TerSesat

TerSesat
OBROLAN DUA INSAN


__ADS_3

Rangkas kini sudah bisa bangun dan ia segera berjalan mendekati Putri Ayu dan juga Pangeran Dirgantara. Pangeran Dirgantara yang menghadap ke arah datang nya Rangkas pun berkata,


"Sepertinya teman mu itu sudah baikan." Seketika Putri Ayu langsung membalikan tubuh nya ke belakang. Rangkas berjalan tertatih-tatih dengan dibantu memakai kayu bekas tiang rumah penduduk yang hancur itu.


"Rangkas!? bagaimana keadaan mu?" Tanya Putri Ayu berjalan mendekati Rangkas.


"Apa kau menyelamatkan ku Nyai?" Tanya Rangkas dan Putri Ayu menganggukan kepala nya.


"Terimakasih kau sudah menolong ku Nyai, tanpa pertolongan mu mungkin aku sudah mati saat ini juga."


"Aku tak akan membiarkan mu mati semudah itu Rangkas, masih banyak misteri yang belum engkau pecahkan." Rangkas hanya mengangguk dan kemudian ia menatap ke arah lelaki tampan yang berada di belakang Putri Ayu.


"Siapa lelaki itu Nyai?" Putri Ayu segera memutar wajah nya dan menatap Pangeran Dirgantara sebentar.


"Oh dia perkenalkan, Namanya Pangeran Dirgantara Pangestu Agung. Dia adalah rekan kita sekarang Rangkas."


"Rekan dalam hal apa Nyai...???" Tanya Rangkas tak mengerti.


"Dia memiliki dendam yang sama seperti ku yaitu dendam kepada Raden Aji Sakro. Kerajaan nya hancur akibat ulah si Raden Aji Sakro itu dan ia berniat ingin bergabung dengan kita. Bukankah itu bagus untuk kita menambah kekuatan Rangkas???"


"Ya memang bagus, tapi dilihat dari pakaian nya yang mirip dengan anak buah nya si Gandaria itu. Aku sanksi bahwa orang itu nanti nya akan berkhianat kepada kita." Ucapan Rangkas itu segera dibalas oleh Pangeran Dirgantara.


"Pakaian ku ini memang ciri khas anak buah nya si Gandaria dalam kelompok orang sesat itu. Tapi kini aku sudah berkhianat dan memutus hubungan ku dengan mereka. Bila kau perlu bukti, Mahkluk gundul yang menjadi lawan mu tadi sudah ku bunuh dan ku penggal kepala nya dan kau pun sudah melihat nya sendiri bukan???" Rangkas pun mencoba untuk mengurangi rasa curiga nya itu dan Putri Ayu berkata.


"Kau tak perlu mencurigai nya lagi Rangkas, orang ini sekarang ada di pihak kita."


"Aku ingin tahu alasan lelaki itu bergabung dengan kita, aku masih belum mempercayai nya seratus persen." Putri Ayu hanya geleng-geleng kepala saja atas sikap Rangkas yang seperti itu.

__ADS_1


Pangeran Dirgantara pun mencoba bersabar dan kemudian ia menjelaskan soal alasan ia bergabung dengan Putri Ayu dan Juga Rangkas. Apa yang diucapkan oleh Pangeran Dirgantara kepada Putri Ayu sebelumnya itu kini di ulang lagi di ceritakan kembali kepada Rangkas. Putri Ayu pun ikut meyakinkan ucapan Pangeran Dirgantara itu dan perlahan Rangkas mulai percaya kepada Pangeran Dirgantara.


"Hmm begitu rupa nya, aku hanya waspada saja. Maaf jika aku telah menganggap mu masih sebagai orang nya si Gandaria itu."


"Tak apa." Ujar Pangeran Dirgantara singkat.


Kemudian Putri Ayu berkata,


"Sekarang kita akan kemana???"


"Aku harus pulang dulu untuk memberikan bukti kepala Ranti itu."


"Oh iya, kemana kepala itu kau simpan?" Tanya Putri Ayu yang tak melihat tas Rangkas yang berisi kepala Ranti.


"Seingatku tadi, ketika aku terpental tas itu terlepas di tumpukan rumah-rumah yang hancur itu."


Pangeran Dirgantara berjalan tegap layak nya seorang ksatria tangguh dan Rangkas berjalan lebih dulu lalu disusul oleh Putri Ayu. Mereka berdua mencari jatuh nya tas Rangkas itu dan Pangeran Dirgantara terlihat sedang memperhatikan alam sekitarnya.


'Dasyat sekali ledakan yang terjadi tadi! Aku yakin anak muda itu bukan orang yang sembarangan! Tapi dilihat-lihat anak muda itu tak memiliki ilmu yang kuat dan bahkan aku pun mengira ia bakal tumbang di tangan si Karsani tadi!' Pangeran Dirgantara membatin begitu karena ketika ia dan Karsani yaitu Mahkluk gundul jenis Buto Ijo itu tiba ditempat itu, ia melihat Rangkas selalu diselamatkan oleh Putri Ayu dan selalu bergantung kepada Putri Ayu.


Pangeran Dirgantara pun merasa bahwa Rangkas hanya punya kekuatan fisik saja dan tak punya ilmu Kanuragan. Ternyata ia salah menilai nya, Karsani yang di anggap nya cukup sakti itu mampu dikalahkan oleh anak muda itu walaupun mati nya Karsani ditangan nya sendiri. Putri Ayu dan Rangkas kini sudah menemukan tas berisi kepala Ranti itu dan mereka berdua kini berjalan mendekati Pangeran Dirgantara.


"Untuk apa kepala manusia itu?" Tanya Pangeran Dirgantara.


"Aku akan mengembalikan kepala ini kepada keluarga nya. Arwah perempuan ini memohon kepada ku untuk menyempurnakan arwah nya dengan memberikan kepala ini kepada keluarga nya."


"Hmm begitu, coba aku lihat kepala itu." Rangkas lalu memberikan tas berisi kepala itu kepada Pangeran Dirgantara.

__ADS_1


Putri Ayu hanya diam saja dan matanya selalu mencuri pandang menatap wajah tampan nya Pangeran Dirgantara.


"Hmm aku ingat akan wajah wanita ini, ia mati ditebas leher nya oleh Yodha. Aku yang bertugas menampung darah dari kepala ini dan membawa nya ke Kuil Wayangsa."


"Jadi itu tugas mu?" Tanya Rangkas dan Pangeran Dirgantara menganggukan kepala nya sambil berkata.


"Tugasku hanya itu saja."


"Lalu tugas simahkluk gundul itu apa???" Tanya Putri Ayu kepada Pangeran Dirgantara.


"Kalau dia tugas nya hanya membawa sesembahan darah para tumbal kepada Raja Iblis dan hanya dia yang tahu jalan menuju istana Raja Iblis yang berada di tengah samudera."


"Hebat sekali berarti si Buto Ijo itu, ckckck!" Ucap Putri Ayu menggelengkan kepala dan Pangeran Dirgantara berkata,


"Menurut pengakuan nya, si Karsani itu adalah sahabat nya si Gandaria. Mereka berdua sudah bersahabat dari kecil sampai besar disebuah perguruan silat. Mereka berdua memang sakti karena memiliki guru yang sakti juga. Tapi perguruan mereka hancur setelah ada nya penyerangan dari Kerajaan Angkor Pura dan menewaskan guru agung mereka yang telah membesarkan mereka berdua dan juga para murid-murid lain nya. Raden Aji Sakro berhasil membunuh guru mereka dan membuat semua murid nya terbantai. Kecuali dua orang saja yang menyerah tanpa syarat yaitu, Gandaria dan Karsani."


"Hmm jadi begitukah awal nya si Gandaria itu ingin membalaskan dendam nya kepada Si Raden Aji Sakro itu?" Raden Dirgantara mengangguk dan Putri Ayu lanjut berkata,


"Biadab sekali si Raden Aji Sakro itu!! Setelah ia berhasil merebut kekuasaan milik Ayah ku, sekarang ia tega mencemarkan nama baik Kerajaan Ayah ku hingga menimbulkan kerusakan membantai semua kerajaan dan perguruan sampai membuat dendam kesumat kepada orang-orang yang tak bersalah itu!!"


"Aku yakin si Raden Aji Sakro itu punya tujuan tersendiri mengapa dia begitu kejam nya melakukan pembantaian disetiap daerah." Ujar Pangeran Dirgantara dan Putri Ayu menatap wajah Pangeran Dirgantara dengan serius.


"Kau ingin tahu alasan nya???" Ucap Putri Ayu dan Raden Dirgantara menganggukan kepala nya.


Rangkas sejak tadi hanya diam melihat dan mendengar OBROLAN DUA INSAN Berbeda jenis itu mengobrol dan Rangkas pun membatin.


'Rasa-rasa nya aku seperti obat nyamuk saja kalau mereka sedang asyik mengobrol berdua begitu.' Disaat Rangkas membatin begitu, tiba-tiba Putri Ayu dan Raden Dirgantara menatap wajah Rangkas dan membuat Rangkas menjadi malu dan salah tingkah.

__ADS_1


__ADS_2