
SETIBA NYA Di daratan Rangkas menapak ditanah berumput itu dengan oleng karena ia belum terbiasa terbang dan turun seperti itu. Putri Ayu hanya tersenyum saja dan kemudian ia berkata,
"Aku akan mengajarkan mu cara berkelahi memakai ilmu Kanuragan Rangkas."
"Sebentar Nyai, ada yang ingin aku tanyakan kepada mu."
"Apa itu...???"
"Dimana Ranti...??? bukankah sebelumnya dia berada di danau sana ketika aku memimpikan nya...???" Putri Ayu paham akan pertanyaan Rangkas itu.
"Oh anak gadis itu, ia saat ini sedang berada di alam manusia. Sementara Ia tinggal dirumah nya sambil menunggu arwah nya disempurnakan oleh mu Rangkas."
"Hmm begitu rupa nya. Lalu apakah aku mampu menolongnya Nyai..??"
"Kau tak perlu meragukan kemampuan mu Rangkas. Aku yakin kau bisa melakukan nya. Lagipula kau tak sendirian, aku akan membantu kesulitan mu itu."
"Hmm baiklah Nyai terimakasih kalau begitu." Putri Ayu hanya tersenyum saja dan kemudian ia memulai mengajari Rangkas tentang ILMU BELA DIRI Yang ia miliki.
Didunia nyata tepat nya di rumah Rangkas, saat itu waktu malam hari sudah berganti menjadi waktu di pagi hari. Suara kokok Ayam jantan terdengar bersahutan dikejauhan dan Suminah baru saja terbangun dari tidur nya. Ia langsung pergi ke dapur untuk memasak air dan mencuci, setelah itu ia akan beres-beres rumah. Suminah sengaja tak membangunkan Rangkas karena ia yakin anak nya butuh istirahat lebih karena masih dalam keadaan sakit demam. Rangkas masih terbaring tertidur diranjang nya dan Arwah atau Sukma nya masih berada di alam gaib di dimensi siluman.
Tak ada yang mengganggu Rangkas pada saat itu dan kini Sukma Rangkas masih berada di alam gaib di dimensi siluman. Keadaan disekeliling Rangkas dan Putri Ayu sangat hening sekali, tak ada suara kicau burung atau pun suara berisik dari suara hewan. Keadaan di alam gaib itu sangat teduh dan hening, sangat cocok bagi orang yang ingin mengasah kemampuan ilmu kebatinan nya.
__ADS_1
Rangkas sedang di ajarkan cara BELAJAR ILMU KANURAGAN Oleh Putri Ayu pada saat itu. Rangkas memperhatikan gerakan Putri Ayu yang sangat lincah itu dan tanpa sadar Rangkas telah mengagumi kecantikan dan kemolekan tubuh Putri Ayu. Pada saat ia memperhatikan itulah Rangkas membatin,
'Di lihat dari sudut pandang mana pun perempuan itu tetap cantik. Tak pernah aku temui perempuan secantik ini dan menurut ku kecantikan Ranti kalah jauh dengan perempuan ini.' Rangkas terkagum-kagum melihat gerakan Putri Ayu itu dan kemudian Putri Ayu menyudahi gerakan silat nya.
Ia lalu memanggil Rangkas dengan isyarat tangan dan Rangkas pun bergegas mendekati nya.
"Bagaimana? Apa kau mampu melakukan gerakan yang aku lakukan tadi...???"
"Kalau aku mempelajari nya secara perlahan-lahan pasti lama-lama juga bisa Nyai."
"Ya memang semua itu perlu belajar. Tak ada yang instan di dunia ini. Sekarang ikuti gerakan ku dan tombak pusaka yang masih kau pegang itu ubah kembali menjadi pisau dan taruh di balik baju mu itu." Rangkas pun melakukan apa yang dikatakan Putri Ayu tadi dan setelah Rangkas melakukan nya, baru ia mengikuti gerakan Putri Ayu secara perlahan-lahan.
Gerakan Rangkas sangat kaku sekali dan berkali-kali ia melakukan kesalahan. Putri Ayu membimbingnya dengan sabar karena ia berharap lebih kepada Rangkas agar ia secepatnya menguasai ilmu yang ia ajarkan itu. Suminah baru saja keluar dari dapur dan membawa masakan yang sudah matang. Ia menaruh nya dimeja makan dan kemudian pergi ke kamar nya Rangkas. Pintu kamar Rangkas terkunci dari dalam dan Suminah pun mengetuk nya sembari berseru membangunkan Rangkas.
"Bangun Nak sudah siang, mau sampai kapan kamu tidur terus hah...???" Tak ada jawaban dari dalam dan Suminah mengulangi nya kembali.
Beberapa kali Suminah melakukan itu, tetap panggilan nya tak dijawab oleh Rangkas.
"Tumben sekali, biasanya Rangkas langsung bangun ketika aku memanggil nya." Gumam Suminah pelan dan ia lalu mengulang memanggil nya lagi. Suminah pun akhirnya membiarkan saja dan ia langsung makan duluan karena sudah lapar. Waktu siang hari tak terasa memang sudah tiba di alam manusia, Namun bagi Rangkas yang berada di dimensi alam gaib tak merasakan hal itu. Lagipula ia tak mempedulikan akan soal itu karena ia ditemani oleh seorang wanita cantik jelita yang telah mengalihkan dunia nya.
Rangkas perlahan mulai bisa meniru gerakan Putri Ayu dan aneh nya ia tak nampak kelelahan sedikit pun. Ia tetap bersemangat melakukan gerakan silat itu dan pada akhirnya bisa menguasai nya. Putri Ayu pun menguji Rangkas untuk melakukan gerakan itu sendirian dan dengan mudah nya Rangkas pun cepat sekali melakukan nya.
__ADS_1
'Tak kusangka ia akan secepat ini menguasai pelajaran ilmu dariku. Hmm tapi apakah dia mampu melawan Pangeran Aji Sakro...??? Aku saja satu tingkat dibawah nya! Semoga saja anak itu mampu mengalahkan lelaki brengsek itu dan hidup ku bisa tenang jika si lelaki brengsek itu mati!." Putri Ayu membatin begitu karena dendam kesumat nya kepada mantan kekasih nya yang bernama Pangeran Aji Sakro itu.
Tak perlu waktu lama Rangkas pun berhasil menguasai gerakan silat yang Putri Ayu ajarkan itu.
"Kau adalah murid pertama ku yang berhasil menyelesaikan pelajaran dari ku Rangkas. Aku sangat bangga padamu." Putri Ayu tersenyum sangat manis sekali dan membuat Rangkas menjadi berdesir hati nya.
"Maaf Nyai, apakah semua yang kau ajarkan ini berlaku di alam manusia..??? Sedangkan tubuh ini adalah wujud Sukma ku dan bukan wujud raga asli ku."
"Apa yang kau pelajari saat ini bisa kau gunakan di alam manusia Rangkas. Kau tak perlu berpikir bahwa saat ini kau sedang bermimpi dan tak mungkin hal ini bisa terjadi di alam manusia. Satu hal yang perlu kau ingat, aku mengajarkan mu tentang ilmu yang aku miliki ini agar kau bisa membantu ku melawan musuh bebuyutan ku itu. Sekaligus mengungkapkan siapa orang-orang yang membunuh Ranti dan menjagal para penduduk itu. Dengan ilmu yang aku ajarkan ini, tubuh mu tak akan kosong melompong atau tak ada isi. Kau akan mampu melawan mahluk gaib sebesar apapun, tapi ingat kau harus tetap lebih berhati-hati dan membuat perhitungan untuk menggunakan ilmu yang aku ajarkan ini. Apa kau memahami nya Rangkas...???"
"Ya aku memahami nya Nyai. Terimakasih banyak atas bantuan mu Nyai, aku sekalipun tak pernah terpikir bisa sampai bertemu dengan mu dan diajarkan banyak hal soal hal gaib oleh mu. Aku merasa tak aku takkan mampu mengungkapkan misteri mati nya Ayah ku dan juga Ranti jika tak ada pertolongan dari mu Nyai."
"Sama-sama Rangkas, Ayo kita ungkap dulu soal kematian Ranti dan penyebab meninggalnya Ayah mu itu."
"Lalu dengan musuh mu itu bagaimana Nyai...???" Putri Ayu langsung menjawab nya.
"Tak perlu kita cari pun pasti dia akan menemukan kita. Aku masih belum bisa melepaskan mu untuk melawan si lelaki keparat itu. Kau masih perlu banyak belajar lagi dan aku yakin diperjalanan mencari tahu soal misteri orang berselubung kain putih dikepala nya itu kau akan terbiasa menggunakan ilmu yang aku ajarkan itu."
"Baiklah jika begitu Nyai, Aku hanya akan mengikuti saran mu saja."
"Kau memang anak baik Rangkas." Ucap Putri Ayu menyanjung Rangkas dengan senyuman manis diwajah nya dan hal itu membuat Rangkas menjadi tersipu malu.
__ADS_1
...*...
...* *...