TerSesat

TerSesat
RASA CEMBURU


__ADS_3

PUTRI Ayu tergugah dari tidur nya dan ia mendapati dirinya masih didekap oleh Pangeran Dirgantara. Putri Ayu lalu melepaskan pelukan itu dan Pangeran Dirgantara pun ikut terbangun juga.


"Ada apa sayang?" Tanya Pangeran Dirgantara.


"Sudah waktunya kita bangun, kasihan Rangkas takut nya ia sedang menunggu kita."


"Oh benar juga sayang." Ujar Pangeran Dirgantara dan Putri Ayu merasa senang dirinya di panggil sayang.


Mereka berdua segera memakai pakaian Jirah perang kerajaan masing-masing. Pangeran Dirgantara tak memakai jubah putih itu lagi yang sebelumnya ia pakai itu. Kini Pangeran Dirgantara sudah tak takut dirinya dipergoki oleh musuh-musuhnya karena ia yakin bahwa Putri Ayu mungkin akan membantu kesulitan nya itu.


Mereka berdua sudah resmi berpacaran dan berniat akan mengadakan pernikahan setelah mereka berhasil membunuh Raden Aji Sakro dan merebut kerajaan milik Ayah mereka masing-masing. Pagi hari di alam manusia Rangkas sudah bangun dan ia memang menunggu kedatangan Putri Ayu serta Raden Dirgantara.


"Kemana mereka berdua? apa semalam mereka tak pulang lagi ke rumah ku ini?" Pikir Rangkas saat itu dan Ibu nya terdengar memanggil nya.


Rangkas lalu segera pergi menuju ibu nya dan ia disuruh untuk membeli lauk pauk diwarung kampung Tegalsari untuk makan mereka. Rangkas pun kini telah pergi ke kampung Tegalsari untuk membeli lauk pauk dan juga bumbu dapur. Rangkas disambut baik oleh para warga kampung Tegalsari, padahal dulu nya Rangkas dijauhi oleh para warga kampung itu. Tapi setelah mereka melihat kesaktian Rangkas yang telah mereka saksikan dengan bukti kepala Ranti itu, mereka mulai segan kepada Rangkas dan ramah terhadap nya.


Rangkas tak besar kepala ketika banyak Ibu-ibu yang menyanjung nya. Ada juga ibu-ibu yang menawarkan anak nya untuk dijodohkan dengan Rangkas. Rangkas hanya tersenyum saja mendengar nya dan ia tak merasa risih diperlakukan seperti itu. Kini Rangkas sudah kembali lagi ke rumah nya dan dijalan ia berpas-pasan bertemu dengan Putri Ayu dan juga Pangeran Dirgantara.


"Kalian berdua darimana?" Tanya Rangkas.


"Kami sudah selesai membicarakan soal masa lalu kami masing-masing di gubuk tempat tinggal ku selama ini Rangkas."


"Ouh begitu, apakah sebegitu lamanya sampai-sampai malam pun tak mampu mengatasi nya?" Rangkas berkata begitu karena ia merasa cemburu terhadap Putri Ayu.

__ADS_1


"Kau ini bicara apa Rangkas?! Apa menurut mu kami telah melakukan hal yang tidak senonoh dibelakang mu itu!? Asal kau tahu, kami semalaman hanya mengobrolkan soal tentang masa lalu kami!" Ujar Pangeran Dirgantara dengan nada kasar karena ia mulai terbakar emosi nya atas ucapan Rangkas sebelumnya yang telah menyinggung perasaan nya itu.


Putri Ayu melihat rasa cemburu di wajah Rangkas dan saat itu Rangkas bicara pelan,


"Aku hanya ingin tahu saja dan tak ada pikiran jelek seperti itu." Ucap Rangkas sambil menunduk takut, sebab ia tak berani menatap mata Pangeran Dirgantara yang tajam itu.


"Sudah-sudah jangan diteruskan lagi! maafkan kami Rangkas jika kami sampai berlarut-larut dalam obrolan kami dan tak memperdulikan dirimu."


"Tak apa-apa Nyai, aku sudah mulai terbiasa kok." Ujar Rangkas paksakan tersenyum dan Putri Ayu paham bahwa senyum Rangkas itu adalah senyuman palsu.


Putri Ayu merasa tak enak hati nya melihat Rangkas seperti orang yang sedang patah hati nya. Hening sejurus dan ketika Putri Ayu akan berkata lagi, ucapan nya tak jadi karena Rangkas segera bertanya kepada nya.


"Apakah sekarang waktu nya kita untuk mencari si Gundalini itu Nyai???" Putri Ayu menatap Pengeran Dirgantara dan Pangeran Dirgantara hanya mengangkat bahu saja tanda terserah. Putri Ayu lalu menatap bola mata Rangkas dan ia pun merasa dirinya itu telah melukai perasaan Rangkas.


"Yasudah aku pulang dulu sekarang untuk pamit kepada ibuku sekaligus memberikan barang belanjaan ku ini." Rangkas segera pergi ke rumah nya dan Putri Ayu tetap berada di situ bersama Pangeran Dirgantara.


Rangkas pikir kedua teman nya itu akan mengikuti nya pergi ke rumah nya, tapi setelah agak jauh dan tiba di rumah nya Rangkas menengok ke belakang. Dijalanan setapak sana Rangkas melihat Putri Ayu dan Pangeran Dirgantara sedang berhadapan mengobrolkan sesuatu. Rangkas pun segera membuang rasa cemburunya itu dan ia pun tak mau perasaan nya itu semakin dalam lagi terhadap Putri Ayu.


Putri Ayu dan Pangeran Dirgantara sedang membicarakan soal kata-kata Pangeran Dirgantara yang telah membuat Rangkas cemburu dan takut itu.


"Harus nya kau jangan bicara ngotot seperti itu! Nanti Rangkas akan mengetahui soal hubungan kita ini!"


"Untuk apa kita menyembunyikan soal hubungan kita ini? bukankah dia sudah tahu bahwa kita sudah dijodohkan dari dulu oleh orang tua kita?"

__ADS_1


"Rangkas memang tahu soal hubungan kita ini, tapi setidaknya jangan kau lukai perasaan anak itu! Aku melihat ada rasa cemburu pada dirinya kepada kita dan ingat, anak itu masih polos dan belum pernah berpacaran dengan wanita manapun. Jadi jangan kau anggap ucapan Rangkas itu dengan serius, kau harus bisa menempati ucapan mu itu. Mana yang baik untuk kau ucapkan dan mana yang buruk untuk tidak kau ucapkan. Anak itu masih labil dan wajar RASA CEMBURU Nya itu begitu besar."


"Iya-iya Maafkan aku, aku tak akan mengulangi ucapan kasar ku itu lagi pada anak itu."


"Jangan meminta maaf padaku, harus nya kau bicara seperti itu kepada Rangkas."


"Baik aku akan melakukan nya jika anak itu sudah datang kesini." Kemudian mereka berdua saling bungkam dan menunggu Rangkas menemui mereka berdua.


Rangkas memberikan barang belanjaan nya itu kepada ibu nya yang ada di dapur.


"Ini Mak barang belanjaan nya, Rangkas pamit sekarang ya Mak."


"Kamu mau pergi kemana Nak pagi-pagi begini? Kamu belum sarapan dari pagi tadi."


"Rangkas sudah makan singkong rebus tadi Mak waktu dikampung, pemilik warung menawarkan singkong rebus untuk Rangkas dan Rangkas menerima nya."


"Tapi kau akan pergi kemana lagi Nak? Kamu seharusnya dirumah saja."


"Rangkas harus menangkap Ki Gundalini itu Mak. Tugas itu harus Rangkas tepati."


"Tapi Nak bagaimana nanti dengan keselamatan mu? Emak sangat khawatir sekali kepada mu jika kau terluka Nak."


"Rangkas akan Baik-baik saja Mak, lagipula Rangkas akan ditemani oleh dua teman gaib Rangkas itu." Suminah awal nya nampak enggan melepaskan anak nya itu untuk pergi kembali ke alam gaib.

__ADS_1


Tapi setelah ia pikir-pikir soal kasus Gundalini yang telah memakan banyak korban itu, maka mau tak mau Suminah pun memperbolehkan Rangkas untuk pergi kembali menjalankan misi nya itu.


__ADS_2