TerSesat

TerSesat
TELAGA MANIK INTAN


__ADS_3

PUTRI Ayu Candraningsih lalu berkata lagi kepada Rangkas.


"Kau mau ikut aku tidak...??? Jika kau menolak berarti kau telah menolak pertolongan ku untuk mengungkapkan kematian Ranti." Rangkas merasa takut jika arwah nya dibawa pergi ke suatu tempat yang tak pernah ia ketahui.


"Kau akan membawaku kemana Nyai...??? Aku takut jika Arwah ku ini tak bisa kembali ke dalam tubuhku ini."


"Tak usah takut Rangkas, aku menjamin keselamatan mu." Rangkas merenungkan langkah yang akan ia jalani itu, Putri Ayu menatap Rangkas yang penuh keragu-raguan itu.


"Jika kau masih ragu, sebaiknya aku pergi saja. Tak ada kesempatan kedua kali bagimu dari ku jika kau menolaknya." Rangkas menatap seraut wajah cantik itu dan dalam Pikiran nya ia teringat akan Ayah dan Ibu nya.


"Baiklah jika kau mau menjamin keselamatan ku, aku bersedia ikut dengan mu."


"Baiklah, Ayo ikut aku." Ucap Wanita itu dan tangan Rangkas segera ditarik oleh wanita itu. Dengan sekejap Rangkas dan wanita itu sudah lenyap dari dalam kamar itu.


Suara gemericik air begitu deras terdengar oleh telinga Rangkas. Ia membuka mata nya dan tahu-tahu diri nya dalam posisi tubuh terlentang diatas batu yang datar.


'Dimana aku...???' Tanya batin Rangkas dan ia menengok kesekeliling nya. Ia ternyata berada ditengah-tengah danau bening dan berada diatas batu datar cukup lebar. Di sebelah kanan agak jauh, ada air terjun tinggi dan air nya begitu deras sekali jatuh ke danau tersebut.

__ADS_1


Rangkas masih terdiam memikirkan bagaimana cara ia bisa ada ditengah-tengah danau bening itu. Namun tiba-tiba terdengar suara perempuan lembut berkata,


"Kita saat ini sedang berada di TELAGA MANIK INTAN Rangkas." Rangkas segera menoleh ke arah samping kiri nya dan disana sudah ada sosok perempuan yang bernama Putri Ayu Candraningsih yang sudah ia kenali itu.


"Untuk apa kita di sini Nyai???" Tanya Rangkas kebingungan. Perempuan itu menatap wajah Rangkas dan menjawabnya,


"Kau akan ku ajari cara membuka inti tenaga dalam yang ada didalam tubuh mu Rangkas. Apa kau masih ingat ketika aku pernah mengatakan bahwa aku akan mengajarkan mu cara membuka inti tenaga dalam mu?"


"Hmm iya aku masih ingat soal itu."


"Baguslah jika kau masih ingat, sekarang aku akan mengajarkan nya kepada mu. Pikiran mu harus tenang, jangan memikirkan hal-hal yang membuat mu pusing Rangkas."


Perempuan itu pun lalu memerintahkan Rangkas untuk duduk bersila dan Rangkas pun menurutinya.


"Sekarang pejamkan kedua mata mu. Setelah itu tarik napas dari hidung dan tahan. Jika dirasa napas mu mulai sesak, keluarkan. Ulangi cara tadi secara berulang-ulang sampai kau bisa bertahan menahan napas mu didalam perut. Apa kau paham Rangkas...???"


"Ya aku paham Nyai."

__ADS_1


"Bagus, lakukan sekarang. Aku akan mengawasi mu disini." Rangkas hanya mengangguk saja dan mulai melakukan cara membuka inti tenaga dalam yang ada pada dirinya itu.


Putri Ayu memperhatikan Rangkas yang sedang berlatih pernapasan itu. Ia pun membatin disaat itu juga,


"Dipikir-pikir tampan juga anak muda itu. Tapi sayang, aku dan dia berbeda alam." Putri Ayu melamun membayangkan soal masa lalu diri nya. Ia teringat akan kisah cinta nya yang dulu kandas akibat orang ketiga yang hadir didalam hidup nya. Kekasih Putri Ayu Candraningsih adalah seorang putra pangeran disebuah kerajaan di alam gaib. Putri Ayu dan kekasih nya itu sudah dijodohkan oleh kedua belah pihak keluarga mereka masing-masing. Acara pernikahan mereka memang sebenarnya telah dilaksanakan dengan megah, namun disaat itu pula akhir dari kehidupan Putri Ayu bersama keluarga nya berada di ujung kehancuran nya.


Pihak dari keluarga kekasih Putri Ayu ternyata telah merencanakan ada nya pengkhianatan terhadap keluarga nya Putri Ayu. Ketika mereka sedang mengadakan pesta pernikahan, tiba-tiba prajurit kerajaan milik ayah nya kekasih Putri Ayu pun menyergap semua keluarga nya Putri Ayu termasuk semua bangsawan kerajaan di istana milik ayah nya Putri Ayu. Ayah dari Putri Ayu marah besar setelah tahu bahwa Ayah dari kekasih nya Putri Ayu itu berencana akan merebut kekuasaan nya. Peperangan pun terjadi dan menewaskan banyak prajurit dari kedua belah pihak. Namun sayang nya Ayah nya Putri Ayu harus menerima kekalahan setelah istri nya dan beberapa adik Putri Ayu disandera sampai dibunuh dengan keji dihadapan Putri Ayu dan Ayah nya sendiri oleh kekasih nya Putri Ayu.


Putri Ayu yang saat itu pun sedang melawan para prajurit milik ayah kekasihnya itu menjerit melihat ibu dan adik-adiknya dibunuh dengan keji nya. Putri Ayu pun menyerang kekasih nya dan pertarungan sengit pun terjadi. Ayah Putri Ayu yang saat itu melawan Ayah nya kekasih nya Putri Ayu berhasil membunuh nya dan Kekasih Putri Ayu pun marah besar. Saat itu kekasih Putri Ayu mulai lengah pertahanan nya dan Putri Ayu segera menyabet pedang yang ia pungut dari prajurit nya yang mati itu ke arah tubuh Kekasihnya. Ekor mata kekasih nya melihat kilauan mata pedang itu dan menangkis nya memakai tangan kiri nya.


Dalam sekejap tangan kiri kekasih nya itu buntung dan darah banyak bercucuran. Kekasih Putri Ayu sangat murka sekali dan ia segera mencabut pedang pusaka nya yang terselip diikat pinggang nya. Ayah Putri Ayu khawatir melihat anak nya terdesak dan beberapa kali hampir terhujam. Putri Ayu jatuh terlentang ketika tubuh nya ditendang keras oleh kekasih nya. Pada saat kekasih nya ingin menyabet pedang pusaka nya ke arah tubuh Putri Ayu, Dengan cepat Ayah Putri Ayu menyelamatkan anak nya yang terdesak itu. Mata Putri Ayu tercengang kaget melihat ayah nya berada didepan nya dan mulut Ayah Putri Ayu mengeluarkan darah seraya berkata.


"Pergi Nak selamatkan dirimu! Bawalah pisau pusaka ini untuk mu nanti membalaskan dendam keluarga kita."


"Tapi Ayah..." Putri Ayu tak bisa melanjutkan ucapan nya lagi setelah ia menerima pisau yang diberikan oleh Ayah nya itu karena tiba-tiba saja dirinya sudah berada disebuah tempat yang gelap dan sunyi.


Ternyata ketika Putri Ayu berkata kepada Ayah nya itu, Ayah nya telah memindahkan Putri Ayu ke suatu tempat tersembunyi dengan ilmu yang dimiliki nya. Putri Ayu menangis menjerit teringat Ayah nya dan ibu nya serta adik-adiknya yang dibantai habis oleh kekasih keluarga nya itu. Kerajaan milik Ayah Putri Ayu sudah sepenuhnya dikuasai oleh kekasih nya Putri Ayu. Namun dendam kesumat semakin membara karena Ayah Putri Ayu telah membunuh Ayah nya kekasih nya Putri Ayu. Setelah pertarungan itu berakhir, Kekasih Putri Ayu menjadi raja di istana itu dan bersumpah akan membalaskan dendam Ayah nya dengan membunuh Putri Ayu suatu saat nanti.

__ADS_1


Putri Ayu menitikan air mata nya setelah ia terhenyak dalam lamunan kisah masa lalu nya itu. Ia hidup sebatang kara tanpa sanak saudara dan bertahan hidup didalam keras nya kehidupan liar di alam gaib. Tanpa pisau pusaka yang dititipkan Ayah nya kepada Putri Ayu, Mustahil bagi nya untuk menaklukan makhluk-makhluk jail dan jahat yang berniat ingin menjadikan nya sebagai budak napsu mereka.


Putri Ayu kini menatap fokus mengawasi Rangkas lagi dan ia melihat aura terang dalam tubuh Rangkas mulai terlihat. Itulah tanda inti tenaga dalam Rangkas mulai terbuka secara perlahan-lahan menurut Putri Ayu Candraningsih.


__ADS_2