
SATU Persatu anak panah meluncur ke arah kening warga jahat itu. Bidikan Rangkas tak pernah meleset sedikit pun dan semua warga jahat itu semua nya mati dibantai habis memakai anak panah nya. Rangkas lalu keluar dari persembunyiannya dan melihat rumah kakek gila itu sudah terbakar habis oleh kobaran api.
Rangkas mencari warga yang masih hidup, tapi tak ada satupun yang masih hidup. Rangkas ingin mengambil kembali anak panah nya yang tertancap di bagian kepala para warga itu, namun tak jadi karena ia melihat ada busur panah besi dan anak panah nya yang terbuat dari besi juga berada di gerobak yang sudah rapuh.
"Kebetulan!! Aku sangat membutuhkan anak Pahan ini!! Tapi bagaimana dengan busur panah ku yang terbuat dari kayu jati ini?" Rangkas mempertimbangkan apakah ia harus membuang nya apa tetap harus membawa nya.
Ia teringat akan busur panah itu adalah buatan ayah nya sendiri dan sering dipakai berburu oleh ayah Rangkas. Rangkas pun memutuskan untuk mengambil anak panah nya saja dan meninggalkan busur panah itu.
"Sekarang aku harus pergi kemana lagi? tak ada petunjuk untuk ku mencari keberadaan dimana kerajaan yang dipimpin oleh Pangeran yang belum jelas nama nya itu." Rangkas lalu mengikuti jalur jalan setapak dan ia melihat banyak sekali kerangka-kerangka manusia yang mati tersalib di batang pohon-pohon.
"Mengerikan sekali!! Ternyata keadaan di alam gaib sungguh mengerikan dan kejam!! Aku harus bisa bertahan hidup untuk bisa keluar dari alam ini!! Lebih baik aku membela nyawa ku sendiri dengan membunuh orang-orang jahat itu, daripada aku mati tanpa ada perlawanan sedikit pun!" Rangkas lalu terus saja berjalan mengikuti jalan setapak itu dan ia tiba di bawah sebuah pohon.
Disana ia melihat seekor serigala liar berwarna putih dan mata nya merah tengah meringis kesakitan. Lolongan pelan seakan serigala itu ingin meminta tolong kepada siapapun yang mau menolong nya. Rangkas mendekati serigala itu dan ternyata kaki serigala itu tersangkut jebakan hewan yang terbuat dari besi. Kaki Serigala itu berdarah cukup banyak dan Rangkas pun tak tega untuk mencoba melepaskan nya.
"Kau Diam saja serigala manis, aku akan berusaha membantu mu." Rangkas lalu membukakan jebakan besi itu dan akhirnya Serigala itu terbebas.
Serigala itu menggesekan tubuh nya di kaki Rangkas dan Rangkas pun mengusap kepala serigala itu.
__ADS_1
"Serigala baik! kau tahu arti berterima kasih rupa nya. Sudah ya, kamu sudah bebas sekarang. Aku akan pergi dulu." Setelah berkata begitu, Serigala tadi berlari pergi ke arah hutan dan Rangkas lanjut berjalan hingga ia tiba di depan sebuah gerbang besi.
"Besar sekali gerbang ini, hmm ada lambang iluminati didinding gerbang ini! Aku yakin ini adalah gerbang masuk menuju kerajaan itu!" Rangkas lalu mencoba membuka pintu gerbang itu.
Pintu gerbang tak terkunci dan Rangkas bisa masuk ke dalam nya. Disana Rangkas melihat perumahan penduduk yang ditengah nya ada lapangan luas dengan lambang salib ditengahnya. Rangkas segera berlari kecil ke arah balik pohon dan melihat banyak sekali mayat warga yang bergelimpangan. Bau Amis Darah sudah tercium oleh Rangkas, ia pun merasa ngeri melihat pemandangan yang tak layak di tonton oleh anak di bawah umur. Anggota tubuh manusia banyak yang hancur dan terpotong -potong. Rangkas berusaha untuk tidak takut dan akhirnya ia pun muntah-muntah.
"Menjijikan sekali, sadis sekali orang yang sudah membunuh warga-warga tak bersalah ini!" Ucap Rangkas disela muntah-muntah nya itu.
Putri Ayu kini berada di depan gerbang besi dengan lambang simbol Illuminati.
"Seperti nya dikampung ini rata-rata mayoritas penduduk nya adalah peternak hewan. Tapi aku heran, apa yang membuat mereka benci terhadap Kerajaan Angkor Pura? Aku ingin bertanya kepada warga sini, tapi seperti nya mereka akan mengira aku ini adalah penyusup dari Kerajaan Angkor Pura. Seperti yang sudah-sudah, mau tak mau aku harus menghajar mereka." Setelah berkata sendirian, Putri Ayu melangkahkan kaki nya ke arah salah satu rumah itu.
Disana ia melihat seorang perempuan sedang membuang kotoran sapi memakai sekop. Ia melihat kedatangan Putri Ayu dan langsung berteriak,
"Penyusup itu dataaaang!!" Putri Ayu mengerutkan dahi nya dan disaat itu pula muncul sekelompok warga dengan membawa alat-alat pertanian seperti sebelumnya.
"Lagi-lagi mereka cari perkara terhadap ku! Mau tak mau aku harus berduel dengan mereka daripada nyawa ku yang lenyap tanpa ada nya perlawanan." Kemudian Putri Ayu pun memasang kuda-kuda kokoh dan ia mengambil kipas pusaka nya yang bernama KIPAS DEWI MURKA.
__ADS_1
Putri Ayu lalu memutar tubuh nya dan melepaskan kipas itu ke arah depan. Angin kencang menerpa para warga yang ingin menyerang Putri Ayu dan semua nya terlempar menghantam rumah mereka sendiri. Keadaan rumah itu porak poranda akibat badai angin dari kekuatan Kipas pusaka nya Putri Ayu.
"Kurasa aku terlalu berlebihan menyalurkan inti tenaga dalam ku ini pada kipas ku." Ucap Putri Ayu dan pada saat itu terdengar suara Auman seekor sapi yang berada di reruntuhan rumah itu.
Putri Ayu mendengar nya merasa aneh,
"Suara apa itu? mengapa suara sapi mirip seperti suara serigala?" Pada saat itu tembok bilik rumah itu mental ke atas dan ada sosok mahkluk yang berlari ke arah Putri Ayu. Mahkluk itu berlari seperti manusia dan memiliki badan seperti banteng. Putri sudah bisa menebak bahwa mahkluk itu adalah siluman banteng. Putri tak gentar sedikit pun melawan siluman banteng itu, kepala siluman itu menerjang ke arah Putri Ayu. Namun Putri Ayu terbang melenting ke atas pohon dan serudukan siluman sapi itu menubruk gerbang besi yang ada lambang iluminati nya itu.
bragggg!! Siluman banteng itu mental ke belakang dan badan nya oleng. Putri Ayu tertawa terbahak-bahak menertawakan kebodohan siluman banteng itu.
Salah satu tanduk banteng itu patah dan membuat siluman banteng itu linglung. Putri Ayu lalu turun dan mata Siluman itu melihat nya. Dengan cepat siluman banteng itu mengejar Putri Ayu dan Putri Ayu hanya menanggapi nya dengan senyuman saja. Ujung kipas pusaka nya ia sodokan ke arah Siluman banteng yang ingin menyeruduk nya lagi dan cahaya sinar sebesar kelereng melesat keluar dari ujung kipas pusaka nya Putri Ayu.
Blegarrrrr!! Seketika hancur sudah tubuh siluman banteng itu dan membuat orang yang mengintip pertarungan itu segera pergi.
...*...
...* *...
__ADS_1