TerSesat

TerSesat
MAHKLUK SILUMAN KADAL


__ADS_3

RANGKAS Berdiri menghadap ke arah tiga lorong tanpa pintu itu. Seperti nya Rangkas berada di dalam gua, terlihat permukaan dinding nya nampak kasar ketika tersorot cahaya obor nya Rangkas. Ia pun memejamkan mata nya dan menyesuaikan naik turun pernapasan nya. Rangkas mencoba ingin menerawang apa yang ada di dalam ruangan itu. Ilmu tenaga dalam yang ia miliki sudah ia kuasai dan Rangkas masih ingat tata cara menggunakan nya.


Rangkas kemudian membuka mata nya dan seketika ia tersentak mundur. Rangkas kaget bukan main karena di depan nya itu ada mahkluk aneh yang menempel di dinding gua itu. Namun Mahkluk itu sama sekali tak terusik oleh cahaya obor nya Rangkas karena posisi mata mahkluk itu terpejam.


"Mahkluk apa itu? bentuk nya mirip seperti manusia tapi mengapa bisa menempel di dinding seperti cicak?" Ucap Rangkas pelan dan ia pun memutar tubuh nya dan ia baru bisa melihat apa yang ada di dalam ruangan gelap itu.


Ruangan itu adalah ruangan gua yang memiliki lorong panjang dan Rangkas berdiri didalam ruangan yang bulat melingkar. Diketiga sisi ruangan itu ada tiga pintu gua yang masing-masing belum diketahui jelas kemana jalur itu mengarah. Rangkas masih mempertimbangkan untuk masuk ke salah satu ruangan itu. Ia pun kemudian mendekatkan diri kepada Mahkluk aneh itu untuk bertanya dimana dirinya saat itu. Sebagai manusia biasa, Rangkas memang merasakan takut. Tapi ia lawan rasa takut itu dengan tekad ingin melawan mahkluk jahat itu jika membahayakan nyawa nya.


Rangkas mendekati mahkluk mirip manusia dewasa itu dan bertanya,


"Permisi, Aku ingin bertanya kepada mu." MAHKLUK SILUMAN KADAL Yang ditanya oleh Rangkas itu membuka mata nya yang sejak tadi terpejam. Ia menolehkan wajah nya ke arah Rangkas dengan tajam. Rangkas nampak ngeri sekali melihat wajah menyeramkan dari mahkluk itu. Tubuh dan kedua kaki serta tangan mirip seperti manusia. Tapi memiliki ekor seperti kadal, kulit mahkluk aneh itu berwarna hijau lumut. Kepala nya memang kepala manusia, tapi memiliki mulut layak nya komodo.


Mata Mahkluk jenis siluman kadal itu berwarna kuning terang dan menatap tajam ke arah Rangkas. Terlebih lagi lidah Mahluk itu menjulur panjang seperti biawak. Mahkluk itu pun merayap turun dari dindin dan berdiri layak nya kadal ditanah lembab itu. Ia menatap lekat-lekat ke arah Rangkas karena ia merasa asing terhadap Rangkas.


"Siapa kau? Sedang apa kau di sini?" Tanya mahkluk itu dengan nada suara besar dan berat.


"Aku hanya manusia yang sedang tersesat didalam ruangan ini. Apa kau tahu jalan keluar dari ruangan ini?" Yang ditanya malah balik bertanya,


"Mengapa manusia seperti mu bisa masuk ke dalam alam kami hah!? Pasti ini perbuatan si hitam keling itu yang membiarkan manusia masuk kemari." Rangkas mengerutkan dahi nya tanda tak mengerti.


"Ahh masa bodo dengan dirimu. Untuk kepentingan apa kau masuk ke dalam gerbang siluman itu hah?" Rangkas bingung harus menjawab apa, seketika ia ingat akan Ranti.


"Oh aku sedang mencari teman wanita, kata nya dia tinggal didalam gerbang siluman ini."

__ADS_1


"Siapa nama wanita itu?" Tanya Kadal siluman itu lagi.


"Namanya Ranti, apa kau mengenal nya...???"


"Aku tak mengenal nya, tapi aku seringkali melihat arwah manusia entah itu wanita atau laki-laki yang mondar mandir keluar masuk dari dalam gerbang gaib ini menuju alam manusia."


"Kalau begitu, apakah ini gerbang tempat nya manusia yang sudah tiada?"


"Tidak juga, Arwah manusia yang berada di alam ini adalah Arwah yang telah menjadi budak nya Pangeran kami. Sengaja Pangeran kami memerintahkan mereka untuk pergi ke alam manusia karena..." Siluman kadal itu menghentikan ucapan nya karena kaget dan berkata menggerutu sendirian.


"Sial!! mengapa aku tak bisa menjaga ucapan ku!? kalau aku sampai membocorkan rahasia ini pada manusia itu, bisa mati dibunuh aku oleh Pangeran!!" Rangkas yang sejak tadi Diam mendengarkan perkataan siluman kadal itu bertanya.


"Siapa yang kau maksud Pangeran itu kang?"


Tapi Rangkas tak mau menuruti perintah siluman kadal itu.


"Maaf aku tak bisa menuruti perintah mu, aku harus tetap pergi ke dalam lorong itu."


"sssstttt!! Kalau begitu kau berurusan dengan ku bocah ingusan!!" Siluman kadal itu marah dan ia pun langsung melontarkan lidah panjang nya ke arah Rangkas. Rangkas yang masih memegang obor nya itu segera melompat ke samping. Serangan dadakan dari siluman kadal itu tak mengenai sasaran dan Rangkas mulai waspada.


"Hei kang mengapa kau menyerang ku? aku datang kemari tak ingin bermusuhan dengan mu."


"Ini perintah dari tuanku!! Siapa pun orang asing atau mahkluk apapun yang berani menjejakan kaki nya digua ini, dia layak dibunuh!! heahhh!!" Siluman kadal itu kali ini meloncat ke arah Rangkas dan Rangkas segera mengambil busur panah nya yang ia taruh di punggung nya.

__ADS_1


Gerakan Rangkas sangat cepat sekali dan ia membidikan panah obor nya itu ke arah siluman kadal yang ingin menerkam nya itu.


Clappp!!


"Aragghhh!!" Siluman kadal itu berteriak kesakitan dan berhenti di udara sejenak karena perut nya tertancap panah obor yang dilepaskan dari busur nya oleh Rangkas. Tubuh Siluman kadal itu berdebam jatuh ditanah dan ia semakin menjerit kesakitan karena anak panah itu semakin terbenam dalam ditubuh nya.


Rangkas berjalan mendekati siluman kadal yang merintih kesakitan itu.


"Manusia..., tolong lepaskan anak panah ini dari perut ku.., perutku sakit sekali."


"Aku akan melepaskan nya jika kau memberi tahu jalan yang benar dari ketiga pintu lorong itu."


"Semua pintu lorong itu mengarah ke satu tempat dimana Pengeran kami bertahta."


"Apa kau tak membual dihadapan ku?" Tanya Rangkas lagi berusaha meyakinkan.


"Untuk apa aku membual kepada mu anak dungu! cepat lepaskan anak panah ini, perut ku terasa terbakar!" Rangkas pun merasa kasihan juga akhirnya melihat wajah menyeramkan itu memelas.


Lalu Rangkas berinisiatif akan mencabut anak panah itu, namun Rangkas tak menyadari bahwa diri nya saat itu sedang dijebak. Lidah siluman kadal itu pun menyambar kaki Rangkas yang hendak mendekati nya itu.


Bugggg!! Tubuh Rangkas terjatuh ketika kaki nya ditarik oleh lidah siluman kadal itu.


"Hei lepaskan kaki ku siluman jelek!!" Bentak Rangkas yang saat itu tubuh nya terseret mendekati mulut siluman kadal itu.

__ADS_1


"Hahaha!! kena kau sekarang bocah ingusan!!" Rangkas segera merogoh tas kain nya yang berada di punggung nya itu dan ia berusaha untuk mencari pisau berburu nya.


__ADS_2