Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
65. Nathan possesif


__ADS_3

Sesampai dirumah, Nathan mengendong Kira kedalam rumah katanya dia tidak ingin Kira kelelahan dan Kira pun tidak protes. Biarkan saja lah, Nathan sedang bahagia-bahagianya sekarang jadi Kira membiarkan Nathan melakukan apapun kepadanya. Toh, dia juga sangat senang diperlakukan seperti itu oleh suaminya.


Diruang keluarga, Raka dan Vano melongo melihat Nathan datang sambil menggendong Kira. Dalam batin mereka, sebegitu bucinnya kah Nathan kepada Kira sampai segitunya.


"Gak berat ngendong aku? Aku bisa jalan sendiri kok." Kata Kira, dia menggalungkan kedua tangannya dileher Nathan. Sebetulnya dia tidak enak ketika dilihat Raka dan Vano saat dia digendong begini. Dia malu dengan Raka dan Vano.


"No. Nanti kamu kecapekan. Aku gak mau ya kamu kenapa-kenapa apalagi sama si kecebong didalam perut kamu." Posesif Nathan.


Kira tertawa pelan. "Kok kecebong sih?" Kira tidak habis pikir.


"Ya, emang kecebong."


"Hadeh, alay banget." Cibir Raka. Dia tidak tahan mau mencibir keduanya. Mulutnya gatal ingin sekali mencibir.


Tatapan Kira dan Nathan teralih ke Raka dan Vano yang terduduk disofa dengan akur. "Kamu lebih alay, masa kartun dijadiin pacar." Skakmat Kira membuat Vano dan Nathan menahan tawanya.


Raka melotot mendengarnya. Rahasia terbesarnya yanh sudah ia tutupi rapat-rapat malah dibocorkan Kira. Akhh, benar-benar Kakaknya itu sekarang kan dia jadi malu.


"Miris. Gak punya pacar, kartun pun jadi." Cibir Nathan dibarengi tawaan. Dia sudah tidak bisa menahan tawanya apalagi melihat wajah Raka yang memerah karna malu.


Raka menatap Kira kesal. Bisa-bisanya membocorkan masa lalunya. Itu kan dulu saat dia menggilai animasi dari jepang atau disebut anime itu. "Kakak mah!" Kesal Raka dan Kira melewekan lidahnya.


"Kak, gimana tadi periksanya?" Tanya Vano kepada Kira dan Nathan.

__ADS_1


Raka dan Vano memang sudah tahu karna tadi pagi Kira memberi tahu mereka walau awalnya Raka ngambek karna keaal baru Kira beri tahu sekarang.


"Alhamdulilah, beneran hamil." Jawab Kira sambil tersenyum lebar.


Vano yang mendengarnya tersenyum. Entah kenapa kedatangan Kira dirumah ini membuatnya semakin terbuka dan juga sering bahagia apalagi mendengar bahwa Kira sedang hamil membuatnya benar-benar bahagia.


Sama dengan Vano yang tersenyum mendengarnya, Raka pun tersenyum lebar. "Wahhh, dikit lagi si pig bakal jadi bapak tapi lebih pantesnya jadi grandpa sih." Ucap Raka dengan wajah tidak berdosa.


"Enak aja, pig-pig, lo tuh dog!" Nathan tidak terima dikatai seperti itu.


Dan terjadilah tatapan sengit dari keduanya namun Kira tidak memperdulikannya.


"Selamat kak atas kehamilannya." Kata Vano dan Kira menganggukinya sambil tersenyum.


"Lanjut lagi gak nih mainnya?" Kata Raka pada Vano.


"Ya." Jawab Vano singkat.


"Ya doang lagi."


"Ya terus gue harus jawab apa?"


"Iya sayang."

__ADS_1


"Najis!" Vano bergidik ngeri.


Sesampai dikamar, Nathan menindurkan Kira diatas ranjang namun malah membuat Kira heran. Dia kan cuma hamil bukan lumpuh kenapa diperlakukan seperti ini?


"Nathan, kamu memperlakukan aku kayak gini malah buat aku ngerasa lumpuh tau gak!" Protes Kira.


Nathan malah menanggapinya tersenyum, dia menindurkan tubuhnya disebelah Kira. "Kamu kan gak boleh kecapekan sayang." Jawab Nathan.


"Tapi gak kayak gini juga Nathan. Tau gak tadi aku malu tau didepan Vano sama Raka malah digendong. Aku ini hamil bukan lumpuh!" Omel Kira, wajahnya cemberut.


"Udah ya, ngomel-ngomelnya nanti aja." Ucap Nathan, dia menarik tubuh Kira kedekapannya. "Sekarang temenin aku tidur dulu. Aku ngantuk seharian belum tidur." Lanjutnya.


Benar juga. Dari tadi malam Nathan tidak tidur padahal dia baru pulang dari luar kota tapi gara-gara dia memberitahu kabar itu malam tadi, Nathan jadi tidak sempat tidur karna katanya dia terlalu bahagia sampai tidak bisa memejamkan matanya dan alhasil tadi malam hanya Kira yang tertidur padahal Kira tahu betul Nathan sangat kelelahan.


Kira jadi merasa bersalah mengomel pada Nathan diwaktu yang tidak tepat begini. Dia pun memandangi wajah Nathan yang sudah memejamkan matanya.


Tangannya terangkat mengelus rambut Nathan. Kira tahu betul bahwa Nathan sangat suka jika dia mengelus rambutnya seperti ini. Suara dengkuran Nathan terdengar yang berarti Nathan sudah tertidur lelap sekarang.


Memandangi wajah Nathan yang tertidur seperti ini membuat hati Kira menghangat dan juga gemas tentunya. Nathan mempunyai wajah bayi yang sangat lucu yang siapa saja yang melihatnya pasti gemas contohnya saja Kira.


Kira terkekeh sendiri saat mengingat kejadian di rumah sakit saat Nathan sangat antusias memeriksa kandungannya, wajah Nathan saat itu benar-benar terlihat bahagia bahkan dia belum pernah melihat wajah Nathan seperti itu. Apakah Nathan sebahagia itu mempunyai keturunan?


Seingatnya waktu pertama kali bertemu Nathan, Nathan terkesan playboy dan badboy waktu itu dia tidak suka sekali dengan Nathan yang berani menyentuhnya seenak jidat tapi semua itu berbalik, sekarang dia malah mencintai pria yang ia benci. Huh, benar-benar aneh.

__ADS_1


Lama memandangi wajah Nathan yang tertidur. Kira malah menjadi ikut mengantuk. Sebelum memenjamkan matanya bergabung dengan Nathan kealam mimpi, Kira sempat mencium bibir Nathan singkat lalu setelah itu dia ikut memejamkan mata didekapan Nathan.


__ADS_2