
Di restoran di dalam mall. Mereka bertiga berbincang sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Udah lama ya, kita tidak bertemu bahkan aku lupa kapan terakhir kali kita bertemu." ucap Wanita itu yang bernama Mauren itu tersenyum manis kepada Nathan.
Kira masih menatap Mauren tajam. Dengan sengajanya dia mendekatkan kursinya pada kursi Nathan dan menyenderkan kepalanya dibahu Nathan yang tengah menyender di kursi. Bodo amat nantinya Nathan akan meledeknya habis-habisan, dia sekarang sangat kesal dengan wanita itu yang berani dengan terang-terangan menatap Nathan.
Nathan langsung menatap Kira yang menyender dibahunya, itu pertama kalinya Kira melakukannya tetapi dia melakukannya didepan orang lain.
Mauren yang melihat Kira menyenderkan kepalanya dibahu Nathan menatap Kira tidak suka.
"Kamu yang kemana aja selama ini? Setelah mengutuskan untuk berpisah kamu malah menghilang." ucap Nathan dengan wajah mengisyaratkan sesuatu yang dia pendam selama ini.
Kira menjadi heran, siapa sebenarnya wanita itu dihidup Nathan? Kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku tidak suka kepada wanita itu? Dan apa hubungan Nathan dengan wanita itu sampai membuat hatiku bercampur aduk?
Mauren menatap senduh Nathan. "Maaf, aku saat itu aku merasa hanya membebani dirimu saja, mangkanya aku memutuskan untuk pergi."
"Cih!" decih Nathan.
"Permisi nona, tuan, ini pesanannya." kata pelayan menaruh semua pesanan di atas meja lalu setelah itu dia pergi setelah mengatakan 'selamat makan' kepada Nathan, Kira dan Mauren.
Kira langsung tersenyum sumringah, dia langsung mencoba makanan yang membuatnya perutnya lapar dengan sekali melihatnya.
Mauren pun sama, dia mencoba makanannya. Bukan karna lapar, karna dia takut dengan tatapan yang diberikan Nathan padanya.
__ADS_1
Setelah makan, Kira izin ke toilet kepada Nathan. Dia mencuci tangannya di wastafel sambil menatap wajahnya di cermin. Benar juga, kenapa Nathan mau menikahinya. kalau wanita bernama Mauren itu lebih cantik daripada dia?
Tapi, kalau di liat-liat. Wajah Kira tidak terlalu buruk. Hidungnya mancung walau sedikit bulat, bibirnya sedikit tebal dan wajahnya kecil. Jadi dia masih bisa dibilang cantik juga.
"Hallo," sapa Mauren yang mencuci tangannya di sebelah wastafel Kira, dia menatap wajah Kira di cermin sinis.
Kira langsung menoleh ke samping, dimana Mauren mencuci tangannya. Dia juga tak kalah menatap Mauren sinis.
"Dengan kamu di nikahi Nathan, jangan merasa diri mu tinggi!" sinis Mauren ketika dia selesai mencuci tangannya dan menatap Kira.
Sudut bibir Kira terangkat sebelah. "Merasa tinggi? Maaf ya Mbak, saya tidak merasa meninggikan diri. Saya juga heran kenapa Nathan menikahi saya bukannya Mbak yang jelas-jelas jauh lebih CANTIK." balas Kira tak kalah sinis.
Mauren tertawa meremehkan. "Ya jelas, aku di banding sama kamu itu bagaikan langit dan bumi. Aku di langit dan kamu di--" Mauren menatap penampilan dari atas sampai bawah. "Bumi." lanjutnya, tersenyum sinis.
"Kenapa kamu selalu menyombongkan diri karna kamu Istri Nathan? Ckk, ckk, apa kamu tidak tau siapa aku?"
"Tidak tau dan tidak ingin tahu!" ketus Kira.
"Oke, aku akan beri tahu kamu siapa aku di hidup Nathan." Mauren mendekatkan mulutnya ke telinga Kira. "Aku wanita yang paling di cintai Nathan, dan aku yang mengambil keperjakaan suami mu, bukan kah sangat bagus untuk dipamerkan?" Mauren tersenyum penuh kemenangan.
Wanita yang paling di cintai Nathan?
Apa itu benar? Kalau begitu apa wanita itu adalah kekasih suaminya dimasa lalu?
__ADS_1
Kira tiba-tiba tertawa renyah. Untung saja saat ini di toilet hanya ada dia berdua. "Lalu anda senang dan bangga karna berzina dengan suami saya di masa lalu? Apa pantas zina untuk dipamerkan?"
Jleb!
Mauren menjadi diam seribu bahasa.
"Perlu anda tau ya, Mbak Mauren yang terhormat. Saya tidak peduli dengan semua itu. Saya tidak peduli jika Nathan sering meniduri banyak wanita lain di luar sana di masa lalu termasuk meniduri Mbak. Nathan sudah bertobat dan juga dia sangat mencintai saya. Jadi untuk apa memberi tau saya tentang semua itu? Tidak berguna." kata Kira tajam. Padahal hatinya hancur berkeping-keping saat mengetahui itu.
"Permisi," pamit Kira, dia tidak ingin berlama-lama berada disana bersama wanita itu. Dia berjalan keluar dari toilet dengan air mata yang tidak bisa dibendung lagi. Kira menghapus air matanya sebelum menghampiri Nathan lagi.
Sedangkan Mauren mulai emosi dengan Kira. Dia menatap dirinya sendiri di cermin. "Br*ngsek! Berani sekali dia melawanku. Lihat saja nanti, Nathan akan kembali ke pelukanku dan akan aku pastikan hidup Gadis itu akan hancur, aku pastikan itu!"
Nathan memandangi Kira yang baru saja datang dan kembali duduk di sebelahnya. Mata Kira sembab seperti habis menangis dan lagi Kira tidak menatap ke arahnya.
"Kenapa?" tanya Nathan bingung.
"Tidak apa-apa." jawab Kira tanpa menoleh ke arah Nathan. "Saya mau pulang." Katanya dengan nada dingin.
"Kenapa?" Tanya Nathan, merasa aneh dengan sikap Kira.
Kali ini Kira menatap Nathan dengan wajah datar. "Saya cuma mau pulang sekarang!"
"Oke kita pulang sekarang." Nathan mengalah. Dia membawa Kira keluar dari restoran itu dengan semua belanjaan ditangannya.
__ADS_1