
PAKAIAN Wanita itu kali ini memakai pakaian pengantin berwarna putih. Rangkas mengira bahwa wanita itu adalah Putri Ayu Candraningsih yang sebelum nya pernah hadir di dalam mimpi nya. Rangkas berusaha untuk ingin menyapa wanita itu agar ia tahu siapa wanita itu sebenarnya. Tiba-Tiba terdengar perempuan itu berkata dalam isakan tangis nya seraya menoleh ke arah Rangkas.
"Tolong aku...,hix..hix..hix." Rangkas menatap kaget ke arah wanita itu berada. Wajah perempuan muda itu dikenali oleh Rangkas sebagai perempuan tercantik atau kembang desa dikampung nya pada masa nya. Air mata mengalir deras dari pelupuk mata perempuan itu dan wajah perempuan itu penuh dengan kesedihan yang amat mendalam.
Rangkas menatap kasihan dan bertanya.
"Bukankah kau anak nya pak kades yang bernama Ranti itu?"
"Hixhixhix, ini memang aku. Tolong bantu aku, sempurnakan jasadku. Hixhixhix." Rangkas terdiam menatap iba kepada Sosok Ranti yang sudah meninggal dunia itu.
"Bukankah jasadmu dulu telah disempurnakan?"
"Belum, hixhix. Arwah ku tak akan tenang jika kepala ku belum menyatu dengan tubuh ku. hixhix. Tolong Carikan kepala ku, kematian ku tak akan tenang jika kepala ku belum ditemukan juga." Rangkas pun segera teringat akan ucapan ibu nya yang kala itu ibu nya pernah berkata soal meninggalnya Ranti akibat kabut aneh dikampung Tegalsari.
Rangkas segera bertanya hal itu kepada Ranti .
"Sebelum aku membantu mu, tolong ceritakan kepadaku siapa yang membunuh mu. Lalu dimana tempat agar aku bisa menemukan kepala mu itu???" Pertanyaan Rangkas itu segera dijawab oleh Ranti.
"Pada waktu itu sekitar jam sepuluh malam..." Ranti pun mulai menceritakan soal kejadian sebelum ia ada yang membunuhnya pada malam itu.
__ADS_1
Malam hari kala itu sangat lengang dan sepi sekali. Biasa nya pada jam di atas sepuluh malam orang-orang yang meronda sudah berkeliling dan memukul kentongan beberapa kali disetiap sudut desa pertanda bahwa keadaan kampung aman-aman saja. Namun pada malam itu suasana sangat berbeda sekali, kabut putih tipis mulai muncul dari arah puncak gunung turun ke kampung Tegalsari. Angin malam menusuk pori-pori kulit warga kampung Tersebut dan membuat mereka menggigil kedinginan. semua warga tak ada yang diluar rumah dan pos ronda pun kala itu sepi di tinggal oleh penjaga nya. Dingin nya angin malam bagai menebus bilik-bilik dinding rumah warga dan mereka pun semuanya memakai kain sarung atau semacam nya untuk menghalau dingin nya suasana pada saat itu.
Namun hanya satu orang yang keluar rumah nya, yaitu Ranti anak kedua nya pak Kades. Ranti keluar dari rumah nya dengan menutup wajah nya dengan telapak tangan kanan nya. Dengan pelan-pelan Ranti menutup pintu rumah nya dan segera pergi dari rumah itu. Ternyata Ranti sedang menangis dan ia menyembunyikan tangisan nya itu dibalik telapak tangan kanan nya. Ranti meninggalkan rumah nya dan hanya sebentar ia menatap rumah nya, setelah itu ia pergi ke suatu tempat menyusuri jalan setapak memakai senter bercahaya kuning. Tak ada satupun warga dikampung itu yang melihat kepergian Ranti dan Ranti pun tak peduli akan kabut tipis yang mulai memenuhi kampung Tegalsari.
Ranti terisak-isak dalam perjalanan nya yang agak mendaki itu. Ia tak memikirkan soal rasa takut nya akan makhluk-makhluk gaib yang akan mengganggu nya. Ranti terus saja berjalan cepat hingga tiba di atas bukit kecil yang dibawah nya adalah sungai cukup besar dan lebar. Kala itu air sungai tersebut mengalir tenang dan Ranti berdiri ditepi bukit kecil yang curam itu.
Ranti terisak dengan tatapan kosong ke arah sungai bening didepan nya dan ia berkata sendiri disela Isak tangisnya itu
"Lebih baik aku mati saja jika Mas Andi tak mau menikahi ku! Dasar lelaki brengsek! Setelah ia puas menikmati tubuh ku, kini ia malah tega bilang kepada ku untuk membatalkan pernikahan nya dengan ku. Ternyata setelah aku telusuri, Mas Andi ternyata telah mempunyai istri dikota! Dasar Lelaki brengsek! Lebih baik aku mati saja daripada harus menanggung malu dan menanggung beban hidup janin ku ini!!" Ucap Ranti putus asa dan ternyata Ranti ingin bunuh diri karena cinta nya telah dikhianati oleh kekasih nya yang saat itu sedang bekerja dikota.
Ranti bercerita sampai di situ saja dan Rangkas masih terdiam menunggu Ranti melanjutkan ucapan nya. Ranti masih menangis terisak-isak dan kali ini isakan tangis nya makin parah.
Namun Rangkas masih bingung dengan siapa orang yang memakai kain penutup kepala itu dan sangat sulit bagi nya untuk menelusuri siapa dalang dibalik kematian Ranti. Ranti lalu berkata,
"Bisakah kau menolongku? Aku takut berada dialam ini seorang diri, hixhix."
"Baiklah aku akan menolong mu karena kasus kematian mu yang masih misterius itu telah menjadi tanggung jawab ku karena bapak ku telah dituduh membunuh oleh ayah mu dan juga para warga kampung Tegalsari."
"Bukan bapak mu pelaku nya Rangkas! Mereka telah salah menuduh!" Tatapan Ranti kini berubah menjadi tajam dan Rangkas mengerutkan dahinya seraya bertanya.
__ADS_1
"Aku juga berpendapat seperti mu. Tapi kalau begitu siapa orang itu? Apa kau tahu???" Ranti menggelengkan kepala nya seraya menjawab pertanyaan Rangkas.
"Aku tak tahu jelas akan siapa orang nya, tapi kau harus mengungkapkan nya sendiri."
"Bagaimana caranya aku mengungkapkan nya? Tak ada petunjuk bagiku untuk mencari tahu siapa orang dibalik penutup kepala berwarna putih itu."
"Nanti kau akan dituntun oleh Nyai Putri Ayu Candraningsih."
"Da...darimana kau tahu nama itu...???" Rangkas tersentak kaget mendengar Ranti menyebutkan nama perempuan cantik jelita yang pernah ia temui sebelum nya di alam mimpi itu.
Sosok Ranti yang telah menjadi arwah itu pun menjelaskan nya.
"Jika aku tak ditolong oleh Nyai Putri Ayu Candraningsih. Mungkin arwah ku akan tetap berkeliaran tak tahu sampai kapan kematian ku akan tenang. Aku ditolong oleh nya ketika aku sedang dikejar-kejar oleh sosok hitam, besar dan juga tinggi." Rangkas tercengang kaget lagi dan langsung bertanya.
"Maksud mu mahluk besar dan tinggi yang mata nya menyala merah itukan???" Ranti mengangguk dan berkata.
"Itulah sosok mahkluk yang menjadi penguasa gunung persik dan aku tahu akan soal itu dari Nyai Putri Ayu Candraningsih. Berkat dirinya lah aku bisa dipertemukan dengan dirimu karena Nyai berkata bahwa kau lah yang bisa membantu ku." Rangkas Kini semakin yakin akan perempuan yang ia temui itu adalah sosok yang tahu segalanya akan kejadian aneh yang pernah di alami nya itu.
...*...
__ADS_1
...* *...