Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
30. Nathan yang Cemburu


__ADS_3

"Dari mana kamu?" tanya Nathan keluar dari kamar mandi, dia baru saja menyelesaikan ritual mandinya.


Kira menutup pintu kamarnya dan menghampiri Nathan yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. "Dari kamar Raka." jawab Kira.


Kira mengambil handuk kecil dari tangan Nathan membuat Nathan menyengitkan dahinya. Tanpa bicara lagi, Kira mengeringkan rambut Nathan dengan handuk itu membuat Nathan terheran-heran dengan perlakuan Istrinya itu.


"Kenapa?" tanya Nathan heran kepada Kira yang sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Kira mengangkat kedua bahunya. "Gak tau, pengen aja." jawab Kira seadanya.


Mata Nathan memicing. "Jangan-jangan kamu kerasukan lagi?"


Kira langsung mencubit pipi Nathan kencang. "Emang salah kalo Istri ingin melayani suaminya?" Kata Kira.


Nathan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Gak salah sih, cuma aneh aja. Tapi bagus juga sih, apalagi melayani suami di atas ranjang itu lebih bagus--- akhh!" Nathan menjerit lagi ketika Kira mencubitnya lagi, bukan di pipinya tapi di perut kotak-kotaknya.


"Jangan aneh-aneh ya!" Kira memperingatkan. Matanya melotot galak.


Nathan memanyunkan bibirnya. "Ku menangis... Membayangkan betapa kejamnya istriku kepada ku..." Nathan menyanyikan salah satu lagu milik Rosa yang sedang viral itu.


"Mau ditabok?" ancam Kira yang langsung digelengi Nathan.


"Tapi kalo dibuat nikmat, aku mau." Nathan tersenyum mesum.


"Heh! Otaknya ngeres ya?!" Kira melotot galak yang justru membuat Nathan menyengir.


Sesudah mengeringkan rambut Nathan, Kira menatap Nathan yang mesem-mesem tidak jelas. "Kenapa mesem-mesem?" tanya Kira bergidik ngeri melihat Nathan seperti itu.


Nathan menggeleng dengan senyuman lebar, dia mendekati tubuh Kira yang membuat Kira melangkah mundur menjauh dari Nathan yang berusaha mendekatinya.

__ADS_1


"A-anda mau apa?" Kira ketakutan. "Jangan macam-macam ya!" peringatan Kira.


Namun Nathan tetap melangkah mendekati Kira. Kira yang ketakutan dan Kira langsung terhuyung ke ranjang karna langkahnya sudah sampai batas ranjang. Dan begitu pun Nathan yang merangkak keatas tubuh Kira. Menibani Kira.


Menyadari posisi mereka begitu intim, mata Kira membulat seketika bahkan dada telanjang Nathan menempel dengan dadanya. Perut Kira seakan tergelitik dan ada kupu-kupu yang berterbang di sana. Dadanya hampir mau copot karna saking dugun-dugunnya sekarang.


Bukannya hanya tubuh Nathan yang menibaninya membuat jantungnya berdetak lebih cepat begini tapi juga wajah Nathan yang terlalu dekat bahkan jaraknya hanya sesenti saja. Melihat wajah Nathan sedekat ini, Kira mengakui bahwa Nathan benar-benar sangat tampan.


Nathan menatap senduh mata Kira yang juga menatap matanya. Dia menatap dalam-dalam mata itu seakan dalam tatapannya itu mengisyatankan kesedihan yang amat dalam kemudian dia merebahkan kepalanya di atas dada Kira. Memeluk tubuh Kira erat.


"A-anda-" ucapan Kira langsung terpotong oleh Nathan.


"Biarkan begini sebentar." pintanya dengan nada yang malah terdengar seperti lirih.


"Anda kenapa?" Tanya Kira merasa ada yang tidak beres pada suaminya itu.


Nathan malah terkekeh mendengar pertanyaan Kira. "Cuma pengen manja aja sama kamu, salah?"


Bibir Nathan mendarat di curuk leher Kira membuat Kira kegelian. "Bisakah mulai sekarang jangan berbicara formal padaku? Aku ingin kamu berbicara dengan ku seperti kamu berbicara dengan Raka dan Vano." Nathan berkata demikian.


Jadi selama ini, Nathan cemburu dengan Raka dan Vano karna dirinya berbicara normal berbeda dengan berbicara dengannya, Kira malah berbicara formal. Seketika Kira merasa bersalah.


"Bisa kan?" Nathan bersuara lagi.


Kira mengangguk. "I-iya, bisa." jawab Kira membuat Nathan tersenyum dan mendaratkan kecupan lagi di curuk leher Kira. "Dan bisakah an- kamu menjauh dari ku?" pinta Kira karna mulai risih.


Nathan terkekeh kecil, dia menjauh dari tubuh Kira dan langsung menggaruk tekuknya sambil menyengir.


"Mending kamu pake baju dulu sana. Nanti masuk angin." Nathan langsung mengangguk patuh, dia berjalan ke ruangan ganti dengan hati berbunga-bunga.

__ADS_1


Kira menyentuh lehernya sendiri yang di kecup Nathan dua kali tadi. Dia masih merasakan benda kenyal itu berada di sana. Akh! Lama-lama dia bisa sakit jantungan kalau seperti ini terus?!


...****************...


E P I L O G.


"Suit!" Nathan bersiul di ranjang, dia menatap Kira yang tampak tidak bisa tidur di atas sofa karna dirinya terus bersiul sedari tadi.


Kira menggeram kesal. Baru saja dia ingin menutup matanya, Nathan malah bersiul lagi. Kira menatap pria menjengkelkan itu yang menyengir-nyengir di atas ranjang, Pria itu malah melambai-lambaikan tangannya pada Kira seakan memberi tahu kalau dia juga tidak bisa tidur.


"Bisa gak sih kamu diam!" geram Kira. "Apa kamu sengaja biar aku gak bisa tidur, iya?!" pasalnya Nathan selalu mengganggunya tertidur terus, Nathan tidak membiarkannya istirahat dengan tenang sedari tadi.


Nathan mengangguk polos diatas ranjang. "Iya, ayo kita bergadang." ajak Nathan antusias.


"Aku mau tidur, Nathan!" Kira mendesah kesal.


"Tidur di samping aku aja, kosong nih. Aku takut nih, tidur sendirian." Nathan memasang wajah imutnya.


Padahal lampu sudah di padamkan tapi Kira masih bisa melihat bagaimana wajah menyebalkan Nathan itu.


"Udahlah, tidur aja napa sih!"


"Mangkanya tidur di sebelah aku."


"Gak mau ya!" tolak Kira.


"Yaudah, padahal aku baik hati karna ada sesuatu di sebelah sofa sambil ngeliatin kamu." kata Nathan.


"Iya, itu s*tan, dan s*tannya itu kamu! Udah ah aku mau tidur, ngantuk banget. Kamu juga tidur ya!" Kira membalik badannya membelakangi Nathan yang cemberut kecewa.

__ADS_1


Setelah tidak ada lagi suara Kira, Nathan pun juga segera menutup matanya, dia tidak suka suasana sunyi seperti ini.


__ADS_2