
RUSDI Segera melarikan diri setelah ia bebas dan ia hapal jalur keluar dari kuil itu hingga sampai pada lorong tembus yang dijaga oleh sosok siluman kadal itu. Rusdi melesat cepat naik ke atas lubang kecil yang dimana lubang itu adalah jalan masuk ke alam manusia yang berada di batang pohon beringin dengan lambang simbol Illuminati itu. Ia berhasil keluar dari alam dimensi itu, namun ia menjadi incaran mahkluk hitam yang menjaga gerbang siluman itu.
Pada saat itu Rangkas sedang berburu dan Rusdi menemukan anak nya itu tertidur bersandar di batang pohon. Rusdi lalu memasuki alam bawah sadar Rangkas agar ia bisa masuk ke alam mimpi Rangkas. Disanalah Rangkas bermimpi soal Ayah nya dan tak lama Arwah Rusdi ditarik oleh Mahkluk hitam itu setelah Rusdi mengobrol dengan anak nya. Kejadian itu sudah lama terjadi dan kini kembali lagi ke kuil Wayangsa.
Rusdi masih ingat mengapa ia jatuh sakit hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia sampai arwah nya tertawan dikuil tersebut. Raut wajah sedih nampak jelas diwajah arwah Rusdi itu dan kemudian terdengar Gandaria berkata keras,
"Gundalini!! Samiri!! Cepat kalian atur para arwah itu didekat para mayat-mayat itu!!"
"Baik tuanku!" Ucap Gundalini dan Samiri patuh dan mereka segera melakukan perintah itu.
Rusdi berkerut dahi mendengar nama 'Gundalini' di sebut. Ia kenal betul dengan nama itu,
"Gundalini? Sepertinya aku pernah mendengar nama nya." Rusdi merenung mengingat-ingat pemilik nama itu. Lalu ia melihat dua anak buah Gandaria itu dan Samiri sudah jelas wujud dan wajah nya yang tanpa memakai jubah itu. Sedangkan Gundalini yang berpakaian jubah serba hitam dan menutupi seluruh tubuh nya itu tak dikenali oleh Rusdi. Rusdi tetap melihat orang berjubah hitam yang hanya terlihat mata nya saja itu.
Semua Arwah dituntun mendekati semua mayat-mayat yang terbaring dan setelah semua nya berada di posisi yang sudah ditentukan, Gandaria bangun dari singgasana nya dan pergi ke sebuah lorong di belakang singgasana nya. Ia kini berada di sebuah ruangan yang kedap udara dan disana ada dua peti mati. Didalam peti mati dengan tutup atas nya kaca itu ada dua mayat perempuan muda dan satu lagi mayat seorang kakek tua berjenggot putih panjang.
__ADS_1
Gandaria berdiri di samping dua mayat itu dan ia berkata,
"Aku telah bersumpah kepada kalian berdua untuk membalaskan dendam kematian Guru dan juga anak mu ini Guru." Lalu Gandaria membuka kaca penutup peti jenazah itu. Tangan nya mengusap lembut pipi wanita muda dan cantik itu. Mayat perempuan itu dan juga mayat seorang kakek tua itu sepertinya sudah diawetkan setelah kematian nya oleh Gandaria.
Kedua mayat itu masih utuh tak berbau busuk atau tubuh nya rusak digerogoti belatung. Gandaria lalu mengecup kening perempuan itu dan kemudian ia menutup pintu kaca itu lagi. Ternyata perempuan muda itu adalah anak nya kakek tua itu dan juga sekaligus istri nya Gandaria. Maka tak heran Gandaria sangat bernafsu sekali ingin membalaskan dendam orang yang ia hormat dan ia sayangi itu kepada orang yang membunuh mereka.
Gandaria lalu melangkahkan kaki nya kembali ke ruangan tengah kuil dan berdiri menghadap semua tawanan itu.
"Kalian berdua berdiri dibelakang ku!! Kita akan segera melakukan ritual pemanggilan Jenazah!!" Lalu Gundalini dan Samiri segera bergegas pergi ke belakang Gandaria.
"Salurkan inti tenaga dalam kalian itu ke punggung ku!!" Kedua anak buah itu menuruti nya.
'Lan Kawasa Ingsun Seng Rajo Iblis Hatur Sembah Kawula Ing Dalem Tumbal Wong Kang Sakabehe Urip Lan Paeh!! Mawujud, Mawujud, Mawujud!!' Gandaria mengucapkan mantera pemanggilan Arwah untuk masuk ke dalam tubuh semua para mayat yang sudah mati itu melalui perantara Raja Iblis.
Tubuh semua Arwah mengepulkan asap kabut abu-abu pekat dan semua nya mengerang dan menjerit kesakitan. Suara berisik itu kini telah berganti dengan suara gemericing rantai-rantai tahanan yang terjatuh ke lantai marmer itu. Asap tebal menutupi seluruh ruangan itu dan Gandaria selesai melakukan ritual nya. Kemudian Gandaria mengibaskan tangan nya ke depan dan seketika kepulan asap kabut itu lenyap.
__ADS_1
Para mayat-mayat yang sudah mati dan sebagian badan nya hancur itu sudah hidup kembali. Badan nya utuh seperti semula dan wajah serta perawakan mayat itu telah berganti menjadi wajah dan perawakan para arwah-arwah sebelum nya. Semua tawanan nampak senang dan gembira karena mereka serasa hidup kembali karena memiliki raga tubuh asli. Namun kesenangan dan kegembiraan itu perlahan surut setelah Gandaria berkata,
"Kalian akan aku hilangkan jati diri kalian dan jadilah seperti binatang buas yang haus darah serta pertarungan!! Hahahaha!!" Para Arwah tak bisa pergi dari situ karena tubuh mereka kaku.
Gandaria segera menggunakan ilmu kabut nya dan menerpa semua para MAYAT HIDUP Itu. Sejurus kemudian setelah kabut asap itu menghilang, semua wajah para mayat hidup itu nampak buas sekali. Gigi-gigi mereka nampak terdengar gemericing menggeletuk dan kuku-kuku mereka nampak tajam dan panjang-panjang. Tubuh mereka sedikit bungkuk dan mirip seperti hewan kangguru. Mata mereka merah melotot dan terkesan sangat bengis sekali.
"Sekarang tiba saat nya kita membalaskan dendam!! Serang kerajaan Angkor Pura itu!! Ayo ikuti Aku!!" Lalu Gandaria melesat berjungkir balik sampai tiba di depan pintu kuil itu.
Gundalini dan Samiri mengikuti dari belakang Gandaria dan kemudian para mayat hidup itu mengikuti mereka. Para Mayat itu berjalan mirip zombie karena akal pikiran mereka sudah tak ada dan hanya ada insting membunuh saja. Melewati pemakaman didepan kuil itu, Gandaria lalu menjejakan kaki nya ditanah kuburan itu sambil berteriak.
"Wahai para orang-orang yang sudah mati, hiduplah kalian kembali. Aku memerintahkan kalian untuk keluar dari dalam kuburan yang gelap itu!!" Seketika semua malam itu retak tanah nya dan mulai muncul tangan-tangan manusia ke permukaan tanah.
Gundalini nampak merinding karena seumur hidup nya baru melihat mayat bangkit dari kubur nya. Semua mayat di dalam kuburan itu bersatu dengan para mayat hidup sebelum nya. Para mayat dalam kubur itu memakai pakaian disuatu perguruan dan ternyata para mayat itu adalah murid-murid perguruan tempat Gandaria dan Karsani berguru yang sudah tewas di bantai oleh Raden Aji Sakro. Guru Agung nya tak nampak berada dalam barisan para mayat itu karena tokoh tua itu sudah di awetkan jasad nya Oleh Gandaria bersama istri nya Gandaria itu.
Mungkin Gandaria sengaja memakamkan semua murid perguruan milik guru nya yang tewas dalam pembantaian itu dikuil tempat nya mengumpulkan kekuatan. Tujuan Gandaria hanya satu, yaitu membalaskan dendam guru nya dan juga istri nya yang ikut terbantai dalam pembantaian yang dilakukan oleh kerajaan Angkor Pura yang diketuai oleh Raden Aji Sakro.
__ADS_1
...*...
...* *...