Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
26. Udang Goreng


__ADS_3

"Aduh, non kenapa masak?!" seru Bi Tati ketika menemukan Kira sedang memasak di dapur bersama para pelayan yang tengah menyiapkan makan malam.


Kira yang tengah mengaduk-aduk makanan yang ia masak di penggorengan menoleh dan tersenyum kepada Bi Tati yang baru saja datang ke dapur. "Lagi mau aja bu," sahut Kira langsung fokus ke masakannya takut gosong.


Setelah sudah matang, Kira menaruh masakannya ke piring kaca besar. Dia memasak makanan favorit Raka yaitu udang tepung goreng. Dia tersenyum mengingat wajah Raka saat dia memakan udang buatannya.


Melihat Kira tersenyum membuat Bi Tati juga tersenyum. "Masakin buat siapa sih non?" tanya Bi Tati membuat Kira tersentak.


"Buat Raka, bu. Dia paling suka sama udang di tepungin." jawab Kira.


"Oh, sama dong sama den Nathan. Dia juga suka sama udang tepung goreng. Dulu, dia sering minta bibi buatkan tapi sekarang jarang." kata Bi Tati sambil memotong bahan-bahan yang ingin di masaknya.


Kira mengangkat kedua alisnya. "Nathan juga suka sama udang goreng bu?" Kira meyakinkan.


Bi Tati mengangguk. "Iya. Suka sekali malah sampe-sampe bibi pernah bikin dua kilo udang buat dia makan sendiri."


"Yaudah, nanti aku buatin Nathan juga."


Bi Tati mengangguk sambil tersenyum. "Dulu, den Nathan punya kekasih. Dia cantik dan badannya juga bagus kayak model tapi bibi gak suka sama dia karna sikap dan sifatnya jelek." cerita Bi Tati. "Haduh, jangan lagi deh den Nathan balik sama dia." Gumamnya namun masih dapat didengar Kira.


Kira jadi penasaran dengan cerita Bi Tati. "Terus Bi? Kenapa mereka pisah?" Kira memancing Bi Tati agar menceritakan lebih banyak lagi. Dia ingin tahu masa lalu Nathan dengan wanita bernama Mauren itu.

__ADS_1


Bi Tati menghebus nafasnya. "Karna perempuan itu menyakiti den Nathan. Dia meninggalkan den Nathan disaat den Nathan lagi sayang-sayangnya. Sebelumnya bibi dan Sekretaris Rendy sudah menyuruh den Nathan memutuskan  hubungannya dengan wanita itu dan den Nathan membantahnya."


"Bibi kesel banget sama perempuan itu, sering tuh bibi jahilin sampe dia nangis-nangis ke den Nathan mengadu segala macam sampe nyuruh den Nathan mecat bibi." lanjut Bi Tati, matanya fokus ke sayur-sayuran yang ia potong.


"Terus Nathan mecat bibi demi perempuan itu?" tanya Kira makin penasaran.


"Tentu saja tidak, bibi cuma di omelin aja sama den Nathan tapi mau tau gak non di omelinnya gimana?" Bi Tati tertawa sendiri.


"Gimana bi?"


"Dia ngomel-ngomel tapi masih manja-manja ke bibi kan nyebelin itu anak. Haduhhh." Bi Tati menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti dengan tingkah anak majikannya itu. Kira yang mendengarnya tertawa, dia tahu bagaimana Nathan bermanja-manja dengan Bi Tati.


"Tapi nyebelin-nyebelin gitu sering bikin gemes kan, non?" Bi Tati tersenyum menggoda.


"Gemesin sih sampe pengen remes itu jantungnya, bu." tawa Kira lagi dan Bi Tati ikut tertawa.


Bi Tati memberhentikan tawanya. Dia melihat jam yang menempel di dinding dapur. "Dikit lagi pasti den Nathan pulang, non rapi-rapi sana biar seger di liatnya sama den Nathan." suruh Bi Tati sekaligus godaan.


Kira memanyunkan bibirnya. "Ih, ibu, aku gak pernah ngapa-ngapain loh sama Nathan."


"Kenapa non? Den Nathan kan seksi, badannya keker, perutnya kotak-kotak gitu kalo bibi masih muda pasti langsung pingsan ngeliatnya, masa non gak tergoda sih?" goda Bi Tati lagi.

__ADS_1


Mengingat tubuh Nathan, pipi Kira jadi memerah. Dia menepis pikiran mesumnya. Dan menatap Bi Tati yang menatapnya dengan kekehan kecil.


"Tapi perlu non tahu, setiap suami merasa tersiksa jika keinginan batinnya tidak terpenuhi dan non akan jadi istri durhaka karna tidak melayani suami dengan baik." ceramah Bi Tati. Seketika Kira jadi merasa bersalah.


"Tapi, aku cuma belum siap, bu." Kira menundukkan kepalanya.


"Siap gak siap non tetap harus melayani keinginan suami karna surga non sekarang ada di suami."


Kira gelisah. Dia takut menjadi durhaka karna tidak pernah menuruti apa kata suami. Aku harus bagaimana? Apa malam ini aku mengajaknya tidur bersama? Akh, aku bingung!


"Waktu bibi tahu den Nathan menikah sama non, bibi senang banget. Ngeliat dari foto yang diberikan den Nathan waktu itu, bibi udah bisa menyimpulkan kalau bibi sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama non." Bi Tati lanjut bercerita diakhiri dengan tawaan.


"Emang Nathan kasih tahu Ibu kalau dia ingin menikahi aku?" Tanya Kira penasaran.


Bi Tati mengangguk. "Dia cerita semua tentang non. Bagaimana kencan paksaan pertama kalian, bagaimana sikap kamu yang menghadapi Nathan. Dia menceritakan semuanya sama bibi."


Kira terdiam. Apa benar semua yang diceritaka  bi Tati? Atau itu hanya kebohongan semata? Tapi kenapa hatinya menghangat mendengar semua itu?


"Tapi non tau gak? Non wanita pertama yang berani nolak pesona den Nathan. Itu yang bikin bibi langsung tertarik sama non. Dan bibi langsung menyuruh Nathan menikahi non, dan non tahu gimana jawabannya dia? 'Tanpa ibu suruh aku juga mau nikahin dia, bu. Kan keren punya istri sejelek dia.' Begitu katanya non. Bibi bisa lihat senyuman bahagia den Nathan saat mengatakannya."


Kira diam seribu bahasa, manatapi udang tepung goreng buatannya yang sudah jadi.

__ADS_1


__ADS_2