Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
73. Pertengkaran Part 3


__ADS_3

Sepulang dari kantor, Nathan berjalan menuju kamarnya dengan wajah yang terlihat marah. Dia mengabaikan orang-orang rumah yang menyapanya. Dia hanya terus berjalan ke kamarnya dengan rahang yang mengeras.


Saat dalam perjalanan pulang, Nathan dikirimi foto yang berisi Kira yang terlihat seperti berpelukan dengan pria lain oleh Mauren dan itu membuatnya marah sampai tidak bisa mengontrol amarahnya sekarang. Bagaimana bisa Kira berpelukan dengan pria lain disaat dia tidak bersamanya?


Nathan membuka pintu kamarnya dengan tidak sabaran dan matanya langsung menangkapkan sosok Kira yang tengah duduk disofa sambil mengelus-elus perutnya.


Kira yang menyadari kehadiran Nathan langsung bangun dari sofa dan menghampiri Nathan sambil tersenyum manis padanya. "Kamu udah pulang?"


Melihat Kira yang seperti tidak terjadi apa-apa entah kenapa membuat Nathan makin marah. Nathan dengan sengaja menutup pintu kamar dengan keras membuat Kira terkejut karnanya.


Bukan Kira yang mendekati Nathan malah Nathan yang mendekati Kira dengan rahang yang mengeras juga mata yang memancarkan amarah.


Kira menatap Nathan bingung. "Kamu kenapa sih?" Omel Kira, dia betul-betul terkejut dengan sikap Nathan kali ini.


"Tadi kamu ketemu siapa di minimarket?" Tanya Nathan, to the point.


Kira makin bingung dengan Nathan. "Aku gak ketemu siapa-siapa, emangnya kenapa?" Jawab Kira dengan dahi yang mengkerut.


Nathan mengusap wajahnya kasar. Kenapa Kira berbohong padanya? Itu dalam benaknya. "Aku tanya kamu ketemu siapa disana, Kirana?" Tanya Nathan sekali lagi dengan nada yang meninggi.


"Kamu ini kenapa sih? Kan aku bilang, aku gak ketemu siapa-siapa Nathan." Sahut Kira yang masih tidak mengerti maksud Nathan.


Nathan mendengus marah. "Jawab dengan jujur, kamu bertemu siapa disana Kirana?" Lagi Nathan bertanya sekali lagi.


"Aku gak ketemu siapa-siapa, Nathan. Kenapa gak percaya sih?" Kali ini Kira juga emosi.


"Gimana aku bisa percaya sama kamu yang jelas-jelas bertemu pria lain dibelakang aku, hah?!" Bentak Nathan.


"Pria lain? Apa maksud kamu Nathan?"


"KAMU BERTEMU PRIA LAIN DIBELAKANG AKU, DAN KAMU BILANG KAMU GAK BERTEMU SIAPA-SIAPA? AKU GAK NYANGKA KAMU KAYAK GINI KIRA. " bentakan Nathan membuat Kira sangat terkejut. Bagaimana tidak Nathan membentaknya dengan sangat lantang.


"Kamu bentak aku kayak gini Nathan?" Kira tidak percaya, Nathan baru saja membentaknya dan itu membuat dadanya sakit. Air mata tanpa izin jatuh kepipi Kira.


"Heh, pantas aja kamu gak mau ditemeni siapa-siapa ternyata kamu ketemu selingkuhan kamu, IYA?! Oh, hebat sekali kamu, Kirana!" 


"Kamu nuduh aku berselingkuh Nathan? Kamu nuduh aku?" Kira menunjuk dirinya sendiri. Air mata jatuh dengan deras. Dia tidak menyangka Nathan menuduhnya begini.


"IYA, KAMU BERSELINGKUH KIRA. ITU KEBENARANNYA!"

__ADS_1


"AKU GAK SELINGKUH NATHAN!" Kira membalas membentak Nathan.


Nathan tertawa marah. "Lantas kenapa kamu berpelukan dengan pria lain di minimarket itu?"


Jadi karna itu Nathan menunduhnya berselingkuh? Dan apa berpelukan, sejak kapan dia berpelukan dengan pria lain selain suaminya sendiri?


"Kamu nuduh aku tanpa bukti yang jelas. Dan kamu gak nanya dulu dengan baik-baik apa yang terjadi?" Sungguh dada Kira terasa sakit saat Nathan menuduhnya seperti ini.


"Aku nuduh kamu tanpa bukti?" Nathan terkekeh marah. Dia mengusap wajahnya lagi. "Aku liat semuanya, Kira. Kamu berpelukan dengan pria lain."


Kira menggeleng-gelengkan kepalanya. "Lantas bagaimana dengan kamu?" Ketus Kira.


"Haha jangan mencari kesalahan orang lain kalau kamu sudah ketahuan selingkuh, Kirana!" Nathan tertawa marah.


Kira tersenyum sambil menangis. "Kamu pikir aku gak tau, kamu memperkerjakan Mauren dikantor kamu. Mantan kekasih kamu?" Skakmat Kira membuat Nathan terkejut.


Bagaimana bisa Kira mengetahuinya?


"Terkejut aku tahu? Aku tahu semuanya, Nathan." Kira tersenyum. "Dan disini yang punya bukti kuat yang berselingkuh itu justru kamu, Nathan." Kira menunjuk dada Nathan dengan tatapan tajam.


"Kamu memperkerjakan dia menjadi sekretaris pribadimu agar kamu bisa bersama dengannya terus, bukan?"


Nathan terdiam. Dia tidak bisa berkata apa-apa.


"Aku bermain gila? Jangan karna aku jadiin dia sekretaris aku, kamu nuduh aku sembarangan, Kira!" Nathan tidak terima dituduh berselingkuh.


Kira mendekati Nathan, dia menatap Nathan dengan kesedihan yang kentara. Tangannya membuka kancing kemeja Nathan namun sampai dikancing ketiga dia berhenti. "Disini." Kira menunjuk dada bidang Nathan disebelah kiri. "Bukti kamu bermain gila dengan wanita itu, Nathan." Lanjutnya dengan lirih.


Mata Nathan membulat. Jadi Kira berpura-pura percaya saat dia berbohong tentang tanda kemerahan itu? Tapi sumpah demi apapun, hari itu dia tidak melakukan apapun dengan Mauren dihotel itu. Toh, para readers tahu kenyataannya kan?


"Kira, itu bukan seperti yang kamu kira." Kata Nathan dengan nada yang lebih rendah. Dia menatap lekat-lekat mata Kira yang memancarkan kesedihan dan kesakitan dimatanya.


"Sama seperti kamu yang nuduh aku. Itu bukan seperti yang kamu kira, Nathan." Lirih Kira, dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Airmata terus mengalir.


"Kamu egois, Kira. Kamu kira kamu yang paling tersakiti disini? AKU JUGA!"


"KASIH TAU AKU, APA ALASANNYA?" teriak Kira kencang. "Apa alasan aku? alasan kenapa aku dibilang egois, Nathan." Lanjut Kira, cicit.


Kira menatap manik coklat Nathan dengan matanya yang terus mengeluarkan airmata. Dia kecewa, marah dan sedih secara bersamaan saat Nathan menunduhnya begitu. Itu sangat menyakitinya.

__ADS_1


"Kamu mau tau, pria yang kamu kira selingkuhan aku itu? Dia cuma nyelamatin aku Nathan. Dia nahan aku saat aku ingin terjatuh di minimarket. Itu kejelasannya." Jelas Kira.


Nathan terkejut bukan main. Jadi, dia menunduh istrinya padahal kenyataannya saja dia belum tahu. Seketika Nathan menyesalinya. Dia sungguh menyesalinya. Kira menangis seperti itu karnanya dan dia sangat menyesal.


"Aku gak kenal dia, Nathan. Aku gak kenal dia. Dan kamu nuduh aku secara sembarang padahal kamu gak tau kenyataannya." Cicit Kira, menunjuk dada Nathan lagi.


Nathan terdiam. Dadanya serasa sesak. Dia menyakiti istrinya. Dia sudah menyakiti orang yang sangat ia cinta. Dia telah membuat istrinya menangis seperti ini. Kenapa Nathan sebodoh ini? Ya tuhan.


Nathan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hatinya hancur detik itu juga melihat Kira masih menangis. Dan itu karna dirinya.


Seharusnya dia tidak menuduh Kira sembarangan. Seharusnya dia mendengar penjelasan dari Kira dulu bukannya malah menunduhnya seperti ini. Nathan menggerutuki dirinya sendiri.


Tidak tahan lagi dengan dirinya yang sudah membuat istrinya yang ia cintai itu terluka, Nathan mendekati tembok dan dia memukul tembok kamarnya itu berkali-kali dengan kepalan tangannya. Dia meluapkan rasa marah pada dirinya sendiri karna sudah menyakiti dan melukai Kira. 


Melihat Nathan memukul tembok seperti itu justru makin membuat Kira menangis lebih kencang. Dia tidak tahan melihat Nathan melukai dirinya sendiri walau masih ada rasa marah dan sedih yang ada dihatinya.


Dan Kira berusaha memberhentikan Nathan dengan memegangi salah satu tangannya yang terus ia layangkan ke tembok hingga tanganya mengeluarkan darah. "Berhenti Nathan." Kira berusaha menahan Nathan.


Nathan tidak mendengar Kira, dia terus memukul tembok itu walau kedua tangannya berdarah-darah. Dia benci dirinya sendiri, dia kecewa pada dirinya sendiri yang tidak percaya dengan istrinya sendiri.


Kira menangis sesunggukan. Dia sungguh tidak tahan Nathan menyakiti dirinya sendiri seperti itu dan akhirnya dia memeluk Nathan dari belakang dengan kencang. "Tolong berhenti, huhu," tangis Kira.


Pelukan dan tangisan Kira berhasil membuat Nathan berhenti memukuli tembok.


"Berhenti nyakitin diri kamu sendiri. Huhu," lirih Kira.


Nathan memejamkan matanya sebentar lalu dia melepaskan tangan Kira yang melingkar diperutnya. Nathan berbalik badan dan langsung memeluk sang istri dengan erat.


"Maaf," ucap Nathan, kedua bahunya bergetar bertanda dia menangis. "Maafin aku, Kira."


Kira terdiam. Kata maaf dari Nathan dan tangisan Nathan membuatnya makin sedih. Kira membalas pelukan Nathan dan menangis lagi didekapan Nathan.


Kedua insan itu sekarang saling menangis sambil memeluk satu sama lain dalam waktu yang lama.


Tak lama kemudian, Kira melepaskan diri dari pelukan Nathan. Dia menatap Nathan yang  masih menangis. Entah kenapa melihat Nathan menangis membuatnya gemas.


Jari lentik Kira bergerak menghapus airmata Nathan. "Jangan sakitin diri kamu sendiri." Ucap Kira.


Karna aku tau, menyakiti diri kamu sendiri itu adalah kebiasaan kamu dari kecil dan aku tidak suka itu.

__ADS_1


"Maaf," lirih Nathan.


Kira mengangguk. Mungkin itu semua cuma kesalah pahaman dan dia tidak ingin masalah itu akan menjadi keping penghancuran rumah tangganya. Dan dia tidak ingin itu terjadi sampai kapan pun.


__ADS_2