
CAHAYA Putih terang yang dilihat oleh Putri Ayu didalam perut Rangkas itu semakin membesar dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Putri Ayu merasa takjub kepada Rangkas yang cepat menguasai apa yang diajarkan oleh nya itu.
Didalam kekaguman nya itu Putri Ayu membatin,
'Anak ini cepat tangkap sekali menerima pelajaran dariku. Sudah aku pastikan kemampuan anak ini tidak diragukan lagi! Terlihat jelas anak ini memiliki CAKRA INTI JAGAD yang cukup besar didalam dirinya yang selama ini terpendam. Dia memiliki tenaga dalam yang cukup besar untuk anak seumuran dirinya. Hmm ternyata petunjuk wangsit dari Hyang Widi yang diterima oleh ku memang benar ada nya. Anak ini memiliki ciri yang diucapkan oleh Hyang Widi semasa aku sedang bersemedi dipuncak gunung persik itu.' Putri Ayu membatin begitu karena ia teringat ketika ia sedang bersemedi meminta petunjuk kepada Hyang Widi di atas puncak tertinggi Gunung Bromo.
Putri Ayu melakukan hal itu karena ia ingin meminta pertolongan kepada Hyang Widi agar ia diberikan ilmu kekuatan yang dahsyat untuk melawan musuhnya. Namun yang didapat oleh Putri Ayu dalam semedi nya itu adalah adanya perintah untuk nya agar ia mencari seorang anak lelaki beserta ciri-ciri nya yang hanya Putri Ayu saja yang tahu. Sekian tahun sampai beratus-ratus tahun lama nya Putri Ayu menjelajah mencari seorang anak dengan ciri-ciri tertentu, tak satu pun ia menemukan nya diberbagai tempat dan daerah.
Putri Ayu tetap bersikeras mencari seorang anak laki-laki dengan ciri tertentu walaupun yang ia dapatkan hanyalah harapan kosong saja. Pencarian nya tiba digunung persik, Putri Ayu pun melakukan semedi pertapaan nya lagi diatas puncak gunung itu untuk meminta petunjuk kepada Hyang Widi Wasa karena ia sebenarnya mulai menyerah dan putus asa. Setelah sekian lama bertahun-tahun Putri Ayu bersemedi, ia mendapatkan wangsit kembali dan isi wangsit tersebut adalah berbunyi ;
'Bersabarlah Anak Manis, Pencarian Mu Sebentar Lagi Akan Selesai. Anak Yang Kau Cari Sudah Lahir Dan Berada Tak Jauh Dari Tempat Mu Berada. Anak Itu Memiliki Keistimewaan Dalam Tubuh Nya Karena Aku Telah Memberikan Sedikit Kekuatan Ku Kepada nya Hanya Untuk Membantu Kesulitan Mu Saja. Jika Permasalahan Mu Telah Di Selesaikan Oleh Anak Itu, Aku Akan Mengambil Kembali Kekuatan Ku. Ingat, Anak Itu Butuh Bimbingan Darimu! Jika Kau Tidak Membimbingnya Untuk Membuka Kekuatan Tenaga Dalam Yang Ada Pada Diri Anak itu, Sampai Kapan Pun Permasalahan Mu Tak Akan Selesai Karena Anak Itu Tak Memiliki Kekuatan Itu! Apa Kau Paham Maksud Perkataan Ku Ini Anak Manis...???'
__ADS_1
Putri Ayu masih mengingat Wangsit dari Hyang Widi Wasa kala ia bersemedi dan setelah ia mendapatkan Wangsit tersebut, Putri Ayu segera melanjutkan pencariannya kembali. Tiba di pedesaan kampung Tegalsari, Putri Ayu menemukan seorang anak yang memiliki ciri tertentu. Yaitu Kedua halis anak itu menyatu dari kiri sampai ke kanan. Kemudian ciri satu lagi adalah tanda lahir yang berada di punggung anak itu. Tanda lahir itu sebesar kelereng berwarna biru legam dan Putri Ayu bisa melihat nya karena ia mempunyai ilmu mata batin yang mampu melihat tubuh manusia meskipun memakai baju rangkap tujuh.
Disanalah awal Putri Ayu mengenal Rangkas yang kala itu Rangkas masih bayi sekitar umur satu bulan. Diperkembangan Rangkas dari bayi sampai dewasa, Putri Ayu tetap berada disamping Rangkas karena ia tak mau orang yang akan menolong nya jika sudah besar itu terancam bahaya. Singkat cerita setelah Rangkas berumur sepuluh tahun dan baru pertama kali di ajak berburu oleh Ayah nya, Putri Ayu merencanakan sesuatu yaitu menancapkan Pisau Ranca Cula ditengah kepala tengkorak kambing dan membisikan kata-kata kutukan kepada Rusdi agar Rusdi mau memberikan pisau itu nanti kepada anak nya. Padahal kutukan tersebut jelas tak ada dan Putri Ayu hanya mengada-ada saja agar Pisau Ranca Cula itu bisa di miliki Rangkas dan Rangkas bisa terbiasa menggunakan nya.
Rencana Putri Ayu hanya tinggal mengajari Rangkas untuk membuka inti tenaga dalam nya saja karena hal itu dibutuhkan untuk mengendalikan Pisau Pusaka maha dahsyat yaitu Pisau Ranca Cula. Jadi semua keanehan yang terjadi kepada Rangkas, semua itu ulah Putri Ayu. Terkecuali sebuah pohon dengan lambang iluminati dibatang nya yang pernah Rangkas temukan itu, Bukan ulah Putri Ayu melainkan buatan sekelompok ajaran sesat menuju alam gaib. Tanda tersebut masih misterius bagi Rangkas dan belum diketahui Juga oleh Putri Ayu.
Disaat Putri Ayu melamunkan apa yang dulu pernah ia lakukan terhadap Rangkas itu, tiba-tiba tubuh nya terpental jauh dan masuk ke dalam air danau itu.
Wushhhh! Suara angin kencang itu berasal dari tubuh Rangkas yang menyala terang. Putri Ayu kaget bukan main dan langsung keluar dari dalam air untuk melihat apa yang sedang terjadi kepada Rangkas.
Cahaya terang didalam tubuh Rangkas sudah redup, tapi angin kencang yang memutari Rangkas masih ada. Putri Ayu segera memejamkan matanya dan membuka telapak tangan kanan nya.
__ADS_1
Clappp! Tiba-tiba ditangan nya sudah ada sebuah Pusaka Pisau Rangka Cula. Putri Ayu lalu menekan salah satu mata ular digagang pisau itu dan kemudian pisau itu memanjang berubah menjadi tombak berujung mata pisau emas.
Putri Ayu berniat ingin menghentikan latihan nya Rangkas memakai pisau pusaka nya itu. Resiko terluka nya Rangkas memang besar, namun Putri Ayu memiliki pemikiran lain. Ia ingin menguji apakah Rangkas bisa melawan serangan yang akan ia lakukan itu. Putri Ayu segera melesat cepat ke arah Rangkas dengan menusukan ujung mata tombak itu dan pusaran angin itu tiba-tiba menyerang Putri Ayu.
Putri Ayu segera menangkis serangan angin topan itu memakai tombak pusaka nya dan ledakan keras pun terjadi.
Blegarrrrr! Hentakan keras itu membuat Putri Ayu terpental kembali dan masuk ke dalam air danau itu. Aneh nya, tubuh Rangkas masih berada pada posisi sebelumnya. Ia masih duduk bersila tak terpental atau tergeser sedikit pun oleh hentakan ledakan keras tadi.
Wajah Putri Ayu semburat merah menahan amarah nya. Kulit mulus dan putih bersih itu perlahan berubah menjadi sisik ular berwarna perak. Putri Ayu berdiri semakin tinggi karena tubuh bagian bawah nya telah berubah menjadi seekor ular bersisik perak. Mata sayu dan indah dipandang milik Putri Ayu kini telah berubah menjadi mata ular berwarna kuning yang amat tajam dan menyeramkan. Wajah cantik itu dalam sekejap mata sudah berubah menjadi setengah ular bersisik perak.
"Grrrrr! Aku sudah tak tahan lagi ingin menguji kekuatan anak muda itu!" Sosok Putri Ayu yang sudah menjadi sosok setengah ular itu dengan cepat beringas menyerang Rangkas yang masih berada diposisi sebelumnya. Apakah Rangkas akan mampu mengalahkan Putri Ayu yang ternyata ia adalah sesosok siluman ular bersisik perak yang sebelumnya telah ia lihat tanpa disengaja itu...??? Lalu bagaimana jika Rangkas lah yang kalah???.
__ADS_1
...*...
...* *...