TerSesat

TerSesat
PISAU EMAS BERTUAH


__ADS_3

SUARA Kentrongan keras terdengar dari kejauhan oleh Suminah, Ibunya Rangkas. Ia yang sedang membersihkan jeroan kancil itu didalam kamar mandi nya itu pun segera menyelesaikan pekerjaan nya.


"Bukankah itu suara kentongan? Apakah ada maling dikampung sana?" Ujar Suminah sedikit heran karena sudah lama ia tak pernah mendengar bunyi kentrongan cukup keras dan panjang itu. Ia segera teringat akan kejadian pada masa lalu ketika Rangkas masih berumur tujuh tahun. Saat itu terdengar suara kentongan keras dan panjang itu yang menandakan ada bahaya dikampung Tegalsari. Namun saat itu penyebab bunyi kentrongan berbunyi adalah karena orang-orang yang meronda pada malam hari telah memergoki orang yang sedang mencuri kambing.


Saat ini Suminah segera membuang ingatan masa lalu itu, ia segera khawatir akan anak semata wayang nya itu yang saat itu ia perintahkan pergi ke kampung Tegalsari untuk membeli keperluan bumbu dapur.


"Aku harus segera pergi kesana! Aku takut anak ku malah jadi korban salah sasaran dan dianggap pencuri oleh mereka!" Lalu Suminah segera pergi ke luar rumah dan tak lupa ia mengambil sebilah pisau berburu nya Rangkas yang berada di dalam tas kain nya Rangkas hanya untuk berjaga-jaga saja. Suminah lari dengan tergopoh-gopoh menuju kampung Tegalsari untuk mencari anak nya yang sebelumnya telah disuruh nya untuk membeli bumbu dapur. Senter tua berwarna kuning terang yang dibawa Suminah itu mampu menerangi arah jalan nya sampai diperbatasan desa.


Tiba diperbatasan kebun dan perkampungan Tegalsari, Suminah nampak ragu dan bimbang. Ia tak menemukan jalan masuk menuju kampung Tegalsari berada. Pandangannya terhalang oleh kabut hitam nan pekat didepan nya dan aneh nya kabut tersebut hanya menutupi seluruh bagian wilayah kampung Tegalsari saja. Sedangkan diluar kampung tersebut tak terkena dampak serius dari kabut misterius itu.


'Kabut apa ini!? mengapa hanya berada dikampung Tegalsari saja?' Ujar batin Suminah penasaran. Hati dan pikiran Suminah masih penuh dengan keraguan nya untuk melanjutkan langkah nya, tiba-tiba tangan kanan nya yang memegang pisau berburu nya Rangkas yang terbuat dari emas murni itu mengarah ke dalam gumpalan kabut tersebut. Tangan Suminah bergetar dan seakan tangan nya ada yang menarik nya ke depan.

__ADS_1


'Ada apa dengan tangan ku? apakah pisau aneh ini ingin menuntunku pergi mencari pemiliknya???' Ujar batin Suminah bertanya-tanya dalam hati dan sudah jelas pemilik pisau tersebut adalah anak nya sendiri. Kemudian ia mantapkan langkah nya untuk mengikuti kemana pisau itu mengarah karena ia telah mempercayai bahwa pisau yang ia bawa itu adalah PISAU EMAS BERTUAH Yang diberikan oleh suami nya kepada anak nya.


Pisau berburu milik Rangkas itu sebenarnya bukan milik mendiang Ayah nya Rangkas yang bernama Rusdi itu. Rusdi menemukan pisau bermata emas dengan gagang yang terbuat dari perak berukir seekor ular itu ketika ia berburu dihutan kaki gunung persik bersama anak nya. Kala itu Rangkas tak boleh ikut bersama Ayah nya berburu karena rasa khawatir seorang ibu kepada anak nya akan bahaya yang akan mengancam nyawa anak nya di dalam hutan belantara tersebut. Namun Ayah nya Rangkas membolehkan Rangkas ikut dan pada akhirnya ibu nya hanya bisa pasrah dan mendoakan keselamatan anak dan suami nya.


Singkat cerita Rangkas dan Bapak nya hampir seharian tak menemukan hewan yang akan mereka buru. Mereka mencari Kambing gunung yang seringkali menampakan diri dipinggir-pinggir tebing gunung persik. Tak sekalipun mereka menemukan hewan tersebut hingga mereka terus mencari semakin naik ke atas puncak gunung persik. Dibalik sebuah pohon, Rangkas melihat kambing jantan berukuran cukup besar dan berisi sedang makan rumput ilalang. Dengan girang nya Rangkas segera mengejar kambing tersebut. Namun Ayah Rangkas segera menarik lengan anak nya agar anak nya tak melakukan gerakan mencurigakan.


Tetapi sayang nya kambing tersebut sudah melihat kemunculan Rangkas dan Ayah nya itu. Ketika Kambing itu akan lari dengan kencang ke arah puncak gunung, Ayah Rangkas segera menarik anak panah nya dan dengan cepat anak panah itu melesat tepat mengenai paha kiri kambing tersebut. Kambing besar itu masih berlari menaiki batuan cadas yang menanjak itu. Meskipun paha kiri nya terluka dan membuat lari nya melambat, kambing gunung itu terus saja berlari menyelamatkan diri nya.


Rusdi takut anak nya terpeleset dan jatuh ke bawah dan hal itu membuat diri nya menyuruh anak nya menunggu dibawah. Rangkas tak keberatan dan ia dibekali pisau belati biasa oleh Ayah nya. Rusdi naik ke atas puncak gunung persik dengan susah payah dan pada akhirnya ia bisa naik ke atas puncak gunung yang cukup lebar dan panjang itu. Diatas puncak gunung persik ditumbuhi pohon-pohon besar berumur ribuan tahun dan Rusdi tak peduli akan soal itu. Ia hanya ingin mencari kambing yang ia buru itu dan pada akhirnya ia menemukan kambing tersebut dalam keadaan sudah tak bernyawa.


Kambing jantan tersebut mati dibawah sebuah pohon yang sedang berbuah. Rusdi mendelik mata nya bukan karena ia telah mendapatkan hewan buruan nya, tetapi ia kaget karena melihat buah langka yang sudah ratusan tahun punah digunung tersebut. Buah langka tersebut adalah buah Persik dan pohonnya pun terlihat sudah sangat tua dan cukup besar sekali. Hanya satu pohon saja yang terlihat berbeda dari pohon lain nya dan Rusdi tak banyak berpikir lagi. Ia segera memungut buah Persik yang jatuh dan masih terlihat segar serta utuh saja. Setelah dirasa cukup banyak, ia segera mengambil kambing buruan nya itu dan kali ini ia tersentak kaget karena ia menemukan sebilah pisau bergagang perak dengan ukiran seekor ular melilit terbenam dikepala kambing jantan tersebut.

__ADS_1


Rusdi segera mencabut pisau tersebut dan lebih terkejut lagi setelah melihat mata pisau itu terbuat dari emas murni dan mengkilap. Tak ada darah yang melekat Dimata pisau tersebut dan aneh nya tak ada darah mengucur dari lubang tengkorak kepala kambing tersebut.


Tiba-tiba Rangkas mendengar bisikan yang kurang jelas. Namun perlahan ia mulai memahami bahwa bisikan tersebut terdengar disamping kanan nya.


'Pisau Emas Ini Mengandung Kutukan Bagi Orang Yang Menemukan Nya Dalam Keadaan Basah Oleh Darah. Jika Pisau Tersebut Tak Ada Sedikit Pun Darah Yang Melekat, Maka Pisau Ini Akan Menjadi Jimat Bagi Mu Dan Keluarga Mu. Jika Pisau Ini Terlihat Kotor dan Bau Amis Darah, Kutukan Turunan Akan Menghantui Dirimu Dan Keturunan Mu Karena Kau Telah Lancang Masuk Ke Dalam Istana Kerajaan Ku. Jika Kau Sudah Tahu Jawabannya Dari Keduanya, Simpan Pisau Emas Ini Dan Berikan Kepada Anak Mu Sepeninggalnya Dirimu Agar Anak Mu Lah Yang Akan Menggantikan Merawat Pisau Pusaka Ku Itu Hingga Suatu Waktu Kutukan Dalam Pisau Itu Hilang Aku Yang Akan Mengambil Nya Kembali.' Bisikan panjang dan cukup jelas itu masih terngiang-ngiang oleh Rusdi sampai ia pulang bersama Rangkas ke rumah nya.


Kepala kambing yang ditengah nya bolong dan ditaruh di atas pintu dapur rumah nya Rangkas itu berasal dari kambing jantan tersebut dan sengaja disimpan disitu atas usulan dari Ayah Rangkas sebagai jimat penghalau bala dan penyakit.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2