Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
31. Nathan Mabuk?


__ADS_3

Malam ini, Nathan datang ke pesta undangan Kliennya di bar. Dia datang bersama Rendy tentunya.


Nathan memandang sekeliling club, banyak orang-orang yang menari di dance floor tapi tidak dengannya bahkan Rendy sudah mendekati salah satu wanita seksi di sana. Nathan menghebus nafasnya, dia hanya menonton aksi Rendy kepada wanita itu di bar tender.


"Nathan?" senyuman Mauren mengembang ketika melihat Nathan duduk di bar tender sendirian. Wanita itu tadinya hanya ingin bermain-main di club eh malah bertemu dengan Nathan di sana.


Mauren memeluk Nathan dari belakang denganĀ  beraninya membuat Nathan tersentak kaget. "Nathan, kok kamu bisa ada di sini?"


Nathan terdiam kemudian dia melepaskan pelukan Mauren di belakang tubuhnya. "Seharusnya aku yang tanya, kamu sedang apa di sini?" Nathan balik bertanya.


Mauren tersenyum lebar pada Nathan, dia duduk di sebelah Nathan dan menatap bar tender yang tengah membersihkan gelas-gelas. "Minuman yang banyak alkoholnya ya." pintanya pada bar tender itu dan di angguki bar tender.


Nathan yang melihat Mauren memesan minuman menatapnya tidak percaya pasalnya, baru kali ini dia melihat Mauren berada di club dan memesan minuman dengan kadar alkohol tinggi.


"Kamu suka minuman?" tanya Nathan dengan tidak percaya.


Mauren menatap Nathan lagi dan mengangguk. "Iya, udah lama kok." jawabnya enteng dimana membuat Nathan menatapnya dengan wajah yang sulit di artikan.


"Ini nona minumannya," kata bar tender itu, menaruh minuman alkohol dan dua gelas kecil di atas meja tender.


Mauren langsung tersenyum, dia menuangkan alkohol itu di kedua gelas kecil dan setelah itu dia mengangkat kedua gelas itu di tangannya, menyodorkan salah satunya kepada Nathan yang masih menatapnya.


"Mau minum?" Mauren menawari Nathan dengan senyuman khasnya.


Nathan mengangkat sebelah alisnya. Ini seperti bukan Mauren yang ia kenal. "Kenapa aku harus minum?"


"Karna kita harus merayakan pertemuan kita lagi setelah lama berpisah." kata Mauren.


Nathan mengambil gelas berisi alkohol itu dari tangan Mauren, Mauren yang melihat Nathan menerimanya langsung tersenyum picik.

__ADS_1


"Bersulam!" Mauren menyatukan gelasnya dengan gelas Nathan sebelum meminumnya.


Nathan meneguk alkohol itu dan menaruh kembali gelas itu di atas meja bar tender. Sudah lama dia tidak meminum-minum alkohol dan sekarang dia meminumnya lagi karna satu alasan yaitu Mauren.


"Mau lagi?" tanya Mauren dengan nada menggoda.


Begitu mendapati Nathan mengangguk, Mauren menuangkan lagi alkohol itu di gelasnya dan juga gelas Nathan. Secara bersamaan, mereka berdua meneguk minuman itu.


Mauren tersenyum puas. Dia punya rencana membuat Nathan mabuk berat dan melancarkan rencana untuk menjebak Nathan di perangkapnya.


Sudah sepuluh kali Nathan meneguk alkohol itu, dia tambah satu botol alkohol membuat Nathan sekarang mabuk berat. Melihat Nathan sudah masuk ke dalam jebakannya, Mauren mendekatkan tubuhnya ke Nathan.


"Nathan," panggilnya dengan nada di buat-buat membuat Nathan menatapnya, tidak bukan hanya menatapnya, Nathan juga menatap tubuh seksi Mauren dengan tatapan berbeda.


Dengan sengaja Mauren menempelkan dadanya di dada bidang Nathan, tangannya ia kalungkan di leher Nathan membuat wajah keduanya sangat dekat bahkan mereka bisa merasakan nafas mereka di wajah masing-masing.


"Nathan, aku merindukanmu." lirih Mauren, menggoda.


"Apa kamu mencintaiku?" tanya Mauren.


"Sangat, aku sangat mencintaimu." jawab Nathan.


Mauren mendekatkan mulutnya ke telinga Nathan. "Bisa kah kita ke toilet sekarang?" kata Mauren dengan sensual.


Nathan mengangguk, dia mengikuti langkah Mauren ke toilet di club. Mereka melewati lorong dimana semua orang tengah bercumbu ria di sana dengan tidak tahu malunya.


Sesampai di toilet. Mauren tersenyum puas. Tidak mau membuang kesempatan lagi, Mauren mencium bibir Nathan membuat Nathan melotot tidak percaya karna baginya di hadapannya adalah Kira dan Kira tidak pernah menciumnya duluan apalagi ciumannya sangat liar seperti ini.


Akhirnya setelah lama tidak ada balasan dari Nathan, Nathan membalas ciuman Mauren juga dengan panas. Nathan menarik tekuk Mauren agar bisa memperdalam ciumannya. Suara ******* dari keduanya redam karna suara dj yang begitu menggema sampai ke toilet.

__ADS_1


Mauren makin di bakar hasrat, dia mengambil tangan kekar Nathan dan meletakkannya di salah satu dadanya. Dan Nathan langsung meremasnya.


"Ah, Nathan..." ******* yang keluar dari mulut Mauren di sela-sela ciuman panas mereka membuat Nathan tersadar.


Nathan melepaskan pangutan itu dan menatap wajah Mauren yang memerah karna terbakar hasrat. Matanya membulat, ternyata orang yang ia cumbui adalah Mauren bukan Istrinya Kira. Seketika Nathan menjadi merasa bersalah.


Mauren mengigit bibir bawahnya, menggoda Nathan. "Kenapa berhenti?" tanyanya dengan sensual.


"Aku harus pulang." kata Nathan langsung meninggalkan Mauren di dalam toilet sendirian. Nathan ingin menemui Istrinya sekarang juga.


Mauren yang di tinggalkan Nathan sendirian mendesah kecewa. Padahal sedikit lagi dia bisa menjebak Nathan tapi semua itu gagal total. Namun gelora yang sekarang memenuhi tubuhnya tidak bisa terbendung lagi, dia butuh seseorang untuk memenuhi keinginannya sekarang juga.


Rendy yang tadinya tengah menari-nari dengan wanita yang ia temui langsung memicingkan matanya melihat Nathan keluar dari lorong dengan berjalan sempoyongan. Rendy mengetahui kalau tuan muda itu sekarang tengah mabuk berat. Sebagai sekretaris yang terpercaya dan mempesona, Rendy harus membantu tuan muda itu.


Rendy menatap Wanita yang ada di hadapannya. "Maaf ya cantik, bohay. Aku harus pergi." katanya pada Wanita itu.


Wanita itu mendesah kecewa. "Emangnya gak bisa semalaman bersamaku?" Wanita itu membuat garis abstrak di dada bidang Rendy dimana membuat Rendy merinding.


"Maaf tapi kali ini aku gak bisa, aku harus bantu seseorang tapi tenang ya beb nanti kita akan bertemu lagi." kata Rendy mencoba menjelaskan kepada wanita itu.


Dan wanita itu mengangguk dan tersenyum. "Yaudah, tapi nanti kabarin aku ya!"


Rendy tersenyum. "Iya beb. Bye!" Rendy menjauh dari wanita itu dan mendekati Nathan yang di serang wanita-wanita seksi di kelilingnya.


"Tuan, anda butuh pelayanan?" goda wanita berpakaian seksi itu kepada Nathan yang memegangi kepalanya yang pusing.


Rendy dengan cepat langsung menarik tangan Nathan dan menaruhnya di bahunya. "Misi ya! Ini pacar saya jangan di ganggu." ucap Rendy kepada Wanita-wanita itu dan langsung membawa pergi Nathan dari sana.


"Sial banget, punya atasan yang cepat tepar kalo minum." gerutu Rendy, membopong tubuh Nathan keluar dari Club.

__ADS_1


Wanita-wanita seksi itu saling lihat-lihatan. "Tampan-tampan tapi belok, kasihan banget ya?" kata mereka.


__ADS_2