TerSesat

TerSesat
MAHKLUK BUTO IJO


__ADS_3

MATA Mahkluk itu menatap bengis ke arah menara kecil di salah satu atap rumah penduduk itu. Rangkas dan Putri Ayu pun tak bisa bersembunyi karena mahkluk hijau itu sudah melihat mereka berdua.


"Grrrrr!! Kuhancurkan kalian berdua, heahhhh!!" Mahkluk besar itu mengeluarkan angin kencang dari mulut nya yang menganga lebar itu.


Putri Ayu segera berkata kepada Rangkas agar ia membuat perisai dari pisau pusaka nya itu. Putri Ayu sudah siap siaga dengan kipas Pusaka nya dan angin kencang pun menghempaskan rumah-rumah yang sudah lapuk itu. Putri Ayu segera menarik Rangkas dan membawa nya terbang ke bawah bersembunyi di balik pohon besar. Rangkas kaget, melihat menara tempat mereka berdua itu hancur terbawa arus angin kencang.


Mata mahkluk berkulit hijau itu mencari-cari kemana pergi nya dua orang yang akan ia musnahkan itu. Rangkas lalu bertanya kepada Putri Ayu,


"Mahkluk apa itu Nyai? Aku belum pernah melihat sesosok mahkluk seperti itu."


"Hmm seperti nya itu adalah MAHKLUK yang bernama BUTO IJO."


"Ouh itu nama nya, badan nya hampir sebesar sosok Genderuwo yang menjadi pemimpin sekte ajaran sesat itu Nyai."


"Memang, tapi sosok ini sangat susah sekali untuk kita kalahkan. Apalagi ia membawa senjata, pasti kita akan kewalahan mengalahkan nya." Rangkas menggenggam kuat gagang pusaka Pisau Ranca Cula dan seketika langsung berubah menjadi Pusaka Tombak Maut.


Putri Ayu menatap Rangkas yang seperti orang marah itu.


"Kau pernah bilang bahwa musuh bebuyutan mu itu sangat kuat bahkan kau pun sendiri kewalahan menghadapinya."


"Ya aku pernah mengatakan nya padamu Rangkas. Tapi jika disandingkan dengan Mahkluk gundul itu, sepertinya mahkluk gundul itu lebih unggul dari segi kekuatan fisik nya."

__ADS_1


"Baiklah sudah aku putuskan!" Tegas Rangkas yang kini sudah tak takut lagi menghadapi lawan nya itu.


Rangkas sudah beberapa kali melawan siluman-siluman yang mencoba menghadang nya. Mental nya sudah matang, tak seperti awal ia melawan siluman kadal didalam gua yang gelap itu. Rangkas berkelebat cepat ke depan dan membuat Putri Ayu kaget dan membatin.


"Luar biasa cepat nya anak itu, ckckck." Rangkas berhenti berlari dan berada di depan mahkluk gundul itu.


"Akhirnya ia sudah bisa mengalahkan rasa takut nya itu, jika ia berhasil membunuh mahkluk gundul itu. Sudah dipastikan ia sudah mampu untuk melawan si Raden Aji Sakro itu!" Putri Ayu terbang ke atas atap rumah yang tak hancur. Ia ingin menonton pertarungan Rangkas dengan mahkluk gundul itu.


Rangkas berdiri tegap dan mata nya tak kalah tajam menatap mahkluk gundul itu.


"Apa maksud mu menyerang kami wahai mahkluk serba hijau!?"


Rangkas memainkan jurus silat nya sampai memegang pusaka tombak nya. Mahkluk gundul itu siap serang juga dan memainkan palu Godam nya.


Wussshh!! Mahkluk gundul itu melempar kan palu Godam nya itu dan ternyata palu tersebut memiliki rantai yang bisa memanjang. Rangkas melenting ke atas dan mustahil bagi nya untuk menghadang atau menangkis serangan berat itu. Palu itu menghantam batang pohon tempat Rangkas dan Putri Ayu bersembunyi sebelum nya.


Rangkas baru saja mendaratkan kaki nya di tanah, tapi ia harus segera berjungkir balik lagi ke atas karena palu Godam tadi tertarik kembali kepada pemilik nya. Putri Ayu masih diam melihat serangan pemanasan dari mahkluk gundul itu. Rangkas sudah mendarat lagi ditanah, kemudian Rangkas pun unjuk kekuatan. Rangkas lalu memainkan tombak pusaka nya itu sambil melakukan gerakan silat dan kemudian Rangkas memutar tombak itu dengan cepat didepan nya.


Angin kencang tiba-tiba keluar cepat menerabas lurus ke arah siluman Buto ijo itu. Putri Ayu kaget bukan main karena ia baru melihat kekuatan besar yang dikeluarkan oleh Rangkas itu. Angin kencang itu menghantam tubuh Buto ijo itu dan Buto Ijo itu menahan nya dengan kedua tangan nya. Badan besar Buto ijo itu mundur beberapa tindak ke belakang karena ia mulai tak kuat menahan serangan angin kencang yang tak kuncung berhenti itu. Rangkas memutar tombak itu dengan cepat dan angin kencang itu semakin besar.


Wushhh!! Brakkkkk!! Mahkluk gundul itu terlempar menabrak dinding bukit hutan tempat batu tadi jatuh.

__ADS_1


"Bangsaaaaat!!" Bentak Mahkluk gundul itu dengan keras.


Ia lalu bangun dan tubuh nya melenting ke atas. Mahkluk itu berlari cepat ke arah Rangkas dan mengayunkan palu Godam nya itu ke tubuh Rangkas. Angin hempasan dari palu Godam itu menerpa wajah Rangkas dan rasa nya panas sekali. Rangkas langsung menghindari nya dengan berjungkir balik ke belakang.


Tap-tap-tap Tiga kali Rangkas plik-plak ke belakang dan serangan Mahkluk gundul itu gagal mengenai sasaran.


Putri Ayu tersenyum kagum akan kegesitan Rangkas dalam mengambil keputusan terhadap lawan nya itu. Tanpa ia sadari, ada yang membidik tubuh Putri Ayu memakai anak panah dari atas bukit hutan sana. Anak panah melesat ke arah Putri Ayu dan insting Putri Ayu tetap waspada. Putri Ayu lalu memutar tubuh nya dan Tap! Anak panah itu berhasil dipegangnya.


Orang yang membidik Putri Ayu memakai panah itu segera kabur dan Putri Ayu pun segera terbang mengejar nya. Rangkas masih melawan mahkluk gundul itu dan serangan fisik sejak tadi terus dikeluarkan oleh Mahkluk gundul itu kepada Rangkas. Rangkas tetap menghindari serangan fisik dari Mahkluk gundul itu dan Rangkas dikejar terus oleh Mahkluk itu hingga Rangkas terdesak. Kemarahan Mahkluk gundul itu telah menghancurkan rumah-rumah penduduk itu dan Rangkas belum melakukan serangan lagi.


"Luar biasa besar nya tenaga mahkluk ini!!" Ujar Rangkas disela menghindari serangan mahkluk gundul itu.


"Lawan aku manusia biadab!! Jangan menghindari serangan ku terus!!" Kaki besarnya menyepak tubuh Rangkas dari samping dan Rangkas segera menangkis nya memakai tangan kanan nya.


Buggg!! Tangan Rangkas menahan kaki besar seukuran tubuh nya itu dan asap mengepul dibawah kaki Rangkas.


Tapi sedetik kemudian tubuh Rangkas terpental jauh menabrak dinding rumah penduduk dengan keras.


"Hahahaha!! Rasakan itu manusia brengsek!!" Lalu Mahkluk gundul itu berjalan ke arah terlempar nya Rangkas. Tubuh Rangkas tertimbun reruntuhan rumah yang terbuat dari atap Rumbia itu. Rangkas pingsan dan tas nya yang berisi kepala Ranti pun terlepas dari punggung nya.


Putri Ayu mengejar orang itu dan ia melihat sekelebat orang berpakaian jubah serba putih kusam menutupi tubuh nya dari kaki sampai kepala. Pakaian nya mirip seperti para pengikutnya Gandaria yang mati dibantai oleh Putri Ayu itu. Orang itu berhasil disusul oleh Putri Ayu dan Putri Ayu mencegat nya. Tubuh Putri Ayu melenting di udara melewati tubuh orang itu dan membuat orang itu berhenti melarikan diri nya.

__ADS_1


__ADS_2