TerSesat

TerSesat
LELAKI MISTERIUS


__ADS_3

MALAM Telah semakin larut dan Ibu nya Rangkas yaitu Suminah sudah tertidur di kamar nya. Rangkas ada dikamar nya dan sedang berbaring diranjang nya itu. Ia belum tidur dan tatapan nya nampak menerawang jauh ke atas langit-langit kamar nya. Rangkas sedang memikirkan perasaan nya itu terhadap Putri Ayu itu.


"Aku yakin perasaan ku ini hanyalah hal rasa suka dan cinta yang wajar pada seorang perempuan. Aku adalah seorang lelaki yang suatu saat nanti pasti akan berkeluarga. Aku tak akan selama nya hidup seperti ini dan butuh pendamping hidup. Emak sudah mulai menua dan tak mungkin selama nya Emak akan selalu bersama ku." Kemudian terbayang wajah ibu nya yang sangat sayang kepada nya itu.


Rangkas tak mau meninggalkan ibu nya lagi seorang diri, tapi ia harus tetap menjalankan tugas nya itu untuk menangkap Gundalini di alam gaib. Kini Rangkas terbayang kembali dengan wajah cantik jelita nya Putri Ayu, terpikir oleh nya untuk mengungkapkan perasaan nya itu. Namun niatnya selalu terhalang oleh rasa malu yang selalu membuat nya enggan menyatakan perasaan nya itu.


"Di pikir-pikir, Nyai Putri Ayu memang sangat cocok dengan Pangeran Dirgantara. Lagipula mereka mempunyai kisah masa lalu yang sama dan katanya mereka pun pernah dijodohkan namun takdir tak merestui mereka. Aku bukan siapa-siapa dan aku hanyalah seorang manusia biasa yang tak mempunyai kekayaan seperti Pangeran Dirgantara itu. Dalam segi apapun Pangeran Dirgantara berbeda jauh lebih tampan dan kaya karena memiliki kerajaan dan berbeda denganku yang jelek dan miskin ini." Rangkas merenungkan hal itu hingga mata nya pun lelah menatap kenyataan pahit itu.


Rangkas pun tertidur dan ia sama sekali tak memikirkan Putri Ayu dan Pengeran Dirgantara lagi sedang apa saat itu. Digubuk nya Putri Ayu, kedua nya sudah selesai melakukan hubungan badan. Putri Ayu tertidur didipan dan dipeluk dari belakang oleh Pangeran Dirgantara. Kedua nya sudah tertidur karena kelelahan akibat percumbuan mesra mereka itu.


Malam semakin dingin dan suasana di malam hari itu nampak lengang sekali. Tak ada suara burung hantu yang biasa nya terdengar bersahutan. Di dalam gua dinding cadas gunung persik, ada ruangan cukup luas dan disana ada seorang manusia sedang duduk bersila menghadap kobaran api unggun. Manusia itu adalah seorang lelaki berperawakan tegap dan juga berotot. Kulit nya sawo matang dan diwajah nya itu ada kumis tipis melintang. Wajah lelaki itu tak kalah tampan juga dengan Pangeran Dirgantara, yang membedakan dari kedua nya hanyalah warna kulit saja. Pangeran Dirgantara berkulit kuning Langsat dan LELAKI MISTERIUS Itu berkulit sawo matang.

__ADS_1


Mata lelaki berhidung bangir itu terpejam dengan kedua tangan merapat di dada. Rambut nya pendek dan ada mahkota kecil yang melekat dikepala nya. Tampilan pakaian nya sangat rapi, pakaian yang ia kenakan adalah pakaian model seorang Pangeran disebuah kerajaan. Jirah perang itu berwarna merah darah dan terbuat dari tembaga anti senjata tajam. Lelaki itu ternyata sedang bertapa dan entah apa tujuan nya bertapa itu, Sebab lelaki itu masih misterius untuk di ungkapkan.


Di alam siluman tepat nya di Kuil Wayangsa, Gundalini dan satu lagi adalah siluman burung hantu yang bernama Samiri berada di dalam Kuil Wayangsa yang sudah hancur sebagian dinding nya itu. Mereka nampak duduk bersila di depan raja mereka yakni, Gandaria. Semua mayat-mayat yang dikumpulkan sebelum nya itu dibariskan sampai seisi ruangan kuil itu penuh oleh mayat-mayat tersebut. Gundalini dan Samiri yang mengatur dan membariskan para mayat yang akan di hidupkan lagi itu oleh tuan mereka.


"Tujuan kita hampir tiba!! Prajurit kita sudah cukup untuk menggempur Kerajaan Angkor Pura itu!! Mayat-mayat ini akan aku hidupkan dengan cara memasukan para arwah manusia yang dikurung dipenjara bawah tanah itu ke dalam raga para mayat itu!!" Lalu Gundalini bertanya,


"Maaf tuan Pangeran, ada yang ingin aku katakan kepada mu."


"Apa itu?" Tanya Gandaria.


"Sebutkan siapa orang itu!!"

__ADS_1


"Dia si Dirgantara Tuanku, aku melihat nya ia sedang bersama dua penyusup dari kerajaan Angkor Pura itu."


"Grrhhhmm!! Jahanam!! Kurang ajar sekali dia telah membangkang dari perintah ku!! Setelah ia membunuh rekan seperjuangan ku si Karsani itu!! Sekarang dia bersekutu dengan musuh!! Ini tak boleh di biarkan!! Kita harus segera bergerak menyerbu Kerajaan Angkor Pura dan merebut istana itu!!" Gandaria marah besar dan mata nya melotot menyala merah mengeluarkan percikan api.


Gundalini dan Samiri menunduk karena takut, lalu Gandaria menyuruh dua anak buah nya yang tersisa itu untuk mengeluarkan semua tawanan Arwah manusia yang dipenjara di bawah tanah kuil itu. Kedua nya lalu segera melaksanakan perintah itu dan membawa satu persatu arwah ke hadapan Gandaria. Semua Arwah itu berjumlah ratusan orang yang mati karena ditumbalkan darah nya itu dan dipenggal kepala nya. Para Arwah itu nampak menjerit kesakitan karena rantai yang membelenggu leher, kaki dan tangan mereka ditarik kuat oleh dua orang bawahan itu.


Dengan ilmu yang dimiliki oleh dua orang itu, jumlah ratusan arwah yang ditawan itu dengan cepat nya sudah terkumpul didepan Gandaria. Mereka hanya bisa memaki-maki Gandaria karena kekesalan mereka itu yang sudah dibunuh secara kejam oleh Gandaria beserta anak buah nya. Gandaria membentak para Arwah itu karena telinga nya merasa sakit mendengar cacian dan tangisan para arwah manusia itu.


"Berisik kalian!! Kalian akan aku bebaskan!!" Ucapan Gandaria itu membuat wajah para Arwah itu terdiam dan penuh harap.


Kemudian Gandaria berkata lagi,

__ADS_1


"Aku akan membebaskan kalian setelah kalian aku masukan ke dalam para mayat yang sudah terbaring rapi itu!! Setelah itu aku akan membuang jati diri kalian dan hiduplah seperti layak nya binatang!! Hahahaha!!" Para Arwah itu pun menjerit lagi, menangis dan memakai Gandaria dengan cercaan yang membuat kuping Gandaria Panas.


Disalah satu para tawanan Arwah itu, ada Arwah Rusdi yang tertangkap ketika ia hendak melarikan diri dari alam siluman itu. Rusdi bisa kabur karena ia telah membujuk salah satu penjaga penjara bawah tanah itu bahwa Rusdi ingin buang air besar. Kepolosan penjaga gerbang penjara bawah tanah itu sengaja dimanfaatkan oleh Rusdi dan penjaga gerbang penjara itu melepaskan semua rantai yang mengikat tubuh Rusdi. Padahal, Arwah seperti Rusdi sudah tak bisa mengalami kencing atau buang air besar karena ia sudah meninggal. Kecuali bangsa siluman dan jin, meskipun mereka berwujud tak kasat mata seperti Arwah. Tapi mereka bisa melakukan apa yang manusia lakukan semasa hidup nya.


__ADS_2