
SUMINAH Berusaha pergi ke rumah nya Pak Kades untuk meminta pertolongan nya. Ia yakin Pak Kades akan membantu mencarikan anak nya itu bersama para warga lain nya. Setiba dikampung Tegalsari, Suminah melihat kepanikan para warga kampung Tegalsari itu. Ia pun segera bergegas pergi ke rumah nya Pak Kades untuk meminta bantuan dari nya.
Putri Ayu terkapar masuk ke dalam semak belukar itu dan ia pingsan tak sadarkan diri. Mahkluk hitam penunggu gerbang siluman itu nampak geram setelah tahu kapak pusaka nya itu hancur menjadi abu.
"Perempuan jahanam!! Kapak maut ku dibuat menjadi abu begini!! Kemana perginya si perempuan binal itu!?" Ucap Mahluk hitam itu dengan geram nya dan pada saat itu muncul sesosok ular besar dari arah belakang nya.
Mahkluk hitam itu mencari-cari kemana pergi nya Putri Ayu, Namun yang ia dapatkan temukan bukan Putri Ayu melainkan seekor ular bersisik merah kehitaman dengan tanduk kecil runcing dikepala nya.
"Biadab!! Rupa nya kau telah berubah ke dalam wujud asli mu perempuan laknat!!" Lalu Mahkluk hitam itu melancarkan serangan memakai ilmu tenaga dalam nya ke arah ular besar itu. Namun serangan nya bagai mengenai tembok baja yang kokoh, sisik ular besar itu begitu keras sekali sampai serangan tenaga dalam Mahluk hitam itu tak membuat ular itu terluka.
Ukuran besar ular itu sejajar dengan mahkluk hitam berjenis Genderuwo itu. Ular besar itu mendesis menatap nanar ke arah Mahluk hitam itu dan Mahkluk hitam itu pun marah juga ditatap seperti itu.
"Maju kau ular setan!! Apa kau tak takut kepada ku hah!?" Bentak Mahluk hitam itu kepada SILUMAN ULAR BERTANDUK Itu. Namun balasan dari ular itu adalah sambaran cepat ke arah Mahluk tadi dan Mahkluk tadi telat menghindari nya. Tubuh bagian perut nya digigit kuat oleh ular itu dan tangan besar dengan kuku runcing milik mahkluk hitam itu mencekik leher ular itu dengan keras.
__ADS_1
Dari kedua Mahkluk raksasa itu saling mengadu kekebalan tubuh dan kekuatan tenaga dalam. Tubuh mahkluk hitam itu mulai membiru legam karena aliran darah nya sudah tercampur dengan bisa racun ular siluman itu. Tubuh Mahkluk hitam itu dililit kencang oleh ular siluman itu dan ternyata dari kepala ular siluman itu mengucur darah segar. Agak lama ular itu membelit Mahluk hitam itu, Akhirnya mahkluk itu tak bisa bernapas lagi dan mati dalam belitan ular besar itu.
Putri Ayu tak menyaksikan pertarungan singkat itu karena ia dalam keadaan pingsan. Tubuh Genderuwo itu dilahap habis oleh ular besar itu dan seketika tubuh Ular itu langsung membengkak besar. Darah segar mengucur dari pelipis kanan ular itu dan terlihat kulit nya bolong empat lubang. Mungkin empat lubang itu tercipta ketika tangan Mahkluk hitam tadi mencekik leher ular itu dan kuku tajam nya menusuk pelipis ular itu.
Keadaan ditempat itu nampak porak poranda dan siluman ular tadi seketika langsung pergi tanpa tahu bahwa di situ ada sesuatu yang sedang ia cari dan buru selama ini. Dikampung Tegalsari nampak para warga berdatangan ke rumah nya Pak Kepala Desa dan di situ sudah ada Pak Kepala Polisi bersama anak buah nya. Suminah pun menjelaskan soal anak nya yang pergi berburu ke hutan sana dan ia meminta tolong kepada Pak Kades dan Pak Kepala Polisi untuk menolong nya mencarikan anak nya.
Pak Kades yang sedikit masih mempunyai dendam kepada keluarga Rusdi itu pun tak bisa menolak nya. Apalagi ia sebagai kepala desa dan harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu terhadap warga nya. Suminah masih ia anggap warga nya sendiri dan Pak Ketua Polisi pun segera mengadakan pencarian ke kaki gunung persik bersama para warga yang sukarelawan. Petang sore hari sedari tadi sudah mulai menipis dan akan berganti dengan gelap nya malam hari.
"Sudah jangan bersedih Sumi, Aku yakin pasti anak mu akan diselamatkan oleh mereka."
"Aku sudah memiliki firasat buruk bahwa anak ku pasti dalam keadaan bahaya. Sebelum ia pamit berburu pun aku sudah wanti-wanti kepada nya untuk tetap berhati-hati. Sekarang aku menyesal telah membiarkan anak ku dalam bahaya di hutan sana, hixhix." Suminah pun menangis pilu dan istri nya Pak Kades yang bernama Ayu itu hanya bisa menenangkan Suminah dengan ucapan lembut nya saja.
Istri Pak Kades sama sekali tak mempunyai dendam terhadap keluarga Suminah. Ia kenal betul dengan karakter Suminah dan suami nya yang bernama Rusdi itu. Sebab dulu ketika Rusdi masih bujangan, ia seringkali mentraktir makanan ketika Ayu ikut bersama Suminah jalan-jalan ke alun-alun kota. Tetapi kejadian memilukan yang harus kehilangan seorang anak itu memang berat bagi Ayu karena dalang pembunuh anak nya itu tak diketahui identitas nya.
__ADS_1
Pada saat itu arwah Ranti memang ada di dalam rumah nya. Ia menatap sedih melihat Ibu nya yang sedang menenangkan ibu nya Rangkas itu. Arwah Ranti tak bisa berinteraksi dengan orang-orang disitu karena ia tak memiliki kemampuan khusus seperti yang dimiliki Putri Ayu. Para warga masing-masing memasang obor dan berteriak ramai memanggil nama 'Rangkas'.
Pencarian mereka mendaki dan para hewan hutan takut berlarian sampai turun ke lereng Gunung Persik. Mereka sekalipun tak menemukan bukti ada nya Rangkas atau barang-barang Rangkas yang tertinggal. Mereka hanya menemukan pepohonan yang baru tumbang dan patah ditengah batang nya.
"Apa yang sedang terjadi sebenarnya disini...???" Tanya Pak Ketua Polisi berbicara sendiri.
"Entahlah Pak, seperti nya disinilah terjadi nya ledakan keras tadi. Saya pikir suara ledakan keras itu adalah suara gunung persik yang akan meletus. Ternyata setelah dilihat-lihat puncak gunung persik tak mengeluarkan asap tebal pertanda gunung ini akan meletus."
"Hmm begitu rupa nya, saya pikir gunung ini akan meletus. Ternyata hanyalah ledakan misterius dihutan nya ini."
"Maaf Pak Polisi, saya panik waktu itu. Karena saya takut terlambat mengungsikan para penduduk, maka saya hubungi bapak biar bisa membantu kesulitan saya."
"Tak apa kok Pak Kades, saya salut kepada pemimpin seperti bapak yang sangat bertanggung jawab kepada warga penduduk nya." Pak Kades hanya berkata berterima kasih saja dan mereka berdua lalu lanjut memperhatikan apa yang sedang diselidiki ditempat itu oleh Anak buah Pak Polisi dan Para Warga yang sukarela ingin membantu hilang nya anak yang bernama Rangkas itu.
__ADS_1