Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
[08] Playboy Cap Kakap


__ADS_3

Sesampainya di restoran mewah, Nathan memberhentikan mobilnya di parkiran. Setelah itu dia membuka sabuk pengaman dari tubuhnya, baru ingin membuka pintu mobil, Nathan melihat Kira kesusahan melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya.


Gemas. Itu satu kata yang mewakili bagaimana lucunya Kira saat kesulitan membuka sabuk pengaman yang melilit di tubuhnya.


"Kesusahan ya?" goda Nathan.


Kira memutar bola matanya. Udah tau pake nanya.


Nathan terkekeh pelan sebelum dia mendekat kepada Kira untuk membukakan sabuk pengaman dari tubuh gadis itu. Namun saat wajah Kira sangat dekat dengannya bahkan hembusan nafas Kira yang lembut menerpa wajahnya, jantung Nathan berpacu lebih cepat.


Memang sih Kira keliatannya biasa-biasa aja tapi kini Nathan dugun-dugun loh!


Setelah melepaskan sabuk pengaman Kira, buru-buru Nathan membuka pintu mobilnya lalu keluar dari mobilnya di ikuti Kira.


"Kenapa kita kesini?" tanya Kira ketika mereka sudah berada di luar mobil.


"Oh jadi kamu pengennya kita langsung ke penghulu ya? Tapi nanti ya karna kita butuh asupan dulu baru setelah itu kita ke penghulu, oke?"


"Apaan sih!" pekik Kira ketika Nathan mengandeng lengan mungilnya menuju ke dalam restoran.


Lelah memberontak dari genggaman tangan Nathan, akhirnya Kira pasrah. Dia membiarkan Nathan menggenggam tangannya, memenuhi ruang jari-jarinya yang mungil dengan jari-jarinya yang besar.


Kira berjalan dibelakang Nathan, Nathan masih setia menggenggam tangannya memasuki restoran itu.


Banyak mata yang menatap ke Nathan, juga banyak mata yang menatap ke arahnya namun tatapan yang mereka berikan berbeda dengan tatapan ke Nathan, tatapan ke arahnya adalah tatapan ketidak sukaan dan tajam sedangkan tatapan yang mereka berikan kepada Nathan adalah tatapan memuja. Entahlah dia pun tidak peduli akan hal itu. Dia sudah terbiasa melihat tatapan itu sejak kecil.


Nathan menekan tubuh Kira agar duduk di kursi. Ingin Kira protes akan perlakuan Nathan tapi telunjuk Nathan terlebih dulu membungkam mulut Kira.

__ADS_1


"Sabar, nanti setelah makan kita langsung ke K.U.A kok, tenang aja." ujar Nathan sambil menjauhkan telunjuknya dari bibir Kira.


Kira menatap datar Nathan. Oke, kali ini dia mengalah karna dia pun merasa sangat lapar sekarang.


"Mau pesen apa?" tanya Nathan, menatap Kira lekat-lekat.


Kira menjauhkan Wajah Nathan yang dekat dengannya. "Samain aja." katanya.


Nathan menatap Kira jahil. "Kalo aku mau makan kamu gimana?"


Sebelah sudut bibir Kira terangkat. "Ih, apaan sih?!"


Nathan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Kira yang menurutnya lucu. Baru kali ini Nathan bisa tertawa lepas seperti itu.


Nathan memberhentikan tawanya, dia melambaikan tangannya kepada pelayan. Setelah sudah memesan makanan dan minuman, selanjutnya yang dilakukan Nathan dan Kira hanya diam.


Kira yang terkagum-kagum dengan desain modern restoran itu. Nathan yang terkagum-kagum akan nikmat dunia, yah siapa lagi kalau bukan Gadis berambut sebahu di hadapannya itu.


"Tentu jawabannya ada di hadapanmu." jawab Nathan.


Kira menatap Nathan dengan kedua alis terangkat. "Jadi restoran ini punya anda?"


Nathan mengangguk. "Yup, ini restoran punyaku." bangganya.


"Wah sayang sekali, tadinya saya kagum dengan restoran ini tapi setelah saya tau siapa pemilik restoran ini, saya menarik kata-kata saya kembali."


Nathan menatap datar Kira.

__ADS_1


Tak lama kemudian, pelayan datang dengan membawa pesanan Nathan. Tidak lupa pelayan-pelayan itu mencari perhatian sang tuan muda itu dengan membuat suaranya semanja mungkin dan tersenyum-senyum di hadapan Nathan.


Yang paling membuat Kira kesal adalah ketika Nathan mengedipkan sebelah matanya ke arah pelayan-pelayan itu. Memangnya tampan tidak menjamin semuanya. Lihatlah Nathan sebagai contohnya.


"Cih, dasar playboy cap kakap!" cibir Kira membuat Nathan yang tadinya tepe-tepe (tebar pesona) jadi menoleh ke arahnya.


"Kamu cemburu ya? Tenang kok, abang cintanya cuma sama kamu."


Kira mau muntah!


Nathan tertawa untuk kedua kalinya melihat Kira yang ber ekspresi muntah itu.


...****************...


E P I L O G.


Nathan tersenyum-senyum sendiri di kamarnya. Dia mengingat semua tungkah Kira saat di restoran tadi. Kira yang tersedak. Kira yang geram kepadanya karna dia meminta Kira menyuapinya. Kira yang berteriak karna minumannya ia habiskan. Ah, rasanya hari ini benar-benar membuat Nathan bahagia bahkan saking bahagianya dia tidak bisa tidur karna wajah Kira terus melintas di pikirannya.


"Kiraaa.. Oh, Kiraaaa..." Nathan bersenandung kencang.


Untung saja kamar Nathan kedap suara. Jadi tidak akan ada pelayan yang mendengar betapa gilanya majikannya sekarang.


Nathan mengambil ponselnya yang ia taruh di atas nangkas lalu membuka galeri. Dia memperhatikan layar ponselnya yang terdapat foto dirinya dengan Kira saat berada di restoran tadi.


Dia selfie dengan Kira di belakangnya. Setelah Gadis itu tau bahwa Nathan memotret dirinya tiba-tiba, Kira sangat marah saat itu sampai Nathan mendapat jambakan dari Kira.


Nathan menaruh lagi ponselnya di atas nangkas. Dia posisikan tidurnya senyaman mungkin kemudian menutup matanya dengan guling ia peluk erat-erat.

__ADS_1


Melihat wajah Kira di layar ponselnya membuat Nathan tiba-tiba mengatuk. Apa itu efek positif dari wajah Kira? Bisa membuat Nathan langsung mengatuk hanya karna melihat wajahnya di layar ponsel.


Tak lama kemudian, Nathan sudah berada di alam mimpinya dengan senyuman yang masih tercetak di bibirnya.


__ADS_2