu-malu.


Nathan terkekeh. "Terus kamu maunya aku selalu ngatain kamu gitu?" Kedua alis Nathan terangkat.


Ayolah Kira, Nathan selalu mengatainya jelek karn itu kebalikannya. Seperti kata antonim, jelek berarti itu cantik, kenapa Kira tidak bisa paham sih?


Kira tidak menjawab perkataan Nathan. Dia terlalu berdebar sekarang jadi dia memilih melahap hindangan yang sudah ada dimeja. Jujur, bagi Kira kencan malam ini benar-benar romantis.


"Haduh, udah gede tapi makan masih berantakan ya?" Nathan lebih mendekat pada Kira, bibirnya menyapu saos yang berantakan disudut bibir Kira, menjilatnya sampai tidak tersisa membuat Kira mematung. Bagaimana tidak memantung coba kalau diperlakukan seperti itu oleh suaminya?


Nathan menjauhkan wajahnya sambil mencicipi saos yang ia bersihkan dari bibir Kira. "Manis." Katanya.


"Mana ada saos manis? Ini pedas tau!" Ucap Kira, pipinya memerah.

__ADS_1


"Mungkin karna saos itu ada dibibir kamu mangkanya manis."


"Dasar!" Gerutu Kira lalu melanjutkan melahap santapannya. Yang membuat Kira heran kenapa Nathan tidak ikut makan? Malah Pria itu hanya memandanginya saja.


"Kamu gak makan?" Tanya Kira sambil memasukan stick daging kedalam mulutnya.


Nathan menggeleng. "Ngeliat kamu makan aja aku udah bikin aku kenyang."


Kira mengangguk-anggukan kepala sambil terus melahap sepotong demi sepotong stick daging itu hingga tak tersisa.


Setelah sudah selesai makan, Kira menatap Nathan yang masih menatapnya. "Mau dansa bersama?" Ajak Nathan.


"Aku gak bisa dansa, Nathan. Serius."


Nathan tersenyum. "Aku ajarin." Nathan bangun dari kursinya lalu menyalurkan tangannya didepan Kira yang mengangkat kedua alisnya. "Maukah, kamu berdansa bersama ku, nyonya Kirana Larasati?"


Kira tersenyum. "Dengan senang hati, tuan Nathan Alberic." Jawab Kira, dia menerima saluran tangan Nathan sambil berdiri.


Begitu Kira berdiri, musik klasik terdengar. Ini semua seperti sudah direncakan Nathan. Nathan menaruh kedua tangan Kira diatas bahunya dan dia pun memeluk pinggang Kira. Mereka berdansa dengan pelan, karna Kira tidak mengerti melakukannya. Kira bahkan hanya mengikuti gerakan Nathan.


"Kamu tau, baru kali ini aku ngerasa bahagia banget. Dan orang yang bikin aku bahagia itu kamu, Kirana." Kata Nathan.


"Oiya? Kok aku gak percaya ya? Kamu kan buaya bisa aja kan kamu selalu ngomong begitu pas kamu kencani banyak wanita?"


"Kata siapa, orang yang pernah aku ajak berkencan cuma,," Nathan menggantungkan perkataannya karna melihat raut muka menakutkan dari Kira.


"Cuma siapa, hem?" Tatapan membunuh diberikan Kira pada Nathan yang langsung kicep.


Tangan Kira yang berada dibahu Nathan berubah menjadi memeluk Nathan, dia menyembunyikan kepalanya didada Nathan, mendengar detak jantung Nathan yang tidak beraturan yang akan berkerja jika Nathan bersama Kira.


Kira menghirup aroma maskulin dari tubuh Nathan. Dia sangat menyukai wangi itu, wangi itu selalu membuatnya tenang. Dia sangat-sangat menyukai wangi itu.

__ADS_1


"Seberapa besar cinta kamu ke Mauren dimasa lalu?" Tanya Kira.


Nathan terdiam beberapa saat lalu menjawab pertanyaan Kira barusan. "Lebih besar dari apapun." Jawab Nathan membuat Kira sesak mendengarnya.


Nathan membalas pelukan Kira. Dia berbisik ketelinga Kira. "Tapi itu sebelum aku kenal kamu. Setelah aku kenal kamu, semua berubah. Kehadiran kamu dalam hidupku merubah semuanya, perasaanku, kebahagiaanku dan ketika aku kenal kamu, aku mengerti bagaimana cara menjalani hidup." Ujar Nathan membuat Kira berkaca-kaca bukan karna ia sedih karna Mauren menempati posisi pertama saat sebelum bertemu dengannya melainkan kata-kata Nathan. Itu sangat membuatnya terharu.


"Sungguh Kira. Aku gak tau gimana jadinya kalau aku gak ketemu kamu. Kamu merubah aku, semuanya. Aku selalu berterimakasih pada tuhan karna menghadirkan kamu dalam hidupku. Kira, aku benar-benar bahagia. sangat saat bersama kamu." Sambung Nathan.


"Cukup, aku udah gak tahan lagi pengen nangis." Ucap Kira, dia menumpahkan airmata kebahagiaan didekapan Nathan.


Nathan tersenyum. Dia melepaskan pelukannya, menatap Kira yang menangis. Ibu jarinya bergerak menghapus airmata Kira sambil terkekeh kecil. "Kok malah nangis?"


Kira memukul perut Nathan. "Ucapan kamu bikin aku terharu tau."


"Masa?"


"Nathan ihh," rengek Kira.


Nathan terkekeh lagi. "Aku mau ngomong sesuatu yang selama ini aku tahan."


"Apa?"


Nathan menundukkan sedikit badannya agar sejajar dengan Kira lalu dia mendekatkan bibirnya ketelinga Kira. "Aku mencintaimu." Pengakuan Nathan membuat Kira tidak bisa berkata apa-apa lagi. Airmata kebahagiaan keluar lagi dari matanya tanpa izin.


"Terimakasih," lirih Kira yang membuat Nathan tersenyum lalu memeluknya lagi.


Ini pertama kalinya Kira mendengar kata-kata itu dari seseorang dan itu membuatnya benar-benar terharu dan juga bahagia.


"Terimakasih sudah mencintaiku."


Aku sangat-sangat berterimakasih karna tuhan sudah menemukan seseorang yang mencintainya seperti Nathan. Dan terimakasih telah menemukannya dengan Nathan walau awal pertemuan mereka benar-benar kacau. Aku sangat berterimakasih tuhan telah diberi kebahagiaan yang tak terhingga seperti ini. Walau aku tidak tahu sampai berapa lama kebahagiaan ini bertahan.

__ADS_1


Aku sangat bahagia, sangat. Tapi sebeberapa besar aku mempercayai kata-kata Nathan? Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku juga mencintai Nathan.


...****************...


__ADS_2