Terpaksa Menikah Karna Hutang

Terpaksa Menikah Karna Hutang
44. Aku Siap


__ADS_3

"Nathan," panggil Kira kepada Nathan yang mengutak-ngatik ponselnya. Sedari Nathan pulang dari kantor Nathan terus fokus ke ponselnya di sofa sampai-sampai Kira datang saja dia tidak menyadarinya.


Kesal karna tidak ada sahutan dari Nathan, Kira menghampiri Nathan yang duduk di sofa lalu dia dengan sengaja duduk di pangkuan Nathan, menghadap Ke Nathan yang langsung terkejut dengan perlakuan Kira. Dia bahkan menjatuhkan ponselnya karna terkejut secara tiba-tiba Kira duduk di pangkuannya tanpa ia pinta.


"Ada gerangan apa sampai-sampai nyonya Kirana duduk di pangkuan suami begini?" tanya Nathan dengan wajah menyebalkan.


Kira berdecak sebal. Ya iyalah, dia kesal karna Nathan sibuk dengan ponselnya dan mengabaikannya sedari tadi. Dia merasa sebal saja.


"Emang kenapa? Gak boleh? Biasanya juga kamu narik aku ke pangkuan kamu!" jawab Kira ketus.


Nathan terkekeh. "Ya, kalo tiba-tiba duduk di pangkuan aku kayak gini. Aku ngerasa berat tau, btw berapa sih timbangan kamu, 100 kilo ya?"


"Kok kamu body seming sih?" kesal Kira karna Nathan mengatai berat badannya. Walaupun tidak benar tetap saja Nathan membuatnya kesal.


"Emangnya kenapa? Gak boleh?"


"Gak boleh lah! Emang kamu siapa?"


"Aku? Aku adalah ibu dari anak-anak kamu."


Ibu? Wah, udah gak beres nih otak Nathan.


"Kamu transgender ya?" tuduh Kira membuat Nathan melotot.


"Gak enak aja! Aku Pria jantan tau!" celetuk Nathan, tidak terima.


"Kamu kenapa tadi marah sama Vano?" Kira mengalihkan isu, karna sejak awal memang dia ingin menanyakan pertanyaan tersebut pada Nathan. Sejak kejadian di sekolah itu, dia terus bertanya-tanya apa yang membuat Vano dan Nathan berselisih.

__ADS_1


Wajah Nathan langsung berubah menjadi dingin. Dia mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa nanyain itu?" nada bicara Nathan menjadi ketus.


"Ya emangnya kenapa? Aku cuma pengen tau."


"Jangan ikut campur urusan aku." ketus Nathan membuat Kira menaikkan kedua alisnya.


"Emang seorang istri gak boleh ingin mengenal suaminya?"


Wajah Nathan langsung berubah ke semula. "Bukan gitu, Kirana. Aku cuma gak mau kamu ikut campur aja." jawab Nathan dengan nada lembut.


"Kamu tau gak, Vano itu kesepian. Dia pengen diperhatiin kamu tapi kamu malah ngebentak dia tadi." Ucap Kira.


"Iya aku tau ini salah aku yang gak pernah perhatiin Vano lagi. Aku ngaku aku salah jadi seorang Kakak. Jadi jangan ikut campur Kira ini masalah aku sama Vano, oke?"


Kira memutar bola matanya. "Oke, aku gak akan ikut campur masalah kamu dengan Vano. Tapi kamu harus janji sama aku, kamu harus berbaikan sama Vano. Dia butuh kamu, Nathan." ucap Kira.


Nathan mendengus. Sulit baginya melakukan itu. berhubung Vano sudah sangat marah padanya. "Iya iya," jawab Nathan.


Apa ini saatnya dia melayani Nathan? Karna melihat Nathan tersiksa terus menerus membuatnya tidak tega. Tapi haruskah di situasi seperti ini?


"Nathan," Kira menjauhkan kepalanya dari dada bidang Nathan. Dia menatap Nathan dengan gugup yang luar biasa. Iya, dia harus melakukannya, dia tidak mau menjadi Istri durhaka karna tidak melayani suami hanya karna hanya dia belum siap. Sampai kapan dia harus menunggunya?


Nathan mengangkat kedua alisnya menatap Kira yang gugup seperti itu.


"A-aku mau layani kamu." kata Kira yang membuat Nathan terkejut mendengarnya. Terkejut-terkejut gembira karna Kira sudah mau memberikan tubuhnya padanya.


"Beneran? Kamu udah siap emangnya?" tanya Nathan memastikan.

__ADS_1


Kira mengangguk yakin. Dia sudah memikirkannya dua hari ini dan dia telah membulatkan hatinya untuk melayani suaminya.


"T-tapi, sebelum itu biarkan aku bersiap-siap dulu. Aku gak mau nantinya kamu kecewa sama aku."


Nathan melihat jam di dinding, masih pukul setengah sembilan malam jadi ada waktu untuk bersiap-siap.


"Kamu juga siap-siap dulu." Nathan mengangguk. Ya iyalah masa dia ingin bercinta dengan Istrinya dengan keadaan bau badan sepeti ini?


"Yaudah, aku mau mandi dulu." katanya mengangkat tubuh Kira ke sebelahnya.


"Jangan pakai bunga-bunga ya! Aku gak mau, kayak kuburan aja pakai bunga-bunga."


Hadeh, belum apa-apa udah banyak permintaannya. Benar-benar Istri Nathan itu.


"Iya Kira." Nathan berjalan ke kamar mandi. Jantungnya sedari tadi tidak berhenti berdetak cepat, dia tidak sabar unboxing tubuh Kira nanti. Akhh membayangkannya saja membuat nafsu Nathan naik.


Begitupun dengan Kira, dia berjalan ke meja rias menatap dirinya di cermin. Dia gugup. Sangat. Mahkota yang selama ini dia jaga akan ia serahkan pada Nathan sebentar lagi.


Kira mengambil parfume miliknya yang ada di atas meja rias lalu menyemprotnya ke tubuhnya setelah itu dia merapikan rambutnya serapi mungkin. Kira menatap dirinya di cermin mulai dari wajah dan lingerie yang ia pakai. Apa lingerie ini pantas dengannya ya? akh, bodo amat lah, yang pentingkan dia bisa melayani Nathan nantinya.


Merasa sudah cukup merias diri, Kira duduk di sofa menunggu Nathan keluar dari kamar mandi. Dia merasakan jantungnya berdekub kencang dan tangannya yang bergetar. Akhh, dia sangat gugup sekarang.


Sakin gugupnya menunggu Nathan keluar, Kira memengang kedua gunungnya sendiri. Apa ini akan memuaskan Nathan ya? Tunggu, apa tubuh Kira akan membuat Nathan bernafsu ya? Mengingat tubuh Kira terbilang kurus. Akhhh aku frustasi! Ayah doakan putrimu ini yang mau melaksanakan malam pertamanya. Aku sangat gugup Ayah!


Tak lama kemudian Nathan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar. Untuk pertama kalinya Kira terpesona melihat Nathan yang habis mandi hanya menggunakan handuk di pinggang saja padahal dia sering melihatnya namun malam ini dia benar-benar terpesona, apalagi rambutnya yang basah sehabis keramas dan rintikan air yang mengalir di dada dan perut kotak-kotak Nathan. Astaga, Nathan benar-benar seksi!


Kira menahan nafasnya ketika Nathan duduk di sebelahnya. Walau malam pertamanya dadakan dan tidak ada persiapan apa-apa, Kira merasa ini sangat menegangkan.

__ADS_1


"Kamu benaran udah siap?" tanya Nathan meyakinkan sekali lagi karna Kira kan orangnya pimplan bisa saja Gadis itu berubah pikiran.


Tangan Kira bergetar hebat. Ini pengalaman pertamanya. "I-iya, a-aku siap." jawab Kira yang langsung di terkam Nathan selanjutnya.


__ADS_2