TerSesat

TerSesat
RAHASIA TUJUAN JAHAT


__ADS_3

RANGKAS Tahu mengapa mereka berdua langsung menatap nya, karena dua orang itu mampu membaca isi hati nya Rangkas dan disaat itulah Rangkas berkata beralasan.


"Sudah lanjutkan saja obrolan kalian itu, aku akan menunggu dibawah pohon sana." Lalu Rangkas pergi tanpa disuruh dan Putri Ayu pun membiarkan Rangkas pergi.


Pangeran Dirgantara lalu bertanya kepada Putri Ayu.


"Apa yang kau tahu soal RAHASIA TUJUAN JAHAT Nya si Raden Aji Sakro itu? kau adalah mantan kekasihnya dan sudah pasti kau hapal betul dengan tujuan jahat dia itu." Putri Ayu lalu menjawab pertanyaan dari Pangeran Dirgantara itu.


"Sebenarnya aku tak tahu pasti apa tujuan nya menaklukan semua kerajaan dan perguruan silat di alam Siluman ini. Semenjak ia masih bersama ku, aku sama sekali tak pernah melihat tabiat kotor nya itu atau ia melakukan pembantaian terhadap suatu tempat. Waktu bersama ku ia cenderung penyayang dan selalu mengalah jika sedang ada masalah dengan ku."


"Jadi sepertinya selama ia menjadi kekasih mu, ia pandai menutupi watak jelek nya itu hingga tiba pada tujuan nya yang sebenarnya."


"Entahlah, apakah hal itu sudah direncanakan sebelumnya oleh nya atau ia sudah terhasut bujukan ayah nya."


"Maksud mu terhasut bujukan yang bagaimana???" Tanya Pangeran Dirgantara ingin tahu.


"Raden Aji Sakro pernah berkata bahwa Ayah nya memiliki musuh bebuyutan yang sampai saat itu belum bisa dikalahkan nya. Ternyata musuh bebuyutan Ayah nya itu adalah Ayah ku dan Ayah ku tak mengenali wajah Ayah Raden Aji Sakro karena penyamaran nya yang sempurna. Tapi Ayahku berhasil membunuh Ayah nya Raden Aji Sakro karena ketika mereka bertarung Ayah Raden Aji Sakro menampakkan wajah asli nya. Saat itulah Raden Aji Sakro yang sedang berhadapan melawan ku murka melihat Ayah nya mati ditangan Ayah ku dan ia langsung menghabisi Ayahku yang sudah kelelahan itu." Ucapan Putri Ayu berhenti dan Pangeran Dirgantara bertanya.


"Jadi pertarungan itu terjadi ketika kalian sedang mengadakan acara pernikahan dikerajaan Ayah mu itu???" Putri Ayu mengangguk membenarkan pertanyaan Pangeran Dirgantara.


Putri Ayu lalu menatap pusaka tombak maut yang dipegang nya sejak tadi dan ia lalu menekan mata ular digagang pusaka tombak maut itu. Kemudian tombak itu menjadi Pisau Pusaka Ranca Cula kembali dan lalu Putri Ayu memanggil Rangkas.


"Rangkas, ambil ini...."


Wuttt!! Rangkas segera bangun dari duduk bersandar nya dan menangkap pisau Ranca Cula yang dilemparkan ke arah nya dengan cepat.


Tappp!! Dengan tangkas nya Rangkas menangkap gagang pisau itu dengan cekatan memakai tangan kanan nya.


"Hebat juga anak muda itu bisa menangkap kelebatan pisau itu..."

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan guru nya yang telah mengajarkan nya."


"Kau kah gurunya anak muda itu???"


"Ya, aku yang mengajarkan nya."


"Sepertinya ada maksud tertentu kau mengajari seorang anak manusia itu dengan ilmu Kanuragan dan ilmu tenaga dalam."


"Nanti kau akan tahu sendiri alasan ku mengapa aku mengajari anak manusia itu."


"Ya lagipula aku tak tertarik sama sekali soal itu, yang ingin aku tahu adalah alasan pembantaian yang dilakukan oleh Raden Aji Sakro itu. Pasti kau tahu tentang nya dan asal usul lelaki biadab itu."


"Aku akan menjelaskan nya nanti, sekarang bukan waktu nya untuk menceritakan soal itu. Ada yang lebih penting dari itu yang harus aku kerjakan dulu."


"Apa itu...???" Tanya Pangeran Dirgantara.


"Sudah ikuti saja aku." Ujar Putri Ayu dan Pangeran Dirgantara pun tak menolak nya dan mengikuti Putri Ayu dari belakang.


"Ayo kita teruskan perjalanan kita."


"Kemana Nyai? Apa obrolan mu dengan lelaki itu sudah selesai?"


"Belum, nanti akan diselesaikan setelah kita kembali ke alam manusia dan mengembalikan kepala perempuan itu."


"Oh begitu, baiklah." Ujar Rangkas dan kini mereka berjalan menyusuri turunan jalan kampung terbengkalai itu.


Kini mereka tiba digerbang dengan lambang iluminati ditengah nya dan Putri bertanya soal lambang itu kepada Pangeran Dirgantara setelah mereka membuka kunci gerbang itu.


"Lambang bintang segi enam ini sebenarnya adalah simbol dari kerajaan Raja Iblis yang berada di tengah-tengah samudra itu. Lambang bintang segi enam itu diambil dari pola kepala kambing yang menjadi bentuk bintang segi enam." Putri Ayu dan Rangkas saling tatap karena mereka rasa ada sesuatu yang mereka berdua ingat.

__ADS_1


Pangeran Dirgantara pun melanjutkan ucapan nya lagi.


"Konon kata si Karsani yang sering mengantarkan tumbal darah kepada Raja Iblis itu, ia pernah sekali melihat perwujudan Raja Iblis itu dan begitu juga dengan si Gandaria. Mereka datang berdua untuk meminta kekuatan dan menjadi sekutu nya. Jadi wajar saja lambang segi enam yang dipakai oleh kelompok aliran sesat itu sama persis dengan lambang kerajaan Raja Iblis itu."


"Bagaimana bentuk perwujudan Raja Iblis itu?" Tanya Rangkas penasaran.


"Hmm sebentar aku ingat-ingat dulu." Ujar Pengaran Dirgantara dan perjalanan mereka kini tiba di kampung terbengkalai lagi yang ditengah nya ada kayu terpaku dengan lambang salib.


"Hei bukankah ini tempat yang pernah aku lewati!" Ujar Rangkas dan Putri Ayu berkata.


"Kau lewat jalur mana bisa sampai ditempat ini Rangkas?" Tanya Putri Ayu penasaran.


"Tadi nya aku berada diruangan yang gelap semacam gua setelah aku tersedot masuk ke dalam lubang kecil yang ada ditengah lambang bintang segi enam itu dibatang pohon."


"Jadi kau tersedot masuk ke dalam lubang yang ada dibatang kayu itu???" Rangkas menganggukan kepala nya dan berkata,


"Aku awal nya datang kesitu karena penasaran akan ucapan Arwah nya Rasti dan setelah sampai tiba-tiba saja aku tersedot masuk setelah aku memasukan jari ku."


"Sebenarnya kau sudah terjebak masuk ke dalam dimensi alam gaib itu. Sebenarnya di adakan nya lambang itu dibatang pohon beringin dengan lubang ditengah nya itu bukan untuk jebakan manusia yang sedang apes saja, melainkan untuk jalur keluar masuk para anggota Kuil Wayangsa untuk mencari tumbal manusia."


"Oh jadi lambang itu sengaja dibuat begitu, apa nanti orang yang terjebak masuk ke dalam portal alam gaib itu akan berjumpa dengan mahkluk siluman kadal itu?" Tanya Rangkas penasaran.


"Bukan dia saja, ada lagi dua mahkluk yang menjaga lorong itu."


"Oh iya aku ingin tahu soal tiga lorong itu, lorong pertama sudah aku ketahui bahwa itu adalah ruangan tempat buang air. Lalu lorong kedua jalan nya menurun dan aku menemukan ruangan cukup luas dan ada batu datar. Disana aku bertemu dengan dua mahkluk, satu hitam botak kerdil dan satu lagi sesosok perempuan berbadan bagus dan wajah nya jelek mirip kelalawar. Mereka kepergok sedang melakukan hubungan badan ditempat itu." Seketika itu Putri langsung menatap Rangkas dan bertanya.


"Apa yang kau lihat dari mereka itu? Apa kau terangsang juga?"


"Mana ada aku terangsang, yang ada aku muntah-muntah." Ujar Rangkas sambil tubuh nya bergidik geli.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2