TerSesat

TerSesat
AIB SANG PENGUASA


__ADS_3

PUTRI Ayu berdiri di dekat tertancap nya Pusaka Tombak Maut itu dan ia melihat banyak rantai berserakan disekitar nya. Putri Ayu hanya geleng-geleng kepala saja melihat lubang cukup besar dan lebar itu akibat benturan adu kekuatan dua senjata pusaka itu. Bongkahan besi baja itu sudah dipastikan adalah besi baja dari senjata palu Godam nya si Mahkluk gundul itu. Putri Ayu lalu mencabut Pusaka Tombak Maut itu dan terbang kembali ke atas.


Orang berpakaian serba putih tadi sedang berjongkok dihadapan mahkluk gundul yang sedang sekarat itu.


"Kau bicara apa Karsani?" Tanya orang berpakaian mirip ninja itu.


"krrrkrrr....krhekrkrkrr..." Mahkluk gundul itu mencoba mengatakan sesuatu kepada orang itu, namun ia tak bisa mengatakan dengan ucapan yang benar karena bibir dan mulut nya melepuh bengkak.


"Maaf aku tak mengerti apa yang kau katakan itu Karsani dan aku tak bisa mengobati luka mu karena aku tak memiliki keahlian mengobati orang yang sakit karena akibat kesombongan nya itu." Wajah Mahkluk gundul itu semakin sayu seakan meminta belas kasihan untuk diberikan pengobatan kepada orang itu.


"Maaf Karsani, aku sudah muak menjadi anak buah mu dan pengikutnya si Gandaria itu!" Lalu Orang itu mencabut pedang yang berada dibelakang punggung nya di dekat kantong anak panah nya.


Ketika Orang itu akan menikam jantung mahkluk gundul itu, Putri Ayu sudah ada didekat orang itu.


"Mengapa kau berniat ingin membunuh mahluk gundul itu? Bukankah ia rekan mu?"


"Bukan urusan mu!" Tegas orang itu dan ia langsung menikam jantung mahkluk gundul itu tanpa ragu-ragu lagi. Mahkluk gundul itu pun mati dengan mata mendelik melotot ke arah orang itu dan Kemudian orang itu mencabut pedang nya. Kemudian ia menebas leher mahkluk gundul itu tanpa ampun lagi dan kepala mahkluk gundul itu menggelinding menuruni jalanan kampung itu.


Darah berceceran mengikuti arah menggelinding nya kepala mahkluk gundul itu dan Putri Ayu lalu berkata.


"Apakah kau punya dendam tersendiri kepada rekan mu itu?"

__ADS_1


"Bukan urusan mu!"


"Memang bukan urusan ku, tapi aku hanya ingin tahu saja mengapa kau sampai berkhianat kepada Tuan Agung mu itu dan tega membunuh rekan mu sendiri?" Orang itu menatap wajah Putri Ayu dengan tatapan tajam membekukan pandangan Putri Ayu.


Mata itu nampak indah menurut Putri Ayu yang melihat nya.


"Kau ingin tahu alasan nya mengapa aku sampai berkhianat? Karena AIB SANG PENGUASA Kerajaan Kuil Wayangsa itu yang membuat mu muak!"


"Jika kau muak, mengapa kau sampai saat ini masih menjadi anggota orang-orang sesat itu?"


"Aku terpaksa bergabung ke dalam kelompok nya si Gandaria itu karena dendam ku terhadap raja Kerajaan Angkor Pura yang dirajai oleh si Raden Aji Sakro itu! Aku sengaja mencari sekutu untuk membalaskan dendam atas pembantaian yang dilakukan nya itu terhadap keluarga ku! Di dalam pengembaraan ku dulu, aku menemukan sekelompok orang-orang yang mencari anggota untuk tujuan membalas dendam kepada Kerajaan Angkor Pura. Aku tertarik untuk bergabung dan syarat bergabung ke dalam anggota itu hanya dengan memakai kain jubah untuk menutupi seluruh tubuh kami." Putri Ayu penasaran dan bertanya,


"Apa alasan nya para anggota kelompok itu harus memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh nya?"


"Oh jadi begitu alasan orang-orang yang ada di kuil itu memakai pakaian serba tertutup dan aku ingin tahu, apa maksud nya kalian mencari tumbal manusia-manusia yang tak berdosa itu dan memenggal kepala nya dan


menggantungkan kepala mereka di atas langit-langit kuil itu?"


"Itulah mengapa aku benci sekali kepada Gandaria dan ingin berkhianat dari nya!"


"Apa kau bisa menjelaskan nya???"

__ADS_1


"Setelah kami selesai membuat kuil sebagai tempat kami membangun kekuatan, Gandaria menjadi Raja dan sebagai ketua kelompok kami. Aku patuh terhadap perintah nya karena ia memang sakti dan ia pernah bercerita kepada para pengikutnya bahwa ia hampir saja membunuh Raden Aji Sakro tapi sayang nya Raden Aji Sakro licik dan membuat Gandaria menyerah karena kepala nya hampir saja ditebas memakai pedang nya."


"Lalu mengapa kau sekarang ingin berkhianat? bukankah Gandaria orang sakti yang mampu mengimbangi kekuatan nya Raden Aji Sakro?"


"Sudah aku katakan, aku sudah muak dengan cara kotor nya si Gandaria itu. Ia ingin memiliki ilmu tanpa tanding tanpa harus berlatih. Maka ia berdalih telah mendapatkan petunjuk dari Raja Setan yaitu Iblis untuk mencarikan nya tumbal agar Gandaria dan para pengikutnya termasuk diriku diberikan kekuatan yang maha dahsyat dari Raja Iblis itu. Pencarian tumbal pun dilakukan dan Arwah-arwah manusia yang ditumbalkan itu dikurung di penjara bawah tanah kuil tersebut. Kami hanya mengambil darah para korban saja untuk sesembahan kepada Raja Iblis itu. Raga tubuh mereka tetap berada di alam manusia dan kepala mereka di ambil ke alam gaib ini untuk sebagai bukti kepada Raja Iblis bahwa darah itu memang berasal dari manusia."


"Hmm jadi begitu alasan nya kalian memenggal para kepala korban dan meninggalkan raga tubuh mereka di alam manusia. Lalu apa kalian tak merasa kasian terhadap orang-orang yang tak bersalah itu?"


"Aku menolak ketika disuruh untuk membunuh orang-orang yang sudah ditargetkan oleh seorang dukun di alam manusia."


"Seorang dukun?" Tanya Putri Ayu heran.


"Ya di dalam kelompok kami ada seorang dukun yang ikut bergabung dan ia adalah manusia yang memiliki kekuatan bisa masuk dan keluar alam gaib dan manusia."


"Siapa orang itu dan apa tugas nya?"


"Orang itu bernama Gundalini dan tugas nya hanya memata-matai ke suatu tempat untuk nanti kami jadikan ajang mencari tumbal."


"Jadi dukun itulah yang mencari suatu pemukiman yang nanti nya para warga pemukiman itu akan kalian buru untuk ditumbalkan kepada Raja Iblis?"


"Benar sekali, tugas dia hanya itu saja. Sedangkan tugasku hanya membawa darah dari korban dan juga kepala korban ke dalam Kuil Wayangsa."

__ADS_1


"Lalu siapa yang memenggal para korban itu?" Tanya Putri Ayu lagi semakin penasaran.


"Biasa nya Lodhaya yang muncul dengan mengeluarkan ilmu kabut nya hingga menutupi seluruh pemukiman itu. Lalu Yodha yang memakai Ilmu Manggil Jiwa nya agar orang yang sedang diburu itu keluar dari rumah mereka. Seringkali apa yang mereka lakukan itu berhasil dan jika korban sudah nampak, aku segera mendekati Yodha untuk menampung darah dari korban itu memakai kendi keramat dan Yodha langsung menebas leher korban itu tanpa lama-lama lagi." Putri Ayu pun manggut-manggut mendengarkan penuturan dari cerita pencari tumbal dari salah satu kelompok aliran sesat itu.


__ADS_2