
PUTRI Ayu sama sekali tak kaget akan ada dua batu besar menggelinding ke arah nya itu. Ia masih santai ketika dua batu besar itu semakin dekat dengan diri nya. Putri Ayu segera mengambil kipas pusaka nya dan menusukan ke arah batu itu.
Blarrrr!! Batu itu hancur menjadi kerikil dan batu di belakang nya tak terkena serangan sinar kuning nya Putri Ayu.
Putri Ayu pun segera meloncat melenting di udara ketika batu kedua itu ingin melindas nya. Batu bulat besar itu turun dan menabrak ke dinding batuan cadas disamping jalan itu. Putri Ayu lalu terbang melayang mengarah ke jalur menurun itu sambil membatin,
"Aku harus lebih hati-hati sekarang! Banyak sekali jebakan disini!" Pada saat Putri Ayu memasuki terowongan, disana ia dicegat oleh sosok siluman laba-laba cukup besar ukuran nya.
Siluman laba-laba itu menempel di atas terowongan dan terlihat sedang mengunyah tubuh manusia. Putri melihat terowongan itu tertutup jalan nya oleh sarang laba-laba itu dan Putri Ayu bertanya,
"Hei aku ingin lewat! Buka jaring mu itu!"
"Grrrrrr siapa kau berani memerintahkan ku hah?" Tanya Laba-laba berkepala manusia itu marah dan Putri Ayu menjawab nya.
"Kau tak perlu tahu siapa aku, cepat buka jaring mu itu aku ingin lewat!"
__ADS_1
"Perempuan laknat!! mati kau, huashh!!" Mulut laba-laba itu meludahkan cairan putih seperti jaring laba-laba. Cairan putih berasap itu Putri hindari dengan cara mundur keluar dari terowongan.
Tanah diluar terowongan itu terkena semburan cairan itu dan langsung mengepul gosong hitam. Putri Ayu tertegun jika kulit nya yang terkena cairan itu, pasti akan melepuh atau gosong. Ia harus berhati-hati dan jangan sampai ia meremehkan lawan nya itu. Siluman laba-laba itu merayap cepat menuju Putri Ayu berada dan Putri Ayu segera berjungkir balik ke samping karena siluman laba-laba itu meloncat ingin menerkam nya.
Rangkas masih mendayung sampan itu sampai ia keluar dari dalam lorong gua itu. Rangkas tiba di danau cukup lebar dan luas, air danau itu berwarna coklat kemerahan tetapi berair bening. Rangkas masih mendayung sampan itu dan ia melihat ada sampan yang dipakai dua orang tadi terparkir didaratan. Tujuan Rangkas memang ingin kesitu, namun ia merasakan ada yang aneh pada air danau keruh tersebut.
"Mengapa sampan ini bergoyang-goyang?" Rangkas merasakan getaran disimpan nya itu dan kemudian sampan nya itu terombang-ambing ditengah danau itu.
Bruasssss!! Air danau itu mencuat ke atas dan terlihat Mahluk raksasa seperti buaya setengah ikan itu muncul ke permukaan danau.
"Hewan apa itu? wujud nya mirip buaya tapi ekor nya mirip ikan?" Baru saja Rangkas berkata begitu, tiba-tiba perahu nya terombang-ambing kembali dan hampir saja Rangkas terjatuh ke dalam air jika ia tak bisa menguasai keseimbangan nya. Rangkas baru melihat ada tombak besi cukup banyak didalam sampan itu. Pada saat itu mahkluk air tadi muncul ke daratan dan mulut nya menganga ke arah sampan Rangkas.
Rangkas bingung harus bagaimana untuk menghindari serangan mahkluk air itu. Ia segera ingat akan tombak yang ada di sampan itu. Rangkas lalu mengambil nya dan melemparkan tombak itu ke arah mahkluk air itu. Satu lemparan tombak yang di aliri tenaga dalam oleh Rangkas itu tepat mengenai mulut mahkluk air itu dan sampan Rangkas pun terjungkir balik karena terkena libasan ekor mahkluk air itu.
Rangkas masuk ke dalam air dan ia berenang untuk naik ke daratan. Di dalam air ia melihat mahkluk air itu mendekati nya dan ukuran nya hampir sebesar ikan paus. Rangkas cepat-cepat berenang untuk naik kembali ke atas sampan nya dan akhirnya Rangkas bisa selamat dari serangan mahkluk air itu. Mungkin jika Rangkas tak menggunakan ilmu tenaga dalam nya, sudah pasti tubuh Rangkas sudah dilahap habis oleh siluman buaya setengah ikan itu.
__ADS_1
Rangkas sudah berada di atas sampan lagi dan ia waspada akan serangan dadakan dari Mahkluk tadi.
"Sial!! sangat sulit bagi ku untuk menaklukan siluman air itu jika keadaan nya di air begini!!" Rangkas kewalahan melawan siluman air itu dan ia tak punya ilmu peringan tubuh seperti Putri Ayu yang bisa terbang dan melayang di udara. Rangkas sudah mengambil tombak yang biasa dipakai nelayan untuk mencari ikan itu. Ia masih menunggu mahkluk air tadi muncul ke permukaan. Rangkas memutar tubuh nya ke segala sisi dan mahkluk air itu muncul lagi dari arah belakang Rangkas.
Rangkas lalu melempar tombak itu beberapa kali ke arah siluman air itu dan sekitar enam kali tombakan mengenai kepala dan leher siluman air itu dan sisa nya mengenai mata dan dalam mulut. Darah keluar banyak dari siluman air itu dan Akhirnya siluman air itu mati kehabisan darah. Rangkas kelelahan karena telah banyak mengeluarkan energi tenaga dalam nya pada tombak itu. Ia masih mempunyai sisa tenaga dan mendayung sampan itu lagi hingga tiba di pinggir danau keruh itu.
Putri Ayu masih melawan siluman laba-laba itu. Beberapa kali Putri Ayu menghindari serangan siluman laba-laba itu dan beberapa kali Putri Ayu terancam nyawa nya. Putri Ayu sudah menyerang siluman laba-laba itu memakai kipas nya, namun hempasan angin badai itu tak membuat siluman laba-laba itu hancur tubuh nya. Putri Ayu melenting di udara dan hinggap di batang sebuah pohon. Ia lalu memejamkan mata sejenak dan kemudian jari telunjuk dan jari tengah nya mengeras membara seperti api. Siluman laba-laba itu menyerang Putri Ayu lagi dengan cara melompat terbang ke arah Putri Ayu.
Putri Ayu lalu membuka mata nya dan menyentakan dua jari nya yang sudah mengeras dan berapi itu.
Suuuuut!! jegggaarrr!! Putri Ayu segera meloncat mundur untuk menghindari ledakan keras itu. Tubuh Siluman laba-laba yang keras karena memiliki ilmu kebal itu hancur menjadi serpihan daging gosong dan bau Angus tercium memualkan. Putri Ayu berhasil membunuh siluman laba-laba itu memakai ILMU PENGHANCUR KEKEBALAN pada lawan nya itu. Putri Ayu pun merasa lemas tubuh nya karena energi nya terkuras ketika mengeluarkan ilmu penghancur kekebalan itu.
Ia melayang turun dan jalan nya sempoyongan, tapi tetap ia paksakan berjalan hingga ke dalam terowongan itu. Sarang laba-laba yang awal nya menutupi jalan lorong itu kini telah menghilang secara gaib. Sarang laba-laba itu menghilang setelah siluman laba-laba itu tewas di tangan Putri Ayu.
...*...
__ADS_1
...* *...