
"Ibuku seorang p*lacur, dia bertemu dengan Ayahku saat berada di dalam club malam dan mereka tidak sengaja bertemu dengan keadaan Ayahku mabuk berat saat itu."
Kira mengangkat kedua alisnya, penasaran dengan cerita Nathan selanjutnya namun Nathan malah menghebus nafasnya gusar. "Lalu?" Kira semakin penasaran. posisinya masih sama, di atas pangkuan Nathan.
"Ya, seperti yang kamu pikirkan. Mereka melakukannya, melakukan hubungan terlarang itu. Seharusnya mereka tidak melakukan itu. Sial, aku sangat kesal rasanya." Nathan terkekeh pelan yang dimana suara kekehan itu terdengar seperti tawaan yang menyakitkan.
"Dan saat ibuku mengandung diriku, Ayahku sudah mempunyai tunangan yang sebentar lagi akan menikah tapi Ibuku meminta pertanggung jawaban darinya setidaknya sampai aku lahir.
Dan saat itu tiba, Ibuku meninggalkan ku kepada Ayahku. Cerita hidupku begitu rumit. Ayahku menikah dengan tunangannya dan Ibuku, dia mendapatkan seseorang yang menyayanginya. Mereka mempunyai keluarga masing-masing."
Kira bisa melihat kesedihan, kesepian serta penderitaan di dalam mata coklat Nathan. Dia tidak tahu ternyata Nathan mempunyai cerita masa kecilnya yang sangat kelam dan menyakitkan. Ia kira Nathan adalah orang yang sempurna baik dalam segala hal ternyata dia salah.
"Dan saat aku berumur lima tahun, di sanalah rasa sakit yang sebenernya. Ayahku selalu mencampakkan aku bahkan aku setiap minggunya selalu berkunjung ke masing-masing rumah orang tuaku. Oiya, aku tinggal bersama Kakekku sejak kecil, tidak bersama Ayahku karna Istrinya selalu mengancamnya jika aku tidak keluar dari rumahnya."
"Aku selalu berharap mereka berdua melihatku atau menyapa ku seperti orang tua kebanyakan tapi apa yang mereka lakukan saat aku datang ke rumah mereka masing-masing? Mereka membentakku, memakiku dan yang lebih parahnya mereka melakukan kekerasan padaku. Menyakitkan, bukan?" Nathan tersenyum pahit mengingat masa lalunya.
"Tapi bagi ku itu tidak masalah, karna masih banyak yang menyayangiku contohnya, Bi Tati, Kakekku dan Pak Yayat. Mereka selalu mendukungku walau yang paling ku butuhkan dukungan dari kedua orang tua ku."
"Hidupku seperti dalam kegelapan. Sepi, kesepian, sendirian. Kamu tau, aku sering mimpi buruk, bukan sesekali tapi setiap harinya. Aku tidak bisa tidur dikala malam namun adanya Bi Tati dan alm Kakekku, aku merasa kuat walau cuma bisa dibilang sedikit.
Kira, kehidupan ku begitu menyedihkan. Sangat. Aku terjebak dalam kegelapan. Dan kamu tau apa hal yang paling menyakitkan? Aku tidak pernah merasa hidup, aku tidak bisa merasakannya." Nathang menggeleng-gelengkan kepala, dari mata memancarkan kesedihan yang luarbiasa.
Merasa tidak kuat lagi mendengar cerita Nathan, Kira secara tba-tiba memeluk Nathan, menempelkan pipinya di dada bidang Nathan. Memberi kekuatan pada Nathan. Kisah Nathan ternyata lebih rumit darinya pasti itu sangat menyakitkan. "Udah, jangan cerita lagi kalo itu bikin kamu ngingat masa menyakitkan itu lagi." ucap Kira.
Bagaimana seorang anak kecil yang tidak berdosa di campakkan kedua orang tuanya saat anak itu butuh kasih sayang, dia bisa merasakan pedihnya itu.
Nathan terkekeh ketika Kira memeluknya. Dia membelai lembut rambut Kira. "Apa sekarang kamu merasa kasihan padaku, hem?" Kira tidak menjawab. Dia hanya menggelamkan wajahnya di dada Nathan.
__ADS_1
Hidupku begitu menyedihkan. Aku sendirian, kesepian, aku terjebak di kegelapan. setidaknya kehadiranmu membuatku merasa lebih baik bahkan jauh lebih baik, Kira. Batin Nathan, dia terus membelai rambut Kira.
"Udahlah, gak udah sedih begitu. Itu kehidupan ku kenapa kamu yang merasa sedih, hm?" Nathan tersenyum.
"Siapa yang sedih." sarkas Kira. Dia menatap wajah Nathan lagi yang tersenyum padanya.
"Siapa ya? Istriku yang jelek ini deh kayaknya." ledek Nathan membuat Kira mengembungkan pipinya menggemaskan.
"Why you so cute, Kira?" Nathan geram sekaligus gemas pada Istrinya yang sangat imut itu. Dia mencubit pipi Kira dengan gemasnya.
Kira tersenyum lebar. Btw, baru kali ini, loh! Kira di puji imut oleh seseorang dan itu membuatnya berbunga-bunga apalagi yang memujinya suaminya sendiri.
"Why you so stupid, Nathan?" balas Kira dengan nada menggemaskan, kemudian perempuan itu tertawa renyah melihat wajah Nathan berubah menjadi masam. Tapi Kira tahu ekspresi Nathan tidak bertahan lama karna setelahnya wajah Nathan menjadi bersinar dengan tawanya.
Tawa mereka mengisi keheningan malam. Menjadikan mereka pasangan suami-istri yang sangat berbahagia.
"Nathan, hahahhaha, berhenti, hahahhaha." tawa Kira yang begitu merdu di telinga Nathan.
"Hukuman untuk seorang Istri yang berani mengatai suaminya bodoh!" kata Nathan dengan nada di buat-buat marah.
"Berhenti... Aku gak kuat... Hahahaha..." Kira benar-benar tidak kuat tertawa lama-lama. Perutnya sakit dan rahangnya pegal karna tertawa kencang.
Nathan akhirnya memberhentikan aksi menggelitik Istrinya, dia menatap wajah Kira yang memerah karna terus tertawa. Aku harap kamu tidak pernah meninggalkan aku, Kira. Karna kalau itu terjadi, itu akan membuatku mati dalam keadaan sangat mencintaimu.
"Puas, ngeliat Istrinya tersiksa karna terus ketawa, hah?!" omel Kira. Akh, Nathan merindukan wajah itu, nada omel itu dan juga mata yang menatapnya tajam. Dia merindukan itu entah kenapa. Padahal hampir setiap hari Kira terus mengomel padanya.
Nathan terkekeh, dia mendekatkan bibirnya pada bibir Kira memberi kecupan singkat kepada Kira lalu bibir itu beralih mengecup kedua pipi Mika dan terakhir mengecup bibir Kira lagi.
__ADS_1
Kira yang di perlakukan seperti itu kaku. Dia merasa dekupan jantungnya selalu tidak normal saat bersama dengan Nathan. Ia kira itu adalah suatu penyakit jantung.
"Cieee, yang speechless di cium suaminya.." goda Nathan yang langsung mendapatkan tamparan di pipinya dari Kira.
Orang lagi berdebar kencang akibat kecupan-kecupan itu malah di goda. Kan menyebalkan suaminya itu. Huh!
"N-nyebelin!" gugup Kira. Dia membuang wajahnya ke sembarang arah menghindari manik mata coklat milik Nathan.
"Sayang.." panggil Nathan dengan nada manja membahana.
Pipi Kira memerah mendengarnya. Dia seperti akan mati dalam keadaan dekupan jantung yang kencang ini.
Nathan menarik dagu sang istri agar menatap kearahnya. Saat kedua mata mereka menyatu, mereka terdiam seketika. Hanya dekupan jantung dari keduanya yang mengisi keheningan.
Lama terdiam saling menatap, akhirnya Kira mengangkat kedua alisnya. "Hem?" sahutnya dengan wajah yang imut.
Nathan menatap mata Kira dalam. Dia ingin Kira merasakan cinta yang ia miliki yang sekarang hanya untuk Kira seorang. "Mau berjanji?" katanya dengan wajah serius.
Kedua alis Kira menyatu. "Janji apa?"
"Jangan pernah ninggalin aku."
...****************...
GIMANA GIMANA? SEDIH GAK?
VOTE, LIKE DAN KOMEN YA JANGAN LUPA! OKE?
__ADS_1