Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
41. Obsesi Mauren


__ADS_3

Nathan terkekeh geli, mengganggu Kira menjadi hobinya sekarang. Dia menaruh ponselnya di atas meja kerjanya lalu menyenderkan kepalanya ke senderan kursinya. Bisa di bayangkan bagaimana wajah kesal Kira sekarang. Akhhh, dia jadi ingin cepat-cepat pulang dan mengganggu Kira. Apa yang dilakukan Kira saat ini ya?


Saat sedang enak-enaknya memikirkan wajah Kira saat marah, Nathan langsung berdecak ketika seseorang mengetuk pintu ruangannya. Selalu saja ada pengganggu saat dia sedang bersantai-santai seperti ini.


Nathan mendengus kesal sebelum dia berteriak pada orang yang mengetuk pintu ruangannya dari luar. "Masuk!" teriaknya.


Setelah Nathan meneriaki menyuruhnya masuk, pintu ruangan Nathan yang sebelumnya tidak di kunci terbuka. Menampakkan Mauren yang memakai baju seksi sepeti biasa dengan senyuman di bibirnya.


Jujur saja, saat mengetahui orang yang mengganggu kedamaiannya adalah Mauren, hati Nathan menjadi hangat. Walau sudah menyakiti dan meninggalkan Nathan tetap saja Mauren pernah singgah di hatinya dan Mauren mempunyai tempat khusus di hati Nathan.


Mauren mendekati Nathan dan mendudukkan bokongnya di kursi depan meja Nathan. "Hai, maaf ya aku ganggu gak?"


Nathan menggelengkan kepalanya sebelum bertanya apa tujuan Mauren datang ke ruangannya. "Ada apa?" tanyanya.


Mauren tersenyum manis. Bahkan senyuman itu pernah menjadi candu nya dulu. "Aku cuma mau bawa makan siang buat kamu. Kebetulan tadi aku masak." jawabnya, menunjukkan paper bag di tangannya yang di dalamnya terdapat bekal makan siang yang sengaja ia buatkan untuk Nathan.


Mauren mendekati Nathan sembari membawa kursi yang sebelumnya ia duduki tadi ke sebelah Nathan. Dia masih tersenyum hangat begitupun dengan Nathan yang juga membalas senyumannya. Entah hipnotis apa Nathan menjadi tidak marah lagi pada Mauren yang pernah meninggalkannya dulu.


"Aku buat udang tepung goreng ke sukaan kamu, loh!" Mauren membuka tutup kotak bekalnya dan langsung memperlihatkan beberapa udang tepung goreng di dalamnya, makanan kesukaan Nathan.


Wajah Nathan menjadi sumringah melihat udang yang membuatnya lapar. Apalagi aroma dari udang tersebut membuat perut Nathan merengek ingin mencobanya.


Melihat wajah Nathan yang sumringah, Mauren mengambil salah satu udang tepung goreng itu dan menyodorkannya ke mulut Nathan.

__ADS_1


Awalnya Nathan diam saja namun karna dia benar-benar lapar sekarang, Nathan menerima suapan Mauren membuat Mauren tersenyum senang.


Setelah udang tepung goreng itu hampir sampai tidak tersisa, Mauren merebahkan kepalanya di dada bidang Nathan seperti sudah tidak tahu malu. Hal tersebut membuat Nathan biasa saja, karna dia sudah terbiasa dengan hal itu.


"Aku merindukanmu, sangat. Walau itu sudah fatal karna kamu sudah menjadi suami orang, aku tidak peduli. Aku merindukanmu, hanya itu." kata Mauren.


Nathan diam saja. Mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Mauren.


"Kamu tahu alasan aku meninggalkanmu kala itu?" Mauren menatap Nathan di dada bidang Nathan.


"Apa?"


"Karna aku begitu egois, ingin menyelesaikan studi ku di london. Dan sekarang aku menyesalinya." lirihnya.


Mata Mauren sudah berair. "Tapi aku mencintaimu, Nathan. Aku ingin hidup bersamamu selamanya." cicit Mauren.


"Yah, itu pun keinginanku. Tapi itu dulu, sebelum aku bertemu dengan istriku."


"Kamu jahat Nathan, aku mencintaimu, sangat. Apa aku tidak bisa memilikimu?"


"Mauren, aku sudah punya kehidupan baru ku, bersama istriku. Jadi bisa kah kamu memberhentikan ini semua? Jangan membuatmu terluka hanya karna kamu terlalu mencintaiku, Mauren." ucap Nathan.


"Oke, aku akan mundur. Aku akan menyimpan cintaku di dalam hatiku, selamanya. Tapi aku ingin bertanya padamu, apa kamu mencintainya?"

__ADS_1


Nathan terdiam. Dia pun tidak tahu perasaannya sekarang. Dia bingung dengan hatinya.


Melihat Nathan terdiam membuat Mauren yakin kalau Nathan masih mencintainya. Mauren menghapus air matanya. "Aku ingin selalu ada disampingmu. Walau kamu sudah menjadi milik orang lain." Kata Mauren, tegas.


Nathan menghebus nafasnya gusar. Mauren terlalu obsesi untuk mendapatkannya terlihat dari sorot matanya. Dan itu bukan Mauren yang ia kenal selama ini atau memang Nathan selama ini belum terlalu mengenal Mauren.


"Terserah apa mau mu." Jawab Nathan.


Mauren tersenyum. "Apakah aku boleh aku menjadi sekretaris pribadimu agar aku bisa bersama denganmu, melihatmu setiap hari?" Mana mungkin aku mundur untuk merebut Nathan kembali, jangan harap!


"Mauren,"


Mauren membekap mulut Nathan dengan jari lentikya. "Aku akan menjadi sekretaris pribadimu, bolehkan?"


Nathan menatap Mauren dengan kerutan di dahinya lalu dia menghebus nafas. "Aku akan memikirkannya." jawab Nathan membuat Mauren tersenyum penuh arti.


Oke, rencana pertama berhasil. Lihat saja Kirana Larasati, Aku akan merebut Nathan kembali dari pelukan mu dan aku juga akan membuatmu menderita selamanya. Jangan panggil aku Mauren kalau aku tidak bisa melakukannya. Aku akan merebut Nathan kembali, itu janji ku.


...****************...


BUAT PARA READER TERCINTOY KU.. MAAF YA KARNA UPDATENYA SETIAP TIGA HARI ATAU DUA HARI HARI SEKALI KARNA AKU BUTUH BERPIKIR BUAT BIKIN KELANJUTANNYA.. MAAF YA BUAT KALIAN YANG NUNGGU, AKU USAHAIN UPDATE SECEPATNYA.


JANGAN BOSAN TERUS BACA KARYAKU,, YA!

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN KOMEN YA READERKU SAYANG...


__ADS_2