TerSesat

TerSesat
PERTARUNGAN TANPA AJAL


__ADS_3

Gandaria tertawa terkekeh-kekeh sambil berkata,


"Lawan dia anak muda!! Aku yakin si wanita jalank itu akan mati ditangan mu!! hahaha!!" Putri Ayu terus menghindari serangan berbahaya dari Rangkas itu. Gandaria mendekati dua orang kepercayaan nya yang sudah mati menjadi mayat. Yodha sudah mati dan kepala nya yang mirip babi itu sudah hancur. Sedangkan Yodhaya yang wajah nya miri kera itu pun sudah mati menjadi patung batu.


'Ilmu apa yang di miliki anak muda itu sampai-sampai Lodhaya yang aku anggap sakti ini bisa dikalahkan semudah ini?' Gandaria membatin karena kagum atas kekuatan yang dimilik Rangkas. Sedangkan Yodha adalah algojo malaikat maut nya orang-orang yang akan menjadi tumbal persembahan kepada Raja Iblis oleh Gandaria.


Putri Ayu terus berteriak kepada Rangkas agar berhenti menyerang nya.


"Rangkas sadarlah!! aku bukan musuh mu!!" Teriakan Putri Ayu tetap tak membuat Rangkas menghentikan serangan nya. Rangkas terlihat sangat lincah dan lihai sekali memainkan Tombak pusaka nya itu.


"Sepertinya ada yang tak beres kepada Rangkas! Apakah alam bawah sadar nya sedang di hipnotis oleh si gentong ****** itu!?" Putri Ayu masih gesit menghindari serangan dari Rangkas dan pertarungan itu tiba di halaman kuil itu yang dimana disana banyak pemakaman kuno.


Gandaria duduk bersila menghadap para pengikutnya yang sudah menjadi mayat. Ia sedang mengendalikan alam bawah sadar nya Rangkas memakai ilmu yang ia miliki. Rangkas bagai orang yang sedang kesurupan, gerakan nya begitu liar karena dikendalikan oleh Gandaria. Putri Ayu kini balik menyerang Rangkas dan pertarungan sengit pun terjadi. Putri Ayu tetap waspada akan serangan mematikan dari tombak pusaka Ranca Cula itu. Putri Ayu menangkis pukulan tombak itu memakai kipas pusaka nya dan suara denting besi beradu terdengar jelas oleh Gandaria. Putri Ayu lalu membuat gerakan tipuan yang pernah ia lakukan terhadap Gandaria. Putri menendang ke arah pinggang kanan Rangkas dengan cepat dan Rangkas menangkis nya memakai tangan kiri. Namun Rangkas yang alam bawah sadar nya dikendalikan oleh Gandaria itu, telat menyadari bahwa itu adalah gerakan tipuan.


Plakkk!! Wajah Rangkas tertampar kaki Putri Ayu dan seketika Rangkas langsung tersadar.


Rangkas terlempar berguling-guling ditanah dan Putri Ayu segera melesat terbang mengejar Rangkas untuk mencoba menyadarkan nya. PERTARUNGAN TANPA AJAL Yang dilakukan oleh Rangkas dan Putri Ayu itu membuat Gandaria Geram. Ia merasakan sakit sekali lagi di pipi nya dan ia pun segera bangun ingin melihat apa yang sedang terjadi kepada Rangkas dan Putri Ayu diluar kuil itu.


Namun baru saja Gandaria keluar kuil, tubuh nya sudah harus terpental lagi ke dalam. Tubuh besar dan tinggi seperti sosok Genderuwo itu menubruk tempat duduk singgasana nya hingga hancur. Putri Ayu menerjang tubuh Gandaria itu dengan keras dan ia masih memanggul tubuh Rangkas yang pingsan. Niat Putri Ayu ingin mengambil kepala Ranti yang berada tergantung di langit-langit kuil itu. Setelah berhasil mengambil nya, Putri Ayu segera pergi keluar dari kuil itu lagi.


Pada saat itu Rangkas bangun dan ia kaget dirinya dibawa terbang oleh Putri Ayu.

__ADS_1


"Jangan kabur kaliaaaan bangsaaat!!" Teriak Gandaria yang kini sudah berubah total wujud nya. Wujud sosok Gandaria itu tinggi besar dan hitam karena tubuh nya dipenuhi Rambut mirip gorila. Jubah merah nya hancur terbakar ketika ditendang keras oleh Putri Ayu yang mengandung tendangan api itu.


Putri Ayu membawa pergi Rangkas sampai di pemakaman halaman kuil itu.


"Sudah turunkan aku Nyai, biarkan aku jalan sendiri!" Tegas Rangkas dan Putri Ayu pun segera menurunkan Rangkas.


"Kau darimana saja Nyai? bagaimana kau bisa bersama ku di dalam ruangan itu?" Tanya Rangkas.


"Entahlah, ketika aku ingin mencari mu ke alam di dalam dimensi ini. Aku mengalami kesulitan mencari jejak mu, kau sendiri mengapa nekat masuk ke dalam dimensi ini?"


"Aku tak tahu mengapa aku bisa berada di alam ini, aku hanya ingat ketika aku memasukan jari telunjuk ku ditengah lambang dibatang pohon itu. Tiba-tiba tubuh ku tersedot masuk ke dalam ruangan yang amat gelap."


"Itu tanda nya tubuh mu masuk ke dalam dimensi gaib karena energi di gerbang siluman sangat kuat."


"Nanti aku akan memikirkan nya dahulu, sekarang kita pergi menyelamatkan diri dulu. Aku rasakan Mahkluk hitam tinggi besar itu sedang mencari kita kemari."


"Baiklah, kemana kita akan pergi Nyai..?"


"Ayo ikut aku." Ujar Putri Ayu tak banyak bicara lagi dan Rangkas mengikuti nya dari belakang.


Putri Ayu lalu memberikan kepala perempuan yang ia ambil sebelum nya itu.

__ADS_1


"Apakah ini kepala perempuan yang bernama Ranti itu?" Ucap Putri Ayu kepada Rangkas.


"Iya Nyai, terimakasih kau sudah mengambil nya tadi. Kepala ini akan menjadi bukti bahwa Ayah ku tak bersalah selama ini."


"Iya aku sangat senang bisa membantu mu Rangkas. Aku yakin orang yang membunuh Ranti dan para warga kampung mu itu adalah mahkluk-mahkluk aneh tadi dengan di ketua oleh si Gandaria Tadi."


"Iya sepertinya Nyai. Aku sekarang sudah tahu tentang teka-teki kasus pembunuhan di kampung Tegalsari itu bukan dari golongan manusia. Melainkan dari golong siluman itu dan orang yang memenggal Ranti adalah orang yang memakai jubah putih itu dan yang memakai jubah biru ke abu-abuan itu dia yang menyebarkan kabut pekat itu. Lalu sosok tinggi besar itulah yang pernah aku temui ketika aku terjebak dikabut misterius itu Nyai."


"Ya sekarang semua nya sudah terbongkar tanpa kita cari tahu sendiri. Sekarang tugas ku membantu kesulitan mu sudah selesai karena kau sudah mengungkap pembunuhan anak gadis ini. Setelah ini kau harus membantu ku merebut istana milik Ayah ku yang bernama Kerajaan Angkor Pura didekat wetan dari tangan si Raden Aji Sakro itu!"


"Baiklah Nyai, terima kasih sudah membantu ku." Putri Ayu hanya mengangguk tersenyum saja sambil memberikan kepala Ranti yang masih utuh itu.


Rangkas lalu memegang kepala Ranti yang masih awet tanpa busuk dan berbelatung itu. Kepala itu nampak masih utuh terawat dan keadaan Mata Ranti terpejam. Kepala itu tak bau anyir atau bau busuk dan tak ada darah setetes pun di leher tempat terpenggal nya kepala Ranti itu. Rangkas lalu memasukan kepala itu ke dalam tas kain berburu nya yang selalu menempel di punggung nya. Rangkas kehilangan anak panah bersama busur nya dan ia sudah mengiklaskan akan hal itu.


Rangkas dan Putri Ayu berjalan menyusuri jalan setapak yang menurun dan harus melewati hutan belantara.


"Kita pergi kemana ini Nyai?" Tanya Rangkas.


"Entahlah, aku mengikuti jalur jalan setapak ini saja. Siapa tahu kita sampai didesa tempat ku masuk ke dalam dimensi ini." Rangkas hanya diam saja dan sekelebat ia melihat ada orang berlari di depan nya memakai pakaian serba hitam.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2