
Nathan membuka matanya di pagi hari, dia melihat Kira tidak ada di sebelahnya karna seingatnya tadi malam mereka tidur bersama tapi kenapa saat Nathan membuka matanya Kira malah tidak ada?
Nathan terbangun, rasa sakit di kepalanya membuatnya mengerang kesakitan. Namun Nathan tetap berdiri sambil memegangi kepalanya yang sakit, mencari Kira di sudut kamar sambil teriak seperti orang kesetanan. "Kiraaaa, kamu dimana?!" teriak Nathan. "Aghh!" rintih Nathan merasakan kepala berdenyut.
Nathan terus berjalan sambil memengangi kepalanya sampai keseimbangan tubuhnya menghilang. Dia terjatuh di lantai sambil mengerang kesakitan seperti orang gila. "Agh!"
Nathan memukul kepalanya berkali-kali berharap rasa sakit itu akan menghilang dan supaya dia mencari Kira karna dia takut kehilangan seseorang yang ia sayangi untuk sekian kalinya. "Kira, kamu dimana?! Jangan tinggalin aku, Kiraa!" teriak Nathan.
Mendengar teriakan Nathan di kamar, Kira yang sedang mengobrol dengan para pelayan langsung khawatir dan langsung pergi ke kamarnya mengecek apa yang sebenarnya terjadi.
Kira membuka pintu kamarnya dan ia terkejut mendapati Nathan tergeletak di lantai sambil memukul dan menjedoti kepalanya sendiri. Dengan cepat, Kira menghampiri Nathan. "Nathan?"
Suara Kira membuat Nathan langsung menatapnya dengan mata memerah. Sekuat mungkin, Nathan berdiri dan memeluk tubuh mungil Kira erat seakan tidak ingin di tinggal Kira.
"Jangan tinggalin aku," lirih Nathan, dia menenggelamkan wajahnya di bahu Kira membuat Kira terdiam sejenak kemudian dia membalas pelukan Nathan.
"Aku gak pergi kemana-mana." sahut Kira.
"Jangan tinggalin aku, Kira.." lirih Nathan lagi.
Kira mengangguk. "Iya, aku gak pergi ninggalin kamu."
Nathan melepaskan pelukannya, seketika rasa sakit di kepalanya muncul lagi. Dia memegang kepalanya yang berdenyut hebat itu. "Agh!" Nathan mengerang kesakitan lagi membuat Kira khawatir.
"Nathan, kamu kenapa?" tanya Kira, khawatir.
"Kepala aku sakit, Kiraa, agh!"
Kira membawa Nathan ke ranjang, merebahkan Nathan di sana yang masih mengerang kesakitan setelah itu Kira duduk di sebelah Nathan, dia memegang kepala Nathan yang terus Nathan pukul dengan tangannya. Perlahan-lahan Kira memijit kepala Nathan berharap rasa sakit Nathan akan berkurang.
Pijitan yang Kira berikan berhasil membuat kepala Nathan berhenti berdenyut. Jari-jari Kira dengan lihai memijit kepala Nathan seolah di jarinya ada kekuatan sihir yang menyembuhkan rasa sakit Nathan.
__ADS_1
"Mendingan?" tanya Kira dan Nathan mengangguk.
Sebelah tangan Kira menghapus air mata di pelupuk mata Nathan. Sampai segitu kesakitannya Nathan kah?
"Aku panggil dokter aja ya?"
Nathan menggeleng. "Aku butuh kamu." jawab Nathan membuat Kira tertegun.
Kira tersenyum, pijitannya berubah menjadi elusan lembut di rambut Nathan. "Tapi kamu butuh sarapan, perut kamu pasti kosong." kata Kira lembut.
"Aku gak lapar."
"Gak lapar tapi perut kamu butuh di isi! terus kamu juga harus makan obat! Aku ambil makanan dulu ya? Kamu tunggu di sini." Kira ingin bangun dari duduknya namun Nathan mencengkram pergelangan tangannya.
"Jangan pergi." ucap Nahan, lirih.
Kita tersenyum lagi. "Aku gak pergi, cuma mau ngambil sarapan buat kamu terus balik lagi kesini. Aku gak lama kok."
"Janji?" suara Nathan menjadi imut dengan wajah yang tak kalah imut membuat Kira gemas melihatnya.
Kita terkekeh kecil lalu bangun dari duduknya. Sebelum pergi dia mengusap rambut Nathan sebentar lalu beranjak pergi dari kamar mengambil sarapan Nathan yang sudah di siapkan di dapur.
Sesuai janjinya, Kira tidak akan lama mengambil sarapan untuk Nathan. Tidak sampai sepuluh menit, Kira sudah kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi bubur dan segelas susu. Dia kembali duduk di tepi ranjang di sebelah Nathan setelah menaruh nampan itu di atas nangkas.
"Sekarang makan ya." Kira membantu Nathan terduduk dengan bantal menjadi senderan Nathan. Nathan tersenyum melihat berapa perhatiannya Kira padanya.
Kira mengambil mangkuk berisi bubur buatan Bi Tati lalu menyuapi Nathan dengan bubur tersebut tapi Nathan tidak mau membuka mulutnya membuat Kira mengangkat kedua alisnya pada Nathan. "Kenapa? Kamu gak suka buburnya? Ini buatan ibu loh!" kata Kira.
Nathan menggeleng. "Aku gak suka bubur. Rasanya lembek-lembek tapi kalo bantalan kamu aku suka."
"Hadeh, lagi sakit juga tapi sifat nyebelinnya gak hilang." Kira memutar bola matanya. "Ayo makan ya, nanti kamu makin sakit loh!" Kira berusaha membujuk Nathan membuka mulutnya namun Nathan masih menggelengkan kepalanya sambil melipat tangannya di dada.
__ADS_1
"Aku gak mau makan bubur!"
"Ayo dong buka mulutnya, berapa suapan juga gak papa asal perut kamu terisi." bujuk Kira. Tetap saja Nathan menggelengkan kepalanya, dia membungkam mulutnya rapat-rapat.
"Nathan buka mulutnya ya? Makan dua suap atau tiga suap aja?"
"Aku gak mau, Kira, titik!"
Kira pun menghebus nafasnya kasar. Dia menaruh lagi sendok di dalam mangkuk, dia menatap Nathan. "Kamu makan sampai habis, nanti aku bakal kasih kiss sama kamu, gimana?" penawaran Kira dimana membuat Nathan langsung sumringah dan menganggukan kepalanya dengan cepat.
Hadeh, ciuman aja langsung cepat! Dasar ya Nathan ini.
Kira langsung menyuapi Nathan dengan bubur itu. Awalnya Nathan selalu mengomentari bubur tersebut dengan komentar gak enaklah, rasanya hambar lah, menjijikan lah tapi akhirnya bubur di dalam mangkuk itu habis juga karna Kira selalu mengancamnya kalau Nathan tidak mau memakannya, dia akan menarik kembali kata-katanya yang akamalam cium Nathan jika dia tidak mau menghabiskan buburnya.
Namun siapa sangka Nathan menelan habis-habisan bubur itu walau dia sedikit jijik dengan teksturnya yang lembek.
Setelah mangkuk bubur itu benar-benar habis, Kira menaruh kembali mangkuk itu ke atas nampan dan dia mengambil segelas susu untuk Nathan.
"Kenapa kamu mabuk tadi malam?" tanya Kira setelah Nathan mengembalikan gelas itu kepadanya.
"Aku gak ingat apa-apa. Yang pasti tadi malam itu pesta klien ku dan aku bertemu-" Nathan menggantung kata-katanya, dia menatap Kira.
"Bertemu siapa?" tanya Kira lagi.
"Emm, bertemu Mauren di club itu dan dia menawari aku minum sampai akhirnya aku mabuk, mencium dirinya yang sempat aku kira itu kamu." jelas Nathan jujur, tidak ada dustaan di ucapannya karna memang itu yang ia ingat tadi malam.
Mendengar itu tatapan Kira yang tadinya menatap Nathan langsung beralih ke gelas yang ada di tangannya.
Nathan merasa sangat bersalah pada Kira. Dia pum meraih gelas dari tangan Kira dan menaruhnya di atas nangkas lalu dia menggenggam kedua tangan Kira.
"Kira, aku beneran tidak sengaja, aku serius. Yang ada di pikirkan ku saat itu hanya kamu sampai-sampai aku mengira kalau Mauren adalah kamu. Percayalah Kira, aku tidak melakukan apa-apa sama dia." jelas Nathan membuat Kira mendonggakan kepalanya menatap Nathan.
__ADS_1
"Kamu mabuk, mana mungkin kamu tau apa yang kamu lakuin sama Mauren tadi malam apalagi yang ada di pikiran kamu itu aku, jujur aku kecewa sama kamu."
Sekarang Nathan yang menundukkan kepalanya menatap tangan Kira yang berada di genggamannya. "Maaf." ucap Nathan pelan.