
ORANG Yang memakai jubah biru ke abu-abuan itu menyerang Rangkas memakai tongkat trisula nya dan Rangkas menangkis nya memakai pisau Ranca Cula. Putri Ayu baru saja terbang untuk menyambar kepala perempuan yang tergantung itu, tapi dirinya terpental hingga menabrak dinding kuil itu. Orang besar yang memakai jubah merah itu menyerang Putri Ayu dengan serangan tenaga dalam tanpa sinar. Putri Ayu jatuh dilantai dan kepala perempuan itu tak sempat ia ambil.
Ke seratus anak buah Gandaria menyergap Putri Ayu, Namun Putri Ayu dengan kekuatan nya segera melibas orang-orang itu dengan kekuatan tenaga dalam nya. Banyak yang hancur tubuh para pengikut Gandaria itu Karena Putri Ayu telah melancarkan serangan tenaga dalam penghancur ke arah anak buah Gandaria. Gandaria semakin berang anak buah nya banyak yang mati dan Gandaria menyerahkan Rangkas kepada Lodhaya.
Lodhaya kesal serangan tongkat nya itu selalu berhasil ditangkis oleh Rangkas dan Lodhaya lalu menyentakan tangan nya ke arah depan. Serbuk abu-abu keluar dari telapak tangan itu dan membuat Rangkas terkepung dalam kabut abu-abu pekat. Putri Ayu masih sibuk melawan keroco nya Gandaria dan Gandaria pun ikut menyerang juga. Putri Ayu sedikit kewalahan, ia akhirnya memakai kipas pusaka nya itu untuk melawan para keroco yang berjumlah hampir seratus orang.
Tubuh Rangkas dikelilingi oleh kabut itu dan ia segera teringat ketika diri nya di suruh membeli bumbu dapur oleh Ibu nya ke kampung Tegalsari. Malam itu kabut pekat seperti itu membutakan langkah Rangkas dan yang ia ingat adalah cahaya lampu yang menuntun nya untuk berjalan agar tak menabrak. Dikejadian kali ini, ia waspada karena ia tak bisa melihat apa-apa. Rangkas merasa ada angin dari kiri dan ia mencoba menghindari nya, Namun hindaran nya itu percuma. Sodokan ujung tumpul trisula milik Lodhaya menghantam tulang rusuk kanan nya Rangkas. Rangkas menahan rasa sakit itu dengan tenaga dalam nya dan tiba-tiba tubuh nya menyentak ke depan karena ada yang menendang nya dari arah belakang dengan keras.
Putri Ayu tak bisa melihat Rangkas karena terhalang kabut pekat itu. Gandaria menertawakan Putri Ayu yang mulai kewalahan itu.
"Hahaha! Baru melawan pengikut ku segini saja kau sudah kewalahan wanita laknat! Bagaimana nanti jika kau melawan pasukan prajurit ku yang berjumlah lima ribu pasukan itu! Hahaha!!"
"Hei buka wajah mu itu keparat!! Jangan-jangan wajah mu itu buruk rupa!!" Ejek Putri Ayu disela ia menghajar anak buah nya Gandaria yang menyerang rata-rata memakai senjata clurit.
Seketika Gandaria marah besar dan ia langsung membentak nya.
__ADS_1
"Perempuan laknat!! Kau tak tahu siapa aku ya hah?! Orang-orang Dari kerajaan Angkor Pura pasti sudah hapal dengan penampilan ku tanpa harus menunjukkan wajah ku ini!! Kau adalah mata-mata kerajaan itu, harus nya kau tahu siapa yang bernama Tuan Pangeran Gandaria ini!!"
"Aku tak tahu dirimu dan tak mengenal mu gentong ******!! Kerajaan Angkor Pura tak pernah bermusuhan dengan siapapun apalagi gentong ****** seperti kau!!"
"Kurang ajar kau perempuan jahanam!!" Gandaria marah dan ia pun menyentakan tangan nya ke arah Putri Ayu.
Putri Ayu yang saat itu masih melawan serangan para keroco Gandaria itu pun melenting di udara untuk menghindari serangan dari Gandaria tadi.
Bleghharr!! Ledakan keras terdengar dan para keroco Gandaria hancur menjadi arang tanpa api.
Rangkas masih berada di dalam kabut itu dan ia berkali-kali terkena serangan tak terlihat itu. Sepertinya Lodhaya sengaja tak menyerang memakai mata trisula nya yang tajam itu. Ia hanya memukul dan menyodok tubuh Rangkas memakai ujung tongkat yang tumpul saja. Lodhaya tak ada perintah untuk membunuh Rangkas, ia hanya diperintahkan untuk melumpuhkan Rangkas saja.
Rangkas kesal dan marah karena ia tak bisa menyerang lawan nya itu karena mata nya tertutup kabut tebal itu. Rangkas segera ingat akan indera ke enam nya, ia pun memejamkan mata nya dan membuka mata batin nya. Saat itu Rangkas merasakan ada hawa panas di tengkuk nya dan ia langsung merunduk ke bawah. Diatas kepala Rangkas ada benda keras yaitu tongkat milik Lodhaya lewat begitu saja dan Rangkas kini bisa melihat dimana Lodhaya berada.
Wajah dari Lodhaya nampak menyeramkan, wajah nya penuh dengan bulu-bulu hitam dan gigi nya penuh dengan taring panjang, mata nya merah padam dan mirip seperti kera. Rangkas pun berkelit menangkis serangan dari Lodhaya lagi dan dengan gerakan cepat Rangkas memutar tubuh nya dan menjejakan kaki nya ke dada Lodhaya.
__ADS_1
buggg!! Lodhaya tersentak mundur karena kaki nya terkena tendangan Rangkas dengan keras.
Rangkas tak membiarkan Lodhaya menyerang nya lagi, Rangkas segera memutar tongkat pusaka nya itu dan menusukan nya ke arah Lodhaya. Saat itu muncul sinar biru sebesar jarum dan melesat cepat menghantam tubuh Lodhaya. Seketika tubuh Lodhaya menjadi patung dan sama sekali tak terdengar suara bunyi ledakan keras. Rangkas kaget karena ia berniat ingin menusuk tubuh Lodhaya memakai ujung tombak nya itu, tapi ternyata kekuatan lain telah keluar dengan sendirinya dari tongkat pusaka itu.
Kabut pekat itu mulai hilang dan Rangkas mulai bisa melihat keadaan di sekitar nya. Putri Ayu terlihat sedang melawan Gandaria, mereka sedang bertaring adu ketangkasan gerakan silat. Kipas Dewi Murka milik Putri Ayu sengaja tak digunakan karena lawan nya pun tak menggunakan senjata apapun. Saat itu Putri Ayu membuat gerakan tipuan dan Gandaria terkecoh. Kaki depan Putri Ayu dengan keras menampar wajah Gandaria dan Gandaria terpental jauh hingga menabrak kaca dengan simbol Illuminati itu.
Plakkk!! Prannkkk!!
Kaca itu pecah dan Gandaria pun meringis kesakitan dilantai kuil itu.
"Hah!? Wajah itukan!? jadi dia adalah mahkluk yang muncul ketika aku terperangkap didalam kabut pekat itu!! Dan kabut gelap itu sudah pasti perbuatan mahkluk yang sudah menjadi batu itu!" Rangkas hapal betul dengan wajah Gandaria itu, wajah itulah yang membuat Rangkas sakit beberapa hari dan ternyata mahkluk itulah yang sering meneror warga kampung Tegalsari.
Rangkas bengong tak bisa berkata-kata lagi dan ternyata Rangkas sedang diperdaya oleh Gandaria lewat tatapan mata nya. Gandaria menghipnotis Rangkas melalui pandangan mata agar ia balik melawan Putri Ayu. Rangkas langsung berbalik arah dan menatap bengis ke arah Putri Ayu yang baru saja melepaskan napas sesak nya.
"Hei kau kenapa menyerangku!?" Bentak Putri Ayu kepada Rangkas yang saat itu Rangkas berjungkir balik dan melepaskan pukulan tombak pusaka nya itu kepada Putri Ayu.
__ADS_1