TerSesat

TerSesat
PENYEBAB SAKITNYA RUSDI


__ADS_3

SETELAH Semua nya diam, Pak Ketua Polisi bertanya kepada Suminah.


"Apa yang ingin kau jelaskan itu Ibu Sumi?"


"Saya ingin menjelaskan soal cerita awal mula suami saya sakit keras waktu itu karena ada kaitan nya dengan simbol lambang ini."


"Baik, kami akan mendengarkan nya." Ujar Pak Ketua Polisi dan orang-orang yang ada di situ semua nya bungkam termasuk Pak Kades juga.


Suminah lalu memulai menjelaskan cerita tentang suami nya itu.


"Waktu itu suami ku baru saja pulang berburu hewan di hutan ini. Sore waktu itu sudah sangat gelap dan Suami ku pulang dalam keadaan linglung dan napas tersengal-sengal. Aku segera membawa suami ku ke kamar dan disana ia menceritakan soal kejadian ketika diri nya berada di hutan ini, seperti nya disinilah tempat nya. Beliau menceritakan kepada ku soal penyebab ia sakit keras yang tak wajar itu dikarenakan sebelumnya ia di datangi seorang wanita cantik jelita di alam mimpi nya. Wanita itu menyuruh suami ku untuk mendatangi pohon beringin ini. Suami ku juga berkata bahwa ia mendapat petunjuk dari wanita misterius itu bahwa kematian orang-orang kampung tegalsari itu ada kaitan nya dengan penghuni pohon beringin besar ini. Suami ku pun diberitahu soal tanda bahwa pohon beringin ini ada simbol goresan bintang segi enam dengan lubang ditengah nya dan aku sudah bisa memastikan bahwa pohon inilah yang dikatakan oleh suami ku itu." Semua orang yang mendengar kan nya itu hanya terdiam saja dan Pak Kades bertanya.


"Lalu apa hubungannya dengan sakit nya suami mu itu Suminah?"


"Suami ku diterror mahkluk hitam, besar dan tinggi! Suami ku bilang ia melihat mahluk itu berdiri di dekat nya kala ia sedang berada di sini untuk memastikan bahwa apa yang ada di mimpi nya itu benar. Ternyata apa yang ada di dalam mimpi suami ku itu memang benar terbukti dan tanda itu benar ada nya. Saat suami ku melihat mahkluk besar itu, tubuh nya terpental akibat diserang oleh Mahkluk itu dan dengan ketakutan nya suami ku langsung pergi berlari dan sampai ke rumah tubuh nya mulai melemah dan sakit-sakitan."


"Mengapa dari dulu kau tak menceritakan soal ini kepada ku, Suminah?" Tanya Pak Kades.


"Karena aku sudah yakin bahwa Pak Kades tak akan mungkin mempercayai ucapan ku ini."


"Seingat ku, bukan nya Mendiang Pak Rusdi pernah bercerita soal sakit nya itu karena ia mengejar buruan nya dan ia melihat sekumpulan orang aneh diatas puncak gunung ini?"


"Ya aku pun masih mengingat nya Pak Ketua Polisi, jangan-jangan kau sedang membual dihadapan kami Suminah!" Tegas Pak Kades dan membuat Para Warga menyuraki Suminah.

__ADS_1


Suminah tetap pada pendiriannya dan ia segera berkata,


"Apa yang dikatakan oleh Suami ku kala itu memang benar ada nya Pak Kades. Apa Pak Kades tak ingat waktu itu suami ku tak sempat meneruskan ucapan nya karena ajal nya sudah tiba?"


"Iya aku masih mengingat nya." Ujar Pak Kades sambil manggut-manggut dan Suminah melanjutkan ucapan nya lagi.


"Kejadian ia bermimpi didatangi wanita cantik itu sesudah suami saya melihat orang-orang aneh berpakaian serba putih yang ada di atas puncak gunung ini. Malam nya ia bermimpi didatangi oleh seorang perempuan cantik itu dan menuduhkan agar ia memeriksa tempat ini. Aku sekali pun tak pernah berdusta akan ucapan ku ini Pak Kades! Terserah kalian jika ucapan ku ini dianggap mengada-ada karena aku mengatakan apa yang dikatakan oleh suami ku dulu!" Semua orang yang mendengarkan ucapan Suminah itu percaya tak percaya karena mereka sudah menganggap Suminah pembohong. Pak Kades pun masih menyangsikan ucapan dari Suminah itu, kecuali Pak Ketua Polisi. Ia mempercayai betul apa yang dikatakan oleh Suminah itu tentang PENYEBAB SAKITNYA RUSDI Karena ia melihat kejujuran dari mata Suminah yang sembab oleh air mata itu.


Di alam dimensi siluman, perjalanan Rangkas dan Putri Ayu tiba disebuah rumah penduduk yang terbengkalai. Di rumah-rumah penduduk itu sama sekali tak ada orang yang menghuni nya dan keadaan rumah itu sudah lapuk dan hancur dibeberapa tempat. Putri Ayu dan Rangkas berjalan beriringan mengikuti jalan setapak menuju gerbang yang masih cukup jauh. Di kiri dan kanan jalan itu hanyalah rumah-rumah penduduk yang sudah kosong.


"Sepertinya rumah ini sama sekali tak ada penghuni nya Nyai."


"Ya memang sepertinya nya begitu. Rumah-rumah ini mirip rumah-rumah yang sudah aku lewati sebelum nya."


"Benarkah? Aku juga sudah melewati rumah-rumah seperti ini. Tapi disana aku melihat banyak orang-orang yang mati mengenaskan seperti ada pembantaian ditempat itu."


"Hmm ya aku melihat nya, kepala orang itu terpenggal dan kepala nya memakai kain semacam karung coklat."


"Orang-orang itu bertingkah aneh ketika aku memasuki kampung itu dan menganggap ku penyusup. Merek menyerang ku dan aku sama sekali tak ada niatan untuk membantai mereka."


"Lalu siapa yang telah membantai mereka itu Nyai?"


"Orang yang membasa senjata gergaji itulah orang nya, karena mata nya buta ia hanya menyerang tanpa tahu bahwa aku sudah menghindari serangan nya. Orang-orang yang ikut menyerang ku menjadi sasaran serangan orang itu dan Orang-orang itu terbantai oleh teman nya sendiri."

__ADS_1


"Hmm begitu rupa nya, aku pikir pembantaian itu akibat dari serangan hewan liar." Pada saat itu tanah yang mereka pijak bergetar.


Duggg!! Duggg!! Duggg!! Berrrrr!!


Putri Ayu dan Rangkas memalingkan kepala ke arah belakang mereka.


Disana nampak batu bulat besar sebanyak tiga buah menggelinding dari atas bukit tebing hutan itu. Jalanan menurun itu semakin membuat batu besar itu menggelinding cepat ke arah mereka berdua.


"Kita harus bagaimana menghindari batu itu Nyai?" Tanya Rangkas karena tiga batu itu melindas rumah-rumah penduduk yang kosong itu.


"Pejamkan mata mu!!" Tegas Putri Ayu dan Rangkas mengerutkan dahi nya.


"Sudah lakukan saja apa yang aku suruh!!" Rangkas pun menurutinya nya dan memejamkan mata nya.


"Sudah buka mata mu." Ucap Putri Ayu dan Rangkas pun membuka mata nya.


"Dimana kita ini?" Tanya Rangkas kebingungan.


Mereka berada di atas menara pengawas dan disana mereka berdua melihat tiga batu yang menggelinding itu menabrak pepohonan di sekitaran rumah penduduk itu hingga tumbang. Disaat itu tanah bergetar lagi dan membuat tubuh Rangkas oleng,


"Ada apa lagi ini Nyai?" Tanya Rangkas kaget dan Putri Ayu menunjuk ke arah datang nya batu besar tadi.


"Lihat disana." Rangkas melihat ke arah sana dan di sana sudah ada sesosok mahkluk besar dan tinggi. Kulit nya hijau dan memakai cawat saja. Wajah nya seram karena mata nya melotot tajam dan gigi-gigi nya bertaring. Kepala mahkluk itu botak plontos dan membawa senjata Palu Godam ditangan nya.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2