Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
27. Kira Kerasukan?!


__ADS_3

Di meja makan. Kira terus memikirkan perkataan Bi Tati tadi, dia bahkan tidak ***** makan karna memikirkan itu. Apa dia Istri yang durhaka membiarkan Nathan tersiksa setiap harinya? Dia frustasi!


Melihat Kira mengacak-acak rambut sebahunya membuat Nathan, Raka dan Vano menatap Kira bingung, apalagi saat wajah Kira berekspresi menangis tapi tidak mengeluarkan air mata yang membuat mereka heran lagi Kira berteriak-teriak tidak jelas.


Seketika Raka dan Nathan khawatir Kira kerasukan makhluk gaib tidak dengan Vano hanya menatap bingung Kakak iparnya itu.


Nathan dan Raka saling lihat-lihatan. Mereka mengisyaratkan sesuatu yang hanya mereka berdua yang tahu. Dan mereka berdua saling mengangguk-anggukan kepala kemudian mereka beranjak dari kursi mendekati Kira lalu memegangi kedua tangan Kira membuat Kira terpekik terkejut.


"Dasar makhluk gaib ganjen berani banget lo masukin badan istri gue?!" bentak Nathan. "Keluar lo s*tan dari tubuh istri gue?!" lanjut Nathan. Dia memegangi tangan kanan Kira erat takut makhluk gaib yang sekarang merasuki tubuh Kira mengamuk.


Di sebelah kiri, Raka pun melakukan hal yang sama. "Tau lo s*tan berani banget lo ngerasukin Kakak gue, ganjen banget lo!" seketika dahi Raka mengkerut. Dia menatap Nathan. "Kalo s*tannya perempuan gimana?" tanyanya dengan polos kepada Nathan.


"Oiya ya."


Sedangkan Vano hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya dengan tingkah konyol Kakaknya dan Raka. Ingin dia tertawa tapi dia gengsi.


"Keluar kau dari tubuh Istriku!" teriak Nathan.


"Bacain ayat kursi cepet!" Kata Raka.


"Allahuma bariklana.."


"Itu doa makan beg*!"


"Oh iya ya?"


"Baca ayat kursi yang bener."


Sudah tidak tahan dengan tingkah Raka dan Nathan, Kira menghentakkan tangannya membuat genggaman Raka dan Nathan di tangannya terlepas. Dia menatap jengkel Raka dan Nathan.


Tapi itu malah membuat Raka dan Nathan yakin kalau Kira kerasukan betulan. Dengan kompak mereka membacakan doa sambil memegangi tangan Kira lagi lebih kencang.


"Ini apaan sih?!" akhirnya Kira membuka suara membuat Raka dan Nathan menyengitkan dahinya.


"Kakak gak kerasukan?"


"Kamu gak kerasukan?"

__ADS_1


Kira berdiri dari duduknya, dia meraih salah satu telinga mereka berdua hingga mereka berdua menjerit kesakitan. "Siapa yang kerasukan?!"


"Kamu lah."


"Kakak lah."


Kira makin mengencangkan jewerannya kepada kedua makhluk konyol itu. "Aku gak kerasukan tapi kalian yang kerasukan, kerasukan hantu gila!"


"Ad, aduh, aduh, sakit kak!" jerit Raka.


"Sakit jelek!" jerit Nathan juga.


Vano tersenyum menahan bibirnya yang ingin tertawa namun dia tidak bisa menahannya lagi, dia tertawa melihat tingkah konyol Raka dan Nathan dimana membuat Kira, Nathan dan Raka menatap Vano bingung.


"WAH, SEKARANG DIA YANG KERASUKAN?!" histeris Raka, menunjuk Vano yang tertawa itu.


Nathan yang melihat adiknya tertawa lepas seperti itu tersenyum diam-diam karna selanjutnya dia juga histeris seperti Raka.


"WAH SI KANEBO KERASUKAN!" histeris Nathan tak kalah lantang membuat Kira yang mendengarnya langsung memukul kepala kedua makhluk di sebelahnya.


Vano memberhentikan tawanya, dia langsung mengubah ekspresinya menjadi datar seperti sebelumnya. Dia canggung karna semua mata melihat ke arahnya. Vano pun melanjutkan acara makannya.


"Wah, setannya udah keluar ya pantas aja sih, setannya juga mandang fisik kali." kata Raka dengan cengiran di bibirnya.


"Berisik lo!" ketus Vano.


"Sekarang kalian berdua lanjutin makan lagi?!" titah Kira kepada Raka dan Nathan yang langsung menunduk.


"Baik, nyonya." jawab mereka berdua bersamaan.


...****************...


Kira terbangun di tengah malam karna tenggorokannya kering. Dia bangun dari sofa dan  berjalan ke nangkas di sebelah Nathan tertidur di rajang, dia mengambil gelas yang di sudah diisi air di dalamnya. Nathan memang sengaja selalu menyiapkan air itu di atas nangkas. Entahlah untuk apa yang pasti setiap pagi air di gelas itu masih utuh.


Kira meneguk air itu hingga setengah, dia menatap Nathan yang tertidur nyenyak. Wajah Nathan kalau sedang tidur seperti itu sangat menenangkan. Kedua sudut bibir Kira terangkat, wajah tidur Nathan mirip seperti bayi yang sangat menggemaskan berbeda lagi kalau Pria itu bangun, dia selalu membuatnya jengkel dan marah.


Namun senyuman Kira berubah menjadi kerutan dikeningnya melihat tidur Nathan menjadi gelisah. Wajahnya yang tadinya tenang seperti anak bayi menjadi seperti orang ketakutan.

__ADS_1


"Gak, gak, gak!" gumamnya dalam tidurnya.


Kira tahu sekarang Nathan sedang bermimpi buruk dan itu membuatnya tidak tega. Wajah Nathan yang biasanya tengil dan songong kini menjadi gelisah dan ketakutan.


"Jangan tinggalin aku, gak," gumamnya lagi. Keningnya banjir dengan keringat. "Ku mohon, jangan tinggalkan aku.."


Kira benar-benar tidak tega. Dia terduduk di sebelah Nathan berbaring dan mengangkat kepala Nathan ke dadanya. Mungkin itu akan membuat Nathan tenang dan tertidur nyenyak lagi. Namun siapa sangka, belaian tangan Kira di kepalanya membuat Nathan langsung ternyenyak lagi? Nathan bahkan memeluk tubuh Kira yang terduduk erat seperti tidak mau di tinggalkan Kira.


Apa yang dimimpikan Nathan sampai dia ketakutan begitu? Siapa yang meninggalkannya? 


Kira menggelengkan kepala pelan. Menepis pertanyaan-pertanyaan yang ada diotaknya. Seharusnya yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana bisa terlepas dari pelukan Nathan.


Kira mencoba melepaskan pelukan Nathan pelan-pelan, dia takut Nathan terbangun namun Nathan justru malah semakin memeluknya erat.


"Jangan pergi," gumamnya.


Kira mengurungkan niatnya agar di lepaskan Nathan. Dia pasrah. Tak lama kemudian rasa kantuk menguasainya, Kira menutup mulutnya yang menguap. Dan akhirnya Kira tertidur terduduk dengan kepala ia tumpukan ke kepala Nathan yang berada di dadanya.


Pagi harinya Nathan terbangun, dia mengerjab-ngerjabkan matanya. Dia menatap seseorang yang dia peluk dari tadi malam dan ternyata bukan mimpi, Kira berada di sebelahnya, tertidur dengan posisi duduk. Jadi, yang tadi malam itu bukan mimpi?


Tangan Nathan terangkat menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Kira. Seketika dia tersenyum melihat Kira. Cantik, satu kata untuk Kira saat ini.


Tak lama kemudian Kira terbangun, dia merasa tubuhnya pegal karna tertidur dengan posisi terduduk semalaman. Mengetahui Kira sudah bangun, Nathan menutup matanya lagi, berpura-pura masih tertidur. Bibirnya tidak sengaja mencium dada Kira sebelah kiri membuat Nathan merasakan benda padat itu di bibirnya secara langsung karna sekarang Kira tidak mengenakan bra.


Kira meringis merasakan betapa pegal-pegalnya badannya sekarang. Dia menatap Nathan yang masih tertidur di dadanya, berpura-pura maksudnya. Nathan begitu nyaman tertidur di dadanya sampai Kira tidak tega membangunkannya.


Sial, karna dada padat Kira sekarang adik kecilnya terbangun.


Nathan tidak tahan jika terus begini, akhirnya dia mengakhiri dramanya yang berpura-pura tertidur. Dia mengerang seperti orang baru bangun tidur betulan padahal cuma bohongan.


Melihat Nathan terbangun, Kira langsung bangun membuat kepala Nathan terjatuh di kasur. Kira menggerakkan badannya yang masih terasa pegal-pegal.


Baru juga menikmati surganya dunia, Nathan malah kena ampasnya. Nathan menggaruk-garuk seprai putih ranjangnya, dia menatap Kira kesal.


"Kenapa?" tanya Kira mengetahui tatapan Nathan.


Nathan menggeleng. "Gak apa-apa."

__ADS_1


__ADS_2