TerSesat

TerSesat
PISAU RANCA CULA


__ADS_3

RANGKAS Masih terdiam dalam duduk nya dan wanita misterius itu masih tertawa mengikik geli. Ia memperhatikan lekak-lekuk tubuh wanita misterius itu dari ujung rambut sampai ujung kaki nya.


'Rasa-rasa nya aku ini seperti sedang bermimpi! tiba-tiba saja aku didatangi seorang wanita cantik jelita! baru kali ini mimpi ku tak seburuk biasa nya. Hmm di lihat-lihat seperti nya perempuan ini bukan manusia biasa seperti ku. Dilihat dari penampilannya ia bukan dari manusia dizaman sekarang, terlihat pakaian yang ia kenakan mirip seperti dijaman kerajaan pada masa lalu.' Rangkas membatin begitu dan perempuan aneh itu menghentikan tawa nya seraya berkata.


"Pasti kau mengira bahwa aku berasal dari suatu kerajaan dimasa lalu bukan?" Rangkas tercengang kaget karena wanita itu bisa menebak isi hati nya.


"Perhatikanlah ini." Lalu Rangkas memperhatikan tangan wanita itu yang sedang memegang pisau emas nya. Jari lentik wanita itu menekan bola mata dari salah satu gagang pisau ukiran ular itu.


"Jika kau tekan mata kiri dari gagang berbentuk ular ini, orang yang memegang pisau ini akan menjadi kebal tubuh nya. Ia akan tahan serangan apapun dan senjata mematikan sekalipun."


"Dahsyat sekali, ckckck. Aku baru tahu bahwa pisau emas itu memiliki kekuatan seperti itu."


"Bukan itu saja, masih ada lagi hal yang lebih dahsyat."


"Apa itu...???" Tanya Rangkas penasaran dan wanita itu pun kemudian menekan bola mata gagang pisau berbentuk ular itu disebelah kanan nya.


Tiba-tiba pisau itu memanjang seperti pedang dan membuat Rangkas tersentak mundur.


"Aneh sekali! Mengapa pisau itu bisa memanjang seperti pedang???" Ucap Rangkas keheranan.


"Inilah salah satu kehebatan dari pisau emas ini. Pisau ini bisa menjadi pedang yang amat tajam dan bisa menjadi pisau kembali."


"Bagaimana caranya? Padahal aku seringkali menekan kedua bola mata ular itu dan tak muncul keanehan seperti itu."


"Ada caranya, kau harus mempusatkan inti tenaga dalam yang ada didalam tubuh dirimu agar masuk ke dalam bola mata ular itu."

__ADS_1


"Begitukah caranya? bagaimana aku melakukan nya? Aku tak bisa mengeluarkan energi tenaga dalam didalam tubuh ku." Perempuan cantik jelita itu hanya tersenyum kepada Rangkas dan Rangkas pun membuang muka karena ia tak tahan dipandang lekat-lekat seperti itu.


Kemudian Perempuan itu berkata sembari mengalihkan pandangan nya ke pisau emas yang masih ia pegang.


"Pisau ini bernama PISAU RANCA CULA. Pisau ini adalah benda pusaka milik ku yang sebelumnya pemilik aslinya adalah ayahku. Ayahku telah mewariskan benda pusaka ini kepada ku hanya untuk membalaskan dendam kepada musuh bebuyutan dari keluarga ku." Rangkas hanya manggut-manggut saja mendengar nya dan ia tak mau menyela ucapan wanita itu.


Kemudian Perempuan itu lanjut berkata lagi,


"Pisau ini bukan sembarang pisau biasa. Pisau ini memiliki kekuatan dahsyat dan tak ada orang yang mampu menggunakan kekuatan nya selain diriku dan ayahku."


"Maksud mu? jadi pisau ini memiliki kekuatan gaib begitu?"


"Benar sekali dan dua diantaranya telah kau lihat tadi." Rangkas manggut-manggut.


"Hmm begitu rupanya." Ucap Rangkas merasa takjub mendengar cerita dari wanita itu. Lalu Rangkas bertanya,


"Jika pisau itu terbuat dari cula siluman badak, lantas mengapa gagang dan mata pisau nya itu terbuat dari emas dan perak? Lalu mengapa bentuk gagang pisau ini dibuat seperti ular?"


"Itu semuanya hanya pengalihan saja sebenarnya. Bentuk aslinya tak seperti ini."


"Hanya pengalihan? aku tak mengerti akan ucapan mu itu Nona." Ucap Rangkas yang kini sudah bisa membiasakan diri dan tak gugup lagi.


Perempuan itu menatap wajah Rangkas dan kemudian memberikan pisau itu kembali kepada Rangkas.


"Jaga pisau ini baik-baik Rangkas. Pisau ini akan berguna untuk melawan takdir mu nanti. Aku pergi dulu, suatu saat aku akan menampakan wujud asli ku kepadamu dan mengajari mu cara membangkitkan inti tenaga dalam di dalam tubuh mu." Setelah berkata begitu tubuh perempuan itu tiba-tiba menjadi samar-samar dan perlahan menghilang dari hadapan Rangkas.

__ADS_1


"Hei takdir apa yang kau maksud itu? coba jelaskan kepadaku. Hei jangan pergi!" Teriak Rangkas dan tiba-tiba saja ia pun langsung tersentak bangun dari tidur nya.


Rangkas memutar tubuh nya ke kiri dan ke kanan. Sorot mata nya mencari-cari sesuatu ke segala sudut ruangan nya.


"Kemana perginya wanita tadi...!?" Lalu Rangkas mendapati pisau emas nya itu berada diranjang samping nya.


"Apakah aku tadi sedang bermimpi? Jika tidak mengapa badanku jadi basah kuyup begini oleh keringat!" Rangkas duduk dalam keheranan nya.


"Ahhh Sial..! ternyata tadi hanyalah mimpi belaka! Tak mungkin ada wanita cantik jelita berpakaian putri raja masuk ke dalam kamar ku yang kumuh ini! Ahh tapi mimpi ku kali ini indah sekali, tak seperti biasanya aku selalu bermimpi buruk." Rangkas terlihat Mengggerutu kesal karena ternyata ia bertemu dengan wanita itu bukan dari kenyataan melainkan dari alam mimpi.


Rangkas segera membuka baju nya yang telah basah oleh keringat itu. Rangkas lalu memegang pisau emas yang sejak tadi berada disamping nya.


"Aku masih sanksi, Apakah tadi aku memang benar sedang bermimpi? tapi mengapa semuanya begitu nyata sampai-sampai aku pun bisa menyentuh tangan wanita itu. Jika itu memang benar mimpi, berarti wanita itu memang pemilik pisau emas ini dan dengan sendirinya ia telah menceritakan soal kehebatan pisau ini kepadaku." Rangkas merenungkan kejadian yang ia alami itu lagi secara terus-menerus.


Ia yakin saat itu diri nya tak tertidur sama sekali, dalam ucapan hati nya pun Rangkas merasa tak tertidur. Padahal Rangkas tertidur tanpa ia sadari sendiri karena ia terlalu lama memperhatikan pisau emas itu sampai-sampai ia tak kuat menahan rasa kantuk nya dan lelah pikiran nya. Memang ada benar nya perkiraan Rangkas, rasa kantuk itu sebenarnya memang berasal dari sosok perempuan cantik jelita itu.


Perempuan itu memang hadir nyata didalam kamar Rangkas. Akan tetapi ia sengaja membuat Rangkas tertidur agar Rangkas tak kaget dan berteriak ketika di datangi oleh perempuan aneh itu. Sosok perempuan aneh itu kini telah pergi setelah Rangkas terbangun dari mimpi nya dan bagi Rangkas hal itu bukanlah sekedar mimpi biasa karena baru kali ini ia mengalami nya diseumur hidup nya.


Pikiran Rangkas akhirnya lelah juga dan ia pun segera pergi keluar kamar untuk mengambil air minum yang ada di dapur. Jam tua dirumah Rangkas menunjukkan pukul empat dini hari dan Rangkas tak memperdulikan akan soal itu. Setelah ia minum, ia duduk di kursi meja makan sambil memperhatikan tengkorak kepala kambing yang berada diatas pintu menuju dapur.


"Lubang ditengah Tengkorak kambing itu memang sangat aneh dan misterius. Bapak pernah bercerita bahwa kepala kambing itu berlubang karena tertancap benda tajam dan ia tak mengatakan benda apa yang bisa melukai tengkorak kepala kambing yang cukup keras itu." Rangkas merenungkan hal itu dan matanya sesekali menatap ke arah tengkorak kepala kambing dan pisau emas yang ia pegang secara bergantian.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2