Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
45. Rendy S*alan


__ADS_3

Setelah Kira meyakinkan bahwa dia siap melayani Nathan malam ini, Nathan langsung menggendong tubuh Kira yang tadinya terduduk di sofa sampai ke atas ranjang. Nathan membanting tubuh Kira di atas ranjang lalu dia merangkak, menindih tubuh Kira. Matanya sudah kabut dalam hasrat.


Nathan membelai wajah Kira dulu sebentar dan berbicara dengan lembut, menatap mata Kira dalam. "Kamu cantik, sayang." katanya membuat wajah Kira memerah.


Kemudian Nathan langsung m*lum*t bibir Kira dengan lembut dan penuh perasaan. Dia m*lum*t, mengigit, mengecap bibir Kira dan Kira pun membalasnya dengan hal yang sama.


Ciuman itu semakin lama menjadi panas. Nathan pun memperdalam ciumannya, bermain dengan lidah Kira didalam. Kira pun sama dia mengikuti ritme ciuman Nathan walau belum sehebat Nathan saat berciuman, Kira bisa menandingi Nathan walau hanya sedikit.


Tangan Nathan sudah tidak bisa diam, dia meremas kedua gunung kesukaannya dengan lembut. Di naik-turunkan gunung Kira sambil meremasnya membuat lengkuhan keluar dari mulut Kira di sela ciuman mereka. Bahkan dengan tidak sengaja Kira mengigit bibir Nathan kencang namun itu tidak membuat Nathan memberhentikan aksinya, dia malah makin mengecarkan aksinya.


Ciuman Nathan turun ke leher jenjang Kira, dia mengendus leher Kira membuat Kira mengeliat kegelian karna hidung dan bibir Nathan berada di lehernya. Aroma leher Kira membuatnya mabuk kepayang seperti pertama kali dia menciumnya waktu dibar waktu itu. Sesekali Nathan menciumnya dan membuat tanda kepemilikan di sana.


Kira mengigit bibir bawahnya, dia malu mengeluarkan des*han. Tangannya hanya menjambak-jambak rambut Nathan pelan. Kedua gunung kembarnya terus di remas Nathan.


Nathan menjauhkan wajahnya dari leher Kira, dia menatap wajah Kira yang memerah. Dia suka wajah Kira seperti itu membuatnya semakin bernafsu. "Des*hkan namaku, Kira." titahnya


Lalu kembali menerkam Kira tapi kali ini dia bermain dengan kedua dada Kira. Dia mencium dada Kira yang masih terbalut bra dan lingerie. Tangannya mengelus-elus paha dan perut datar Kira membuat Kira tidak bisa menahan des*hannya lagi.


"Ah, Nathan," des*h Kira membuat Nathan makin semangat.


"Buka bajumu, Kira," pintanya. Kira tidak bisa menahannya, dia pun sudah mulai teran*sang dengan sentuhan-sentuhan lembut yang Nathan berikan padanya.


Kira membuka lingerie-nya sendiri dengan posisi masih berbaring dengan bantuan Nathan akhirnya lingerie itu lepas dari tubuh Kira dan langsung di buang ke sembarang arah oleh Nathan. Sekarang Kira hanya memakai bra dan CD saja.


Dengan tidak sabar, Nathan mendekatkan bibirnya ke atas gunung Kira, dia mengecup-ngecupnya lembut. Lalu tangannya menggerayang melepaskan bra Kira yang kaitannya ada di belakang seperti sudah berpengalaman. Seketika gunung kembar Kira terpampang jelas di depan mata Nathan.


Baru ingin menerkamnya kembali, kedua tangan Kira langsung menutupi kedua gunung kembarnya sendiri. Membuat Nathan terkekeh dengan sikapnya itu.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Nathan gemas kepada Istrinya itu.


"Malu." jawab Kira dengan wajah memerah.


Nathan melepaskan kedua tangan Kira yang menutupi gunung indahnya lalu tangannya meremas dada Kira sebelah kiri. Dia masih menatap Kira dengan sebelah alis terangkat juga seringai mesum kepada Kira yang mengigit bibir bawahnya.


"Gimana masih malu?" tanya Nathan dengan seringaian di bibirnya. Kira tidak menjawabnya.


Tidak ada jawaban dari Nathan membuatnya yakin kalau Kira mulai menyukai sentuhannya, dia pun dengan tidak sabar melihat kedua gunung Kira yang sangat menggoda, dia langsung mengecup-ngecup pelan puncak gunung Kira membuat Kira makin menggeliat dan mengeluarkan des*hannya.


Kecupan dipuncak gunung Kira menjadi isapan dan sapuan lidah Nathan. Benar-benar itu membuat Kira makin menginginkan lebih dari ini apalagi bagian bawahnya merasakan benda keras dan besar menusuk disana.


"Ahhhh," de*ah Kira makin menjambak-jambak rambut Nathan.


Tok Tok Tok!


Tok Tok Tok!


Suara itu membuat Nathan berdecak kesal dan menjauhkan wajahnya dari gunung milik Kira. Dia menatap Kira. Baru juga dia merasakan kenikmatan dari tubuh Istrinya suara ketukan itu mengganggunya.


Kira menatapnya dengan wajah yang masih penuh gelora nafsu langsung terdiam.


"Kamu buka pintunya aja dulu." kata Kira menyuruh Nathan membuka pintu. Wajah Nathan benar-benar kesal karna kenikmatan yang baru saja ingin ia dapatkan dari Kira tertunda karna suara ketukan itu.


Mengetahui Nathan kesal dan kecewa, Kira membelai wajah Nathan. "Kamu buka dulu sana, siapa tau penting."


Pentingan mana dari ingin membobol gawang milik Kira?

__ADS_1


"Iya-iya, aku buka pintunya, tapi tunggu aku ya?"


Kira menganggukan kepala. "Gih, buka pintunya."


Nathan bangun dari atas tubuh Kira, dia berjalan ke arah pintu bersiap akan memaki orang yang berani mengganggu malam pertamanya dengan Kira.


Saat dia membuka pintunya, nongol lah wajah Sekretarisnya yang menyebalkan itu. Mengetahui Rendy lah yang mengganggu malam pertamanya Nathan menonjok udara saking kesalnya.


"Kenapa lo?" tanya Rendy bingung dengan kelakuan atasannya itu.


"Ngapain lo kesini?" tanya Nathan dengan nada tidak suka. Ya gimana karna Rendy lah dia menunda membobol keperawanan Istrinya.


"Yeuu, tuan muda jangan marah-marah ding. Nih gue kesini mau ngantar berkas yang tadi lo tinggalin di mobil." katanya memberikan berkas penting di tangannya kepada Nathan.


Nathan menerimanya lalu dia menampar Rendy dengan berkas tersebut membuat Rendy yang mendapatkan itu menceberutkan wajahnya.


"Lo sengaja ganggu gue ya?"


"Idih apaan, orang gue mau ngasih itu dari mananya gue ganggu lo?"


"Kan bisa di kantor, stupid!" decak Nathan kesal.


"Orang gue maunya sekarang, mau apa lo?"


"**** lo ganggu gue!" gerutu Nathan kesal.


Dengan mulut menganga Rendy tidak mengerti ucapan Nathan. "Ganggu apan sih?" tanya Rendy kurang mengerti maksud dari kata Nathan barusan.

__ADS_1


"Malam pertama gue!" bagai baru saja memenangkan lotre, Rendy menganga lebar-lebar dengan mata melotot.


__ADS_2