TerSesat

TerSesat
HILANG NYA RANGKAS


__ADS_3

GELAP Nya malam mulai nampak dan semakin menyulitkan para orang-orang yang sedang mencari Rangkas. Cahaya obor menerangi disetiap pohon-pohon dihutan itu dan Pak Ketua Polisi segera berunding dengan Pak Kades.


"Sebaik nya pencarian Rangkas besok lagi saja Pak Kades. Mustahil bagi kita untuk mencari kemana hilang nya anak itu."


"Saya setuju Pak, baiklah kita pulang saja." Lalu Pak Kades menyuruh para warga nya untuk menghentikan pencarian nya dan begitu pula dengan anak buah nya Pak Polisi. Mereka kini turun gunung dari hutan belantara itu menuju Kampung Tegalsari berada.


Suminah masih berada di rumah nya Kepala Desa dan ia masih menunggu kabar tentang anak nya. Setiba dirumah Pak Kades, Rombongan itu pun segera memusyawarahkan soal kejadian yang mereka temui dihutan sana. Suminah yang berada di dalam rumah Pak Kades pun segera keluar bersama Istri nya Pak Kades.


"Bagaimana dengan kabar anak saya Pak Kades? Apakah anak saya telah ditemukan?" Pak Kades pun menatap Pak Ketua Polisi dan Pak Polisi yang menjawab pertanyaan Ibu nya Rangkas itu.


"Maaf Ibu Sumi, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari anak ibu. Tapi kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan anak ibu karena terhalang malam. Mungkin besok kami akan lanjutkan pencarian ini lagi." Suminah pun tak kuasa menitikan air mata nya dan ia pun segera pamit pulang disaat itu juga.


Pak Kades pun merasa kasihan juga kepada Suminah yang hidup tanpa suami dan mungkin jika anak nya tak ditemukan sudah Pasti Suminah akan hidup sendirian. HILANG NYA RANGKAS Pada hari itu telah membuat geger seisi kampung Tegalsari. Para warga diharap waspada oleh Pak Kepala Desa agar menjaga keluarga Mereka masing-masing dan bila perlu jangan ada yang keluar rumah dahulu.


Perundingan dirumah Pak Kades dilakukan dan hanya ada Pak Kades, Istrinya dan Pak Kepala Polisi saja. Mereka berdua berada diruangan tengah dan sedang membicarakan soal penemuan barang bukti ketika berada dihutan belantara itu.

__ADS_1


"Setelah kita selidiki, ternyata suara ledakan itu bukan berasal dari gunung Persik yang akan meletus. Melainkan ada nya ledakan keras yang mengakibatkan tumbang nya pohon dan rusak dihutan itu." Ucap Pak Ketua Polisi dan Istri nya Pak Kades bertanya,


"Aneh sekali Pak Polisi, apakah ada orang yang bunuh diri dengan cara meledakan bom dihutan sana?"


"Saya tak bisa memastikan nya Bu, tapi anak buah saya telah menemukan ceceran darah kental berwarna merah kehitaman." Lalu Pak Kepala Desa memanggil anak buah nya yang berdiri dibelakang nya.


Plastik putih klip berisi cairan darah kehitaman ditaruh dimeja nya Pak Kepala Desa. Pak Kades dan istri nya nampak tegang sekali melihat darah itu dan menyangka itu adalah darah nya Rangkas.


"Apakah ini darah nya Rangkas Pak Polisi?" Tanya Pak Kades.


Dirumah nya Suminah, ia menangisi sebingkai Poto anak nya. Ia tak henti-henti nya menangisi anak semata wayangnya itu.


"Kamu dimana Nak? hixhix, jangan tinggalkan Ibu sendirian. hixhix." Tangisan Suminah itu ada yang mendengar nya, Yakni Putri Ayu. Ia sudah siuman ketika para penduduk kampung Tegalsari ramai mencari hilang nya Rangkas dihutan belantara itu. Ia agak bingung juga ketika melihat ramai nya orang-orang yang meneriaki Rangkas. Semakin bingung lagi diri nya setelah ingat bahwa Mahluk hitam penjaga pohon besar itu telah menghilang dari tempat itu.


Putri yang kebingungan itu tak bisa berbuat lebih. Ia ingin masuk ke dalam lubang yang memiliki lambang iluminati itu, namun ia tak tahu cara masuk nya bagaimana. Akhirnya Putri Ayu memutuskan untuk pergi ke rumah nya Rangkas. Ia ingin melakukan semedi dirumah itu untuk meminta petunjuk kepada Hyang Widi. Namun setelah Putri Ayu masuk ke dalam rumah nya Rangkas dengan menembus pintu, Ia mendengar tangisan Suminah dikamar nya.

__ADS_1


Putri Ayu penasaran dan ia pun mencari dimana sumber suara itu beras. Setelah Putri Ayu masuk ke dalam kamar itu dengan menembus pintu, ia pun melihat Suminah menangisi Poto anak nya dan hal itu membuat Putri Ayu merasa bersalah. Ia menyalahkan diri nya sendiri karena telah lalai menjaga calon penolong nya itu dari bahaya. Kini tak ada pilihan lain bagi Putri Ayu untuk melakukan semedi, ia pun membiarkan Suminah menangisi anak nya seperti itu. Putri Ayu lalu pergi ke kamar nya Rangkas untuk melakukan semedi meminta petunjuk cara menemukan Rangkas kepada Hyang Widi.


Rangkas masih terbaring ditempat gelap itu dan ia lalu membuka mata nya. Rangkas kaget setelah menyadari disekelilingnya tak ada cahaya sama sekali. Rangkas seperti berada disebuah ruangan yang hampa udara dan ia pun merasakan tanah yang dipijak nya itu sedikit berpasir. Rangkas ingat bahwa ia membawa korek api ditas nya dan ia segera mengambil nya. Dengan susah payah Rangkas meraba isi tas berburu nya itu dan akhirnya ia berhasil menemukan nya. Rangkas pun menyalakan korek api itu dan cahaya kecil dari sebatang korek api itu masih belum bisa menerangi tempat itu. Rangkas pun berinisiatif membuat obor dari anak panah nya itu dengan merobek sedikit baju nya. Ia ingat bahwa ia membawa sedikit minyak tanah ditas nya itu dan kemudian merendam sobekan pakaian nya itu ke dalam wadah minyak tanah.


Minyak tanah itu sengaja disediakan Rangkas untuk melumasi ujung anak panah nya agar terlihat tajam dan mengkilap. Panah darurat yang Rangkas buat sudah jadi dan ia sekarang sudah bisa melihat keadaan disekeliling nya.


"Dimana ini? mengapa di sini sangat gelap sekali? seingatku sebelum aku pingsan, tubuh ku tersedot masuk ke dalam batang pohon itu setelah aku memasukan jariku ke dalam lubang nya. Benar-benar membuatku heran dan aneh." Rangkas bicara pada diri nya sendiri dan ia pun lalu melangkahkan kaki nya.


Cahaya api obor itu menerangi ruangan gelap itu dan Rangkas tetap berjalan ke depan mengikuti gerak naluri nya. Didepan sana Rangkas melihat ada tiga lorong yang mengarah entah kemana jalan tembus nya. Rangkas masih belum berani mengambil keputusan kemana kaki nya nya akan melangkah.


'Jalan mana yang harus aku masuki? Aku takut jika dari salah satu lorong itu ada bahaya yang sedang menunggu ku! Aku yakin aku saat ini sedang berada di dimensi gaib dan haruskah aku menggunakan ilmu yang diberikan oleh Putri Ayu itu sekarang?' Rangkas membatin seperti itu karena ia masih ingat cara menggunakan kekuatan yang diajarkan oleh Putri Ayu kepada nya itu.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2