TerSesat

TerSesat
SELAMAT DARI MAUT


__ADS_3

Putri Ayu tertawa mengakak geli melihat Rangkas dan Pangeran Dirgantara berkata,


"Mereka berdua memang sepasang suami istri, itu hal yang wajar bagi mereka melakukan hubungan badan seperti itu. Tapi jika kelakuan mereka itu diketahui oleh si Gandaria, bisa-bisa mereka berdua dipecat menjadi anggota Kuil Wayangsa."


"Hmm begitu, Lalu lorong yang satu lagi ruangan tempat apa???" Tanya Rangkas lagi.


"Ruangan itu adalah jalan tembus menuju Kuil Wayangsa."


"Andai aku lewat jalur itu, mungkin aku sudah tiba dikuil itu dan menemukan keberadaan Gandaria tanpa harus muter-muter dan bertemu dengan monster siluman buaya itu."


"Apa kau melewati danau kematian juga?" Ujar Pangeran Dirgantara agak terkesiap.


"Ya aku sampai di danau berbau busuk itu gara-gara mengikuti dua orang yang naik perahu sampan."


"Kau berarti masuk ke dalam rumah yang diruangan nya ada kepala bergelantungan itu kan?"


"Iya benar, darimana kau tahu?" Tanya Rangkas kagum.


"Karena ruangan itu adalah tempat para warga kampung itu melakukan penyembahan kepada Gandaria. Para warga kampung ini sebenarnya adalah korban keganasan pembantaian Raden Aji Sakso juga dan mereka membenci orang-orang kerajaan Angkor Pura."


"Pantas mereka menganggap ku penyusup dan semua nya mengeroyok ku memakai senjata tajam!" Ujar Putri Ayu saat itu.

__ADS_1


Dan Pangeran Dirgantara berkata,


"Mereka sudah dicocoki obat kuat untuk berjaga-jaga jika ada penyusup dari kerajaan Angkor Pura. Karena Gandaria menyuruh para warga kampung ini untuk membunuh mata-mata itu. Kedatangan mu bersama anak muda ini telah membuat geger kelompok kami dan Gandaria lalu memerintahkan semua bawahan nya untuk membunuh kalian berdua. Mungkin diperjalanan kalian menuju Kuil Wayangsa untuk mencari siapa pemimpin sekte aliran sesat itu telah melewati berbagai bahaya disetiap jalan menuju kuil itu."


"Ya aku telah berhadapan dengan siluman banteng dan juga Siluman laba-laba. Setelah itu aku masuk ke dalam rumah dan pingsan karena kehabisan energi. Tahu-tahu aku sudah ada di dalam kuil pemujaan itu." Lalu Rangkas pun menyahut.


"Aku juga sama Nyai, setelah berhasil mengalahkan siluman buaya setengah ikan itu. Aku tiba didaratan dan masuk ke dalam sebuah rumah kecil. Disana aku pingsan juga karena kelelahan. Tapi aku melihat orang yang memakai hijab hitam kebiruan dan berkata tak jelas kepada ku."


"Kalau aku melihat ada orang memakai jubah putih dan hanya sepintas saja karena mataku keburu terpejam." Ucapan pengakuan dari Putri Ayu dan Rangkas itu pun segera dijawab oleh Pangeran Dirgantara.


"Sebenarnya kalian berdua tiba-tiba lemas dan pingsan itu akibat ulah Yodha dan Lodhaya yang telah membuat kalian tak sadarkan diri. Mereka berdua memiliki ilmu kasirep dengan tujuan membuat kalian lemas dan pingsan. Setelah kalian berdua berhasil dibuat tak berdaya, Yodha dan Lodhaya membawa kalian ke kuil Wayangsa atas perintah si Gandaria itu. Saat itu aku dan Karsani si Mahkluk gundul itu tengah berada di suatu tempat. Kami berdua sedang memata-matai pergerakan kerajaan Angkor Pura itu dan disaat itu Gandaria mengirimkan telepati kepada Karsani agar kami segera mundur dan mencari dua penyusup dari Kerajaan Angkor Pura yang telah berhasil memporak-porandakan kuil Wayangsa itu. Aku dan Karsani tiba di kampung terbengkalai itu karena kami diberi petunjuk oleh si Gundalini bahwa ia melihat kalian di sini." Putri Ayu dan Rangkas manggut-manggut mendengarkan ucapan Pangeran Dirgantara itu.


Kemudian Pangeran Dirgantara bertanya soal rasa heran nya itu,


"Awal nya memang begitu, tapi kesadaran alam bawah sadar ku masih ada. Aku mencoba melawan rasa kantuk dan lemas itu hingga akhirnya aku bisa mengalahkan nya. Ketika tersadar aku sengaja tak langsung bangun dan menyerang para orang-orang sesat itu, aku berada dalam situasi berbahaya dan baru disadari ternyata Rangkas terbaring ada di samping ku. Aku mendengarkan obrolan mereka itu bahwa Rangkas akan di tumbalkan kepada Raja Iblis dengan dipenggal kepala nya dan sedangkan aku akan mereka kurung dipenjara bawah tanah karena pakaian ku ini yang dianggap orang nya Kerajaan Angkor Pura. Lalu aku mencoba mengirim telepati kepada Rangkas dan Rangkas menjawab nya bahwa ia pun tak ingat ada dimana diri nya. Kami lalu berencana untuk melawan mereka dan rencana kami itu terbilang sukses juga. Iya kan Rangkas?" Rangkas menganggukan kepala nya tanda mengiyakan.


Pangeran Dirgantara pun manggut-manggut mendengarkan cerita Putri Ayu dan Rangkas yang SELAMAT DARI MAUT Itu. Kemudian Pangeran Dirgantara bertanya kepada Putri Ayu,


"Lalu apakah kau masuk ke dalam dimensi gaib ini melewati lubang dibatang pohon beringin itu???"


"Tidak, aku masuk lewat jalur yang berbeda. Tapi sebelum nya ketika aku ingin mengejar anak ini ke dalam lubang yang ada di pohon beringin itu, aku terpental tak bisa masuk hingga aku kesal sampai meninju pohon itu. Tak lama ada mahkluk hitam tak terlalu tinggi badan nya berbulu dan mirip seperti Gandaria. Hanya saja Postur tubuh nya tak berotot seperti Gandaria dan cenderung buncit. Dia mengaku sebagai penjaga gerbang siluman kepadaku."

__ADS_1


"Lalu apa ia menyerang mu?" Tanya Pangeran Dirgantara.


"Ia menyerang ku dan kami saling menyerang. Hingga suatu ketika kami melakukan serangan mematikan, aku dan mahkluk itu terpental keras. Aku tak ingat lagi soal itu karena aku pingsan, aku hanya sedikit mendengar suara gaduh ditempat ku pingsan itu. Setelah aku tersadar, aku tak menemukan mahkluk hitam itu lagi."


"Mungkin ia telah mati oleh serangan mu itu." Ujar Pangeran Dirgantara.


"Mungkin saja." Ujar Putri Dan Rangkas berhenti berjalan sambil menatap ke depan.


"Bukan nya disini ada kumpulan mayat para penduduk yang mati terbantai ya?" Ucap Rangkas dan Putri Ayu pun ikut aneh juga sambil berkata.


"Iya aku pun masih ingat disinilah para warga kampung ini mati dibunuh rekan nya sendiri. Darah kering itu adalah bukti nya." Ujar Putri Ayu dan Pangeran Dirgantara hanya diam saja memperhatikan sekeliling nya sambil berkata.


"Sepertinya mayat-mayat dikampung ini sudah ada yang mengambil nya." Putri Ayu dan Rangkas menatap wajah Pangeran Dirgantara itu dengan penuh tanda tanya.


Kemudian Pangeran Dirgantara berkata menjelaskan nya.


"Orang yang mengambil mayat-mayat itu adalah Samiri, ia adalah sosok siluman burung hantu rekan nya sosok siluman banteng yang sudah kau kalahkan itu Putri."


"Oh begitu kah? Aku penasaran, memang nya seberapa banyak anak buah nya si Gandaria itu???" Tanya Putri Ayu penasaran dan Pangeran Dirgantara berkata.


"Cukup banyak, diantaranya ada aku juga."

__ADS_1


"Apa kau bisa menyebutkan nama keseluruhan nya beserta tugas-tugas nya? Lalu mengapa warna pakaian yang kalian pakai itu berbeda-beda? Apakah ada tingkatan tertentu soal kekuatan dari warna-warna pakaian itu???" Pertanyaan Putri Ayu itu tak membuat Pangeran Dirgantara menolak untuk menjawabnya.


__ADS_2