TerSesat

TerSesat
PERCUMBUAN PANAS


__ADS_3

PANGERAN Dirgantara dan juga Putri Ayu segera keluar dari dalam kamar Rangkas dan melihat tengkorak kepala kambing itu sudah hancur menjadi serpihan tulang-tulang tak berguna. Rangkas berada disana dan juga ibu nya, mereka tak tahu mengapa tengkorak kepala kambing itu tiba-tiba jatuh dan langsung hancur menjadi serbuk tulang.


"Kenapa tengkorak kepala kambing ini bisa jatuh Nak?" Tanya Suminah kepada anak nya.


"Rangkas juga tak tahu Mak, tapi mungkin tengkorak kepala kambing ini sudah rapuh dan sudah waktu nya hancur. Karena sudah delapan tahun lebih kepala tengkorak kambing ini berada di sini Mak."


"Benar juga, mungkin saja tengkorak kepala Kambing ini sudah rapuh." Kemudian Suminah membersihan debu-debu tulang belulang Kepala tengkorak kambing itu memakai sapu ijuk.


Rangkas pun membantu ibu nya dan ia mendengar suara Putri Ayu berkata pada nya.


"Sepertinya tengkorak kepala kambing itu sudah waktu nya hancur Rangkas." Rangkas segera menatap ke arah pintu kamar nya yang disana ada Putri Ayu dan Juga Pangeran Dirgantara.


"Iya sepertinya. Apa kalian berdua sudah selesai mengobrol nya?" Tanya Rangkas dan membuat ibu nya menatap nya.


"Kau bicara pada siapa Rangkas?"


"Itu Mak teman Rangkas bertanya soal kepala tengkorak kambing ini."

__ADS_1


"Oh begitu." Ujar Ibu nya Rangkas yang kini mulai terbiasa dengan kebiasaan anak nya itu dan mempercayai bahwa anak nya itu memiliki dua teman gaib.


Kemudian Putri Ayu menatap Pangeran Dirgantara dan Putri Ayu berkata kepada Rangkas.


"Kami pergi dulu ke suatu tempat ya Rangkas, obrolan kami masih belum selesai. nanti kami kemari lagi jika urusan kami berdua sudah selesai." Rangkas pun memperbolehkan mereka pergi ke suatu tempat dan Rangkas lanjut membantu ibu nya membersihkan debu-debu itu. Rangkas masa bodo akan kedekatan Putri Ayu dan juga Pangeran Dirgantara itu. Padahal sebenarnya Rangkas menaruh hati kepada Putri Ayu, Namun Rangkas sadar diri bahwa ia dan Putri Ayu berbeda alam. Rangkas pun mencoba mengiklaskan perasaan nya itu dan membiarkan Putri Ayu dan Pangeran Dirgantara berjodoh. Sebab Rangkas sudah mendengar cerita dari Putri Ayu bahwa Pangeran Dirgantara adalah anak dari teman ayah nya yang semula ingin dijodohkan dengan nya namun takdir berkata lain. Kini Rangkas segera membuang perasaan itu dan ia harus bersiap-siap nanti untuk menyelesaikan satu tugas lagi yaitu menangkap Gundalini hidup atau mati.


Putri Ayu dan juga Pangeran Dirgantara pergi ke atas puncak gunung Persik. Mereka berdua pergi ke tempat Putri Ayu tinggal selama ini. Putri Ayu tinggal disebuah pondok kecil dan itu berada di alam gaib. Mereka berdua lalu masuk ke dalam pondok itu dan suasana di luar pondok banyak sangatlah dingin cuaca nya. Di dalam pondok itu hanya ada dipan beralaskan kain putih polos dan satu batu datar tempat Putri Ayu bersemedi.


"Jadi ini tempat mu tinggal selama kau mengasingkan diri dari pengejaran si Raden Aji Sakro itu?"


"Benar, selama aku mengasingkan diri aku selalu tinggal disini. Tapi setelah aku menemukan anak yang diramalkan akan menolong ku membalaskan dendam ku kepada si Raden Aji Sakro itu, aku mulai tinggal di rumah anak itu dan menjaga anak itu dari bayi sampai sebesar sekarang."


"Aku menerima wangsit dari Hyang Widi Wasa ketika aku bersemedi dan mendapat petunjuk bahwa anak itulah yang nanti akan membantu ku membalaskan dendam ku."


"Begitu ya, berarti kau selama ini sudah menjadi pendamping nya Rangkas bukan?"


"Ya memang, tapi hanya sebatas pendamping gaib nya saja dan aku tak bisa memiliki raga nya."

__ADS_1


"Mengapa begitu?" Tanya Pangeran Dirgantara.


"Karena aku adalah bangsa siluman dari ras ular, tak mungkin akan menikah dengan ras manusia. Alam kami berbeda dan selama ini aku hanya memendam hasrat ku saja terhadap Rangkas."


"Jadi selama lebih berpuluh-puluh tahun lama nya kau telah memendam hasrat birahi mu itu?" Putri Ayu menganggukan kepala nya sambil berkata,


"Aku sudah tak tahan sebenar nya, Tapi aku selalu menahan nya. Napsu ku segera ku redam dengan mengingat wajah Raden Aji Sakro dan seketika napsu ku surut sampai menghilang." Raden Dirgantara pun manggut-manggut lalu bertanya,


"Jadi kau mengajak ku kemari hanya untuk melakukan itu bukan?" Putri Ayu mengangguk tanpa malu-malu lagi.


"Aku sebenarnya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama ketika bertemu dengan mu. Tapi aku tetap berpura-pura terlihat biasa saja, padahal aku ingin sekali memeluk mu dan menciumi mu Pangeran." Lalu Putri Ayu merebahkan tubuh nya di dada Pangeran Dirgantara sambil berkata,


"Apakah kau akan membiarkan seorang perempuan yang sedang kasmaran ini merengek meminta dilayani gairah nya?"


"Ciuman pertama kita di dalam kamar anak itu memang sudah membuat gairah ku berkobar, mana mungkin aku akan menolak ajakan mu itu sayang." Lalu Pangeran Dirgantara pun memeluk Putri Ayu dan mencium kening nya.


Mereka bercinta dalam posisi berdiri dan percumbuan kedua nya itu semakin memanas. ******* dan erangan kenikmatan dari PERCUMBUAN PANAS kedua nya semakin membuat gairah kedua nya semakin membara dan Malam hari itu menjadi saksi bisu percintaan mereka yang pertama kali nya. Deru angin malam pada hari itu telah menyejukkan suasana di gubuk kecil itu. Tak ada satupun mahkluk gaib yang mau mengintip percumbuan itu, karena mereka semua nya takut kepada Putri Ayu. Sebab mereka para mahkluk gaib penghuni puncak gunung Persik itu semua nya sudah pernah dikalahkan oleh Putri Ayu

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2