
SUMINAH Akhirnya penasaran terhadap anak nya yang tak kunjung bangun dari tidur nya itu. Ia lalu memaksakan diri untuk mendobrak pintu kamar Rangkas itu setelah beberapa kali ia mengetuk pintu dan memanggil nama anak nya. Pada saat itu Rangkas dan Putri Ayu sudah pulang kembali ke alam manusia. Setiba mereka dikamar Rangkas, Mereka berdua mendengar suara panggilan dan ketukan pintu diluar kamar.
"Ibu ku memanggil ku Nyai!" Ucap Rangkas yang kaget itu.
"Mungkin ibu mu khawatir karena kau tak bangun-bangun dari tidur mu. Sekarang kau bisa masuk kembali ke dalam raga asli mu Rangkas." Putri Ayu pun menyuruh Rangkas masuk kembali ke dalam raga asli nya dan Sukma Rangkas pun langsung menyatu kembali bersama raga asli nya tanpa kegagalan seperti sebelumnya.
Seketika Rangkas langsung terperanjat bangun dengan helaan napas yang sesak dan berat. Ia sudah KEMBALI KE KENYATAAN Dan Rangkas terlihat seperti orang yang punya penyakit sesak napas.
"Hah!Hah!Hah! Aku sudah kembali! Hah!Hah!Hah!" Ucap Rangkas sembari meraba tubuh nya. Ia lalu memutar tubuhnya mencari sosok Putri Ayu mata nya sekalipun tak melihat nya.
"Nyai...??? dimana kau...???" Ucap Rangkas sedikit berteriak dan ibu nya mendengar ucapan Rangkas itu.
"Siapa yang kau panggil Nyai itu Rangkas...??? Ini Emak mu! Cepat bangun dan buka pintu nya anak bandel!" Rangkas agak takut juga mendengar ibu nya mengomel begitu dan ia segera bergegas membuka pintu kamar nya.
Setelah pintu kamar itu dibuka Suminah segera bertanya,
"Mau sampai kapan kamu tidur melulu Rangkas...???"
"Hehehe maaf Mak, Rangkas semalam tak bisa tidur jadi baru bisa tidur waktu pagi."
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu cepat basuh muka mu dan setelah itu cepat makan siang keburu lauk nya dingin."
"Baik Mak." Ucap Rangkas patuh dan ia segera pergi ke dapur untuk cuci muka dan setelah itu pergi ke meja makan.
Suminah masuk ke dalam kamar Rangkas untuk membereskan seprai ranjang nya yang berantakan itu.
"Kenapa seprai ini lembab begini? apakah badan Rangkas berkeringat banyak ketika ia sedang tertidur?" Ucap nya pelan dan ia baru menyadari bahwa tadi ia tak memperhatikan pakaian anak nya yang basah kuyup. Suminah segera mengganti seprai itu dengan yang baru dan setelah itu ia membawanya ke kamar mandi. Rangkas saat itu sedang mandi karena ia baru menyadari bahwa pakaian nya itu basah semua oleh keringat nya. Rangkas terbayang akan wajah cantik nya Putri Ayu itu dan ia masih belum ingat sepenuhnya betul soal perjalanan sebelumnya ke alam gaib bersama Putri Ayu. Pikiran nya masih kalut dan yang Rangkas ingat hanyalah wajah cantik Putri Ayu saja.
Suminah tahu bahwa anak nya sedang mandi dan ia hanya menaruh seprai basah itu di ember cucian. Suminah lalu pergi keluar rumah untuk menyapu halaman rumah nya yang kotor oleh dedauan kering yang jatuh dari pohon nya. Rangkas sudah selesai mandi dan berganti pakaian, ketika ia makan siang ia baru ingat akan ingatan nya soal Putri Ayu.
'Kemana ya Nyai Putri Ayu perginya...? dia bilang dia selalu ada disampingku, tapi mengapa aku tak bisa melihatnya...? padahal aku sudah diajarkan banyak hal oleh nya soal ilmu gaib.' Ujar Rangkas membatin dan ia segera buru-buru Menyelesaikan makan nya.
Setelah selesai makan ia segera bergegas mengambil alat berburu nya dan pergi ke luar rumah. Ibu nya melihat Rangkas datang Menghampiri nya,
"Rangkas mau pergi berburu dulu Mak."
"Inikan sudah siang Rangkas, besok lagi saja."
"Rangkas bosan Mak kalau dirumah terus, Biarkan Rangkas pergi ya Mak?" Ujar Rangkas merajuk kepada ibu nya. Suminah tetap tak membolehkan Rangkas pergi, Namun Rangkas tetap keras kepala pada pendiriannya.
__ADS_1
Suminah akhirnya pun mengalah dan memperbolehkan anak nya itu dengan satu syarat.
"Baiklah jika kamu tetap keras kepala ingin pergi berburu! Tapi syaratnya kamu harus pulang sebelum sore menjelang malam."
"Baik Mak Rangkas akan pulang secepat mungkin." Ujar Rangkas setelah pamit kepada ibu nya dan Ibu nya pun berseru.
"Awas jangan pulang kemalaman Nak, ibu takut kamu kenapa-kenapa."
"Baik Mak." Jawab Rangkas dan Suminah hanya bisa pasrah membiarkan anak nya itu pergi ke hutan belantara dikaki gunung persik itu.
Rangkas berjalan tak terlalu terburu-buru dan ia sudah siap-siaga memegang pisau pusaka yang bernama Pisau Ranca Cula itu. Ia penasaran akan apa yang dikatakan soal pohon dengan lambang iluminati oleh Ranti itu. Rangkas masih ingat jalan menuju pohon besar itu dan sekalipun ia tak teringat akan pesan Putri Ayu agar ia tak sembarangan bertindak. Rangkas akhirnya menemukan pohon besar itu dan ia menatap lekat tanda iluminati yang digores memakai benda tajam itu. Ada lubang seukuran jari telunjuk ditengah nya dan Rangkas penasaran dengan lubang tersebut.
Ia lalu mencoba mendekatkan mata nya untuk melihat ke dalam lubang pohon itu dan yang ia lihat hanyalah lubang kecil yang gelap.
"Apa maksudnya di buat nya lambang ini? Lalu apa hubungannya dengan Ranti yang mengatakan bahwa ini adalah salah satu tanda bukti dengan orang yang membunuh nya itu?" Ucap Rangkas pelan dan ia lalu memperhatikan sekeliling nya.
"Di sini cukup angker juga, ditambah pohon besar dan rindang ini. Hmm seperti nya ini adalah pohon beringin yang sudah ratusan tahun umurnya. Aku baru menyadari bahwa pohon ini memiliki kekuatan mistik yang amat kuat dan berkaitan dengan hal gaib. Apakah seperti nya mungkin pohon ini tempat Ranti dan para arwah yang mati akibat dibunuh itu tinggal selama ini???" Rangkas berceloteh sendirian dan ia mengelilingi pohon beringin besar itu.
"Tak ada yang aneh Disini selain lambang aneh itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Rangkas mulai bingung sendiri karena tak terpikir oleh nya bahwa ia akan kebingungan seperti itu.
__ADS_1
'Andai ada Nyai Putri Ayu, mungkin dia sudah membantu ku saat ini juga. Kemana ya dia pergi nya? mengapa dia tak menampakkan wujud nya di hadapan ku?' Rangkas membatin begitu dan tanpa ia sadari jari telunjuk nya ia masukan ke dalam lubang ditengah lambang iluminati itu.
Seketika Rangkas kaget karena tubuh nya tersedot masuk ke dalam lubang itu dan Rangkas tak bisa berteriak lagi karena dengan sekejap saja Rangkas masuk ke dalam lubang kecil itu. Memang hal yang sangat aneh dan membingungkan jika dilihat oleh mata orang biasa. Tubuh normal Rangkas bisa masuk ke dalam lubang sebesar telunjuk nya jelas itu hal yang tak mungkin dan sangat jelas mustahil. Akan tetapi jika hal itu dikaitkan dengan hal yang berbau mistis, sudah dipastikan hal itu sangatlah wajar terjadi. Tubuh Rangkas tertarik masuk ke dalam lubang itu karena ada tarikan energi gaib dari dalam lubang itu dan mengakibatkan tubuh Rangkas tersedot masuk ke dalam nya.